RSS Feed

DISKUSI SHEM TOV (TEGUH HINDARTO) DENGAN ALBERT RUMAMPUK MENGENAI JULUKAN KURIOS BAGI YESUS: TUAN ATAU TUHAN? (SERI 1)

Posted by Teguh Hindarto




Artikel saya berjudul “Julukan Kurios Bagi Yesus: Tuan atau Tuhan” yang saya posting di blog dan dishare dalam sejumlah group diskusi telah menimbulkan tanggapan dan reaksi dari Albert Rumampuk.

http://bet-midrash.blogspot.com/2011/11/julukan-kurios-bagi-yesus-tuan-atau.html

http://bet-midrash.blogspot.com/2011/11/bagian-kedua-dalam-bagian-pertama.html

Berikut ini saya akan posting hasil diskusi secara berseri dalam Group “Diskusi Cerdas Judeochristianity dan Kristen”


http://www.facebook.com/groups/259025264138201/426654070708652/


DISKUSI SERI 1

Albert Rumampuk:


Mungkin sebagai perbandingan dari saya tentang kata KURIOS bagi Yesus, bukan hanya bisa diterjemahkan 'tuan' (Yoh 4:11), tetapi dalam banyak ayat, misalnya dalam:


Filipi 2:10,11 - [10] supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, [11] dan segala lidah mengaku: ‘Yesus Kristus adalah Tuhan,’ bagi kemuliaan Allah, Bapa!”

Kata 'Tuhan' (Yun: KURIOS) dalam ayat ini tak boleh diterjemahkan 'tuan' tetapi harus 'Tuhan' yang jelas menyatakan keilahianNya.

Dalam Injil juga ada:

Yoh 9:38 ‘Katanya: ‘Aku percaya, Tuhan!’ Lalu ia sujud menyembah-Nya.” 

Kata 'Tuhan / KYRIE' tak boleh diterjemahkan 'tuan' tetapi 'Tuhan' dalam arti yang tegas. -------------  
Seperti saya katakan sebelumnya bahwa saya membuat pembedaan terjemahan kata Kurios berdasarkan kategori konteks sbb: ,”Ketuhanan Yesus bukan terletak pada sapaan Kurios baginya melainkan dari aspek ontologi (hakikat) beliau yaitu Sang Sabda yang dekat, melekat, sehakikat bersama YHWH Tuhan Semesta Alam (Kej 1:1-3, Yoh 1:1). Oleh karenanya, saya membedakan dalam memanggil sapaan Kurios dengan Tuan dan Junjungan Agung atau Junjungan Agung Yang Ilahi bagi Yesus. Untuk semua kata Kurios yang ditujukan bagi Yesus dalam Injil Sinoptik diterjemahkan dengan Tuan sebagaimana kasus percakapan Yesus dengan perempuan Samaria (Yoh 4:11). Namun untuk terma doxologis dalam surat-surat rasuli maka saya akan terjemahkan dengan Junjungan Agung atau Junjungan Agung Yang Ilahi (1 Kor 8:6 dll)”

Kata Kurios dalam Filipi 2:10-11 adalah formula doxologis maka seharusnya diterjemahkan dengan JUNJUNGAN AGUNG YANG ILAHI bukan Tuhan karena kata Tuhan (Elohim/Theos/Alaha/God) selalu ditujukan pada YHWH Sang Bapa dan tidak pernah dilekatkan pada Yesus Sang Mesias.

Jika kata KURIOS yang dalam bahasa Inggris diterjemahkan LORD, lalu mengapa kita tidak menerjemahkan LORD MINTO (gubernur jendral yang mengutus Thomas Stanford Rafles) dengan TUHAN MINTO? Mengapa kita tidak menerjemahkan LORD BADEN POWEL (bapak kepanduan) dengan TUHAN BADEN POWELL? (15 September 2012)

Albert Rumampuk:

Saya tak setuju jika Kej 1:1-3 berbicara tentang Yesus, juga tak setuju mengaitkannya dengan Yoh 1:1. Menurut saya, Kej 1:1-3 bukan ayat parallel dengan Yoh 1:1.
 --------------  
Apakah saya menulis demikian? Dalam artikel di atas saya tidak menghubungkan Kejadian 1:1-3 dengan Yesus namun frasa “pada mulanya Firman” (Yoh 1:1) adalah gema dari “pada mulanya Tuhan” (Kej 1:1). Justru pernyataan saya ini untuk membantah bahwa Yohanes mengambil gagasan Logos Yunani untuk menjelaskan konsepnya tentang hakikat Yesus sebagai Sang Firman. Justru Yohanes mengambil gagasan mengenai Davar/Memra untuk menjelaskan keilahian Yesus sebagai Sang Firman dengan merujuk pada Kejadian 1:1-3 dengan memfokuskan pada Sang Firman


Albert Rumampuk: 

Untuk Yoh 4:11, setuju jika kata KURIOS diayat itu diterjemahkan ‘tuan’. Tetapi saya menolak pandangan anda yang mengatakan “semua kata Kurios yang ditujukan bagi Yesus dalam Injil Sinoptik diterjemahkan dengan Tuan’”. Bagaimana dengan Mat 7:21-22; Yoh 9:38; 11:27, dsb? Jelas bahwa kata KURIOS diayat-ayat tersebut tak bisa diterjemahkan ‘tuan’ tetapi ‘Tuhan’. 
------------  
Anda tidak menjelaskan alasan mengapa kata Kurios/Lord dalam ayat-ayat yang Anda sitir harus diterjemahkan Tuhan. Mungkin Anda melandaskan pada kata “sembah” yang ditujukan pada Yesus (Yoh 9:38). Jika memang kata “sembah” yang menjadi fokus, mengapa kata “sembah” yang ditujukan pada Petrus (Kis 10:25) atau malaikat (Why 22:8), kenapa tidak Anda pertuhan?

Mari kita telaah soal kata “sembah” yang dihubungkan pada Yesus. Dalam kategori apa penyembahan yang ditujukan pada Yesus menurut Yohanes 9:38. Untuk itu kita harus melihat secara keseluruhan dari ayat 35-38.

“Yesus mendengar bahwa ia telah diusir ke luar oleh mereka. Kemudian Ia bertemu dengan dia dan berkata: "Percayakah engkau kepada Anak Manusia?" Jawabnya: "Siapakah Dia, Tuan (Kurios)? Supaya aku percaya kepada-Nya."Kata Yesus kepadanya: "Engkau bukan saja melihat Dia; tetapi Dia yang sedang berkata-kata dengan engkau, Dialah itu!"Katanya: "Aku percaya, Tuan!"(Kurios) Lalu ia sujud menyembah-Nya”.  Dari kajian teks dan konteks di atas, penyembahan yang ditujukan terhadap Yesus bukan penyembahan yang dihubungkan dengan Keilahian yang ditujukan pada YHWH Sang Bapa. Penyembahan yang dimaksudkan adalah sikap takzim (hormat) karena mereka yang menyembahnya percaya bahwa Yesus adalah BAR ENOSH yang dijanjikan dalam Kitab Daniel.

Istilah “Anak Manusia” (Bhs Yun: Huios tou Anthropou/Bhs Ibr: Ben ha Adam/Bhs Arm: Bar Enosh) menunjuk pada julukan pada seseorang dalam penglihatan Nabi Daniel sbb: “Kemudian aku melihat dalam penglihatan malam itu, tampak seekor binatang yang keempat, yang menakutkan dan mendahsyatkan, dan ia sangat kuat. Ia bergigi besar dari besi; ia melahap dan meremukkan, dan sisanya diinjak-injaknya dengan kakinya; ia berbeda dengan segala binatang yang terdahulu; lagipula ia bertanduk sepuluh. Sementara aku memperhatikan tanduk-tanduk itu, tampak tumbuh di antaranya suatu tanduk lain yang kecil, sehingga tiga dari tanduk-tanduk yang dahulu itu tercabut; dan pada tanduk itu tampak ada mata seperti mata manusia dan mulut yang menyombong. Sementara aku terus melihat, takhta-takhta diletakkan, lalu duduklah Yang Lanjut Usianya; pakaian-Nya putih seperti salju dan rambut-Nya bersih seperti bulu domba; kursi-Nya dari nyala api dengan roda-rodanya dari api yang berkobar-kobar; suatu sungai api timbul dan mengalir dari hadapan-Nya; seribu kali beribu-ribu melayani Dia, dan selaksa kali berlaksa-laksa berdiri di hadapan-Nya. Lalu duduklah Majelis Pengadilan dan dibukalah Kitab-kitab. Aku terus melihatnya, karena perkataan sombong yang diucapkan tanduk itu; aku terus melihatnya, sampai binatang itu dibunuh, tubuhnya dibinasakan dan diserahkan ke dalam api yang membakar. Juga kekuasaan binatang-binatang yang lain dicabut, dan jangka hidup mereka ditentukan sampai pada waktu dan saatnya. Aku terus melihat dalam penglihatan malam itu, tampak datang dengan awan-awan dari langit seorang seperti anak manusia; datanglah ia kepada Yang Lanjut Usianya itu, dan ia dibawa ke hadapan-Nya. Lalu diberikan kepadanya kekuasaan dan kemuliaan dan kekuasaan sebagai raja, maka orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa mengabdi kepadanya. Kekuasaannya ialah kekuasaan yang kekal, yang tidak akan lenyap, dan kerajaannya ialah kerajaan yang tidak akan musnah” (Dan 7:7-14).

Perilaku ini pun sebanding dengan penyembahan orang Majus terhadap Yesus yang diyakini sebagai Raja yang dinubuatkan untuk membebaskan Israel (Mat 2:2)
Mengenai dalil Yohanes 11:27 yang Anda simpulkan bahwa kata Kurios bagi Yesus harus diterjemahkan Tuhan pun tidak berdasar. Mari kita kaji ayat tersebut. 



Terjemahan LAI: “Jawab Marta: "Ya, Tuhan, aku percaya, bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah, Dia yang akan datang ke dalam dunia."  Justru sangat ganjil dan kacau jika penyembahan dan pengakuan Marta terkait dengan Kemesiasan Yesus (sejajar dengan status Anak Manusia, Anak Tuhan) yang diungkapkan dengan frasa, “Engkaulah Mesias” justru ditambahi frasa “Ya, Tuhan”.

Kitab TaNaKh menghubungkan Mesias sebagai Manusia Ilahiah. Maka konsekwensi logisnya Mesias tidak akan disapa dengan sapaan yang layak ditujukan pada YHWH yaitu Elohim/Alaha/Theos/God melainkan sapaan penghormatan untuk manusia yaitu Adon/Maran/Kurios/Lord

Mengenai dalil Matius 7:21-22 lebih tidak berdasar jika dijadikan rujukan bahwa kata Kurios dalam ayat tersebut harus diterjemahkan dengan Tuhan sementara teks berbahasa Inggris tetap menuliskan dengan Lord (Tuan)

Maka Matius 7:21-22 selayaknya diterjemahkan sebagaimana para murid dan rasulnya menyapa beliau dengan sebutan Adon/Maran/Kurios yang artinya TUAN atau JUNJUNGAN sehingga terjemahan LAI seharusnya berbunyi:

“Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuan, Tuan (Kurios)! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuan, Tuan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?”




Albert Rumampuk:


Menarik bahwa anda membuat arti baru / tambahan untuk kata Kurios sebagai ‘junjungan agung’ atau ‘junjungan agung yang ilahi’. Saya kira ini sah-sah saja, tetapi bukan berarti bahwa kata Tuhan (yang anda identikan dengan Elohim / Theos / Alaha / God) itu hanya untuk YHWH / Sang Bapa, karena gelar THEOS / God juga dikenakan bagi Yesus (Yoh 1:1; Tit 2:13, dsb). 
------------  
Frasa FIRMAN ITU ADALAH TUHAN (kai theos en ho logos) bukanlah bermakna sapaan Yesus sehari-hari adalah Theos karena tidak pernah ada bukti bahwa Yesus disapa oleh muridnya atau siapapun yang berbicara dengannya dengan sebutan Theos/Elohim melainkan Kurios/Adon/Maran. Frasa FIRMAN ITU ADALAH TUHAN hendak menjelaskan bahwa Sang Firman bukan ciptaan melainkan memiliki kesehakikatan dengan YHWH Sang Bapa Tuhan Pencipta.


Mengenai Titus 2:13 sangat keliru dipakai untuk mendakwa sapaan Yesus sebagai Tuhan. Perhatikan kata “Allah” dalam Titus 2:13 yang saya terjemahkan dengan Tuhan (Elohim/Theos/Alaha/God) bukan menunjuk pada Yesus melainkan menunjuk pada Sang Bapa sendiri sebagaimana dikatakan dalam Titus 2:11-13 sbb:

Terjemahan LAI: “Karena kasih karunia Allah yang menyelamatkan semua manusia sudah nyata. Ia mendidik kita supaya kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi dan supaya kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang ini. dengan menantikan penggenapan pengharapan kita yang penuh bahagia dan penyataan kemuliaan Allah yang Mahabesar dan Juruselamat kita Yesus Kristus”

Frasa “Allah yang Mahabesar” (atau dalam perspektif saya Tuhan yang Mahabesar) dihubungkan dengan kata DAN (kai/we) “Juruslamat kita Yesus Kristus”. Kata penghubung ini membedakan antara YHWH Sang Bapa sebagai Tuhan dan Yesus Sang Mesias sebagai Sang Anak dan Juruslamat. Ini setara dengan kalimat dalam Efesus 1:2, “Kasih karunia dan damai sejahtera dari Tuhan, Bapa kita dan dari Junjungan Agung Yesus Kristus menyertai kamu.

2 komentar:

  1. denis desmanto

    Shalom. Sapaan Tuhan untuk Yesus/Yeshua yang dalam menjalani kehidupanNya sebagai manusia biasa memang selalu memancing suatu kontroversi, apalagi dikalangan saudara - saudara Muslim. Yeshua yang manusia mengapa disebut Tuhan. Saya setuju dengan bapak Teguh Hindarto jika kita ambil saja sapaan Tuan bagi Yeshua, untuk menegaskan keesaan YHWH dan meneguhkan iman kita. Tetapi dengan sapaan itu apakah membuat kita menyangkali keilahianNya yang kekal bersama Bapa di surga beserta Roh Kudus/Ruach haKodesh? Tentu tidak. Karena kita percaya Yeshua berasal dari Bapa yang bahkan kepadaNya seluruh malaikat diperintahkan untuk menyembah Dia. Bukankah itu menunjukkan betapa mulia dan superiornya Yeshua atas malaikat, yang merupakan para pelayan? Sapaan Tuan dimaksudkan agar pandangan kita tentang Yeshua seimbang, baik mengenai keilahianNya maupun kemanusiaanNya.

  1. Teguh Hindarto

    Terimakasih atas apresiasi dan pemahaman Anda. Selengkapnya dapat membaca di artikel berikut:

    http://teguhhindarto.blogspot.com/2014/04/haruskah-gelar-kurios-adon-bagi-yesus.html?m=1

Posting Komentar