RSS Feed

KRITIK TERHADAP OTENTISITAS KITAB SUCI

Posted by Teguh Hindarto


Pengaruh renaissance, rasionalisme, dan idealisme memunculkan pemahaman yang baru terhadap Kitab Suci TaNaKh dan Kitab Perjanjian Baru. Dipengaruhi suasana Renaissance dasar-dasar penelitian teks (Textual Criticism) mulai diletakkan. J.A. Bengel, J.J. Wettsteein, J.J. Griesbach pada abad ke-18. dan C. Tiscendorf, B.F. Wescott, J.A. Hort, dan Eberhard Nestle pada akhir abad ke-19. Kritik teks ini memperhatikan pada empat tugas pokok, yakni (a) mengelompokkan, (b) menilai, (c) memperbaiki serta, (d) menyusun kembali salinansalinan teks Alkitab, khususnya teks PB Yunani yang begitu banyak menjadi suatu edisis kritis (Critical Text)[1].

Di sisi lain juga muncul keinginan yang kuat dari para sarjana Kitab Suci untuk mempelajari Kitab Suci dari segi-segi bahasa, sejarah dan latar belakang Kitab Suci dan akhirnya disebut sebagai Kritik Tinggi (Higher Criticism). Kritik Tinggi sendiri merupakan studi dari yang terdiri dari penerapan pendapat yang berkaitan dengan teks atau naskah berdasarkan apa yang bisa dilihat dari sejarah, bentuk naskah, pokok bahasan dan argumen dari kitab-kitab lain; ciri dan kaitannya dengan teks,; hubungan antar perikop, situasi-situasi yang diketahui penulis dan hal-hal yang berkaitan dengan pribadi penulis yang ikut andil. Dan dalam sejarah perkembangannya kritik ini mengalami perkembangan yang cukup luas dan menghasilkan ragam metode kritik terhadap Kitab Suci.

Pengaruh yang ditimbulkan ditimbulkan oleh metode-metode kritik ini sangat besar bagi perkembangan studi Biblika. Teks Kitab Suci dalam bentuk terakhirnya (kanon) dibongkar-bongkar, dipotong-potong dan dipisahpisahkan sebagai unit-unit bahasa atau sastra yang berdiri sendiri berdasarkan konteks sejarahnya masingmasing.

Kritik Kitab Suci (Biblical Criticism) dapat dibagi menjadi dua bagian; yaitu Kritik Tinggi (Higher Criticism) dan Kritik Rendah (Lower Criticism). Kritik Rendah sering diidentikkan dengan Kritik Teks (Textual Criticism) dan merupakan foundasional dari semua bentuk kritik Kitab Suci. McDowell menjelaskan bahwa, “Textual Criticism seeks to determine the original wording of the biblical text, especially since we do not have the original documents (called “autographs”) themselves. Anyone who can read engages in textual criticism. If, for example, you noticed a typographical error while reading this page, you would correct in your mind, knowing that it was not originally intend by the authors. This proses is essentially textual criticism.”[2] Kritik Rendah ini membahas unsur-unsur sejarah, bahasanya khususnya unsur teks dan gramatikalnya sebagaimana yang tertulis dalam naskah atau teks-teks cetakan, salinan-salinan kuno, dan sumbersumber pemberita lain yang resmi, yang dianggap bisa membantu memahami teks Kitab Suci secara lebih baik dan mendalam.

Higher Criticism (Kritik Tinggi) sendiri merupakan studi dari yang terdiri dari penerapan pendapat yang berkaitan dengan teks atau naskah berdasarkan apa yang bisa dilihat dari sejarah, bentuk naskah, pokok bahasan dan argumen dari kitab-kitab lain; ciri dan kaitannya dengan teks,; hubungan antar perikop, situasisituasi yang diketahu penulis dan hal-hal yang berkaitan dengan pribadi penulis yang ikut andil. Walter A. Elwell mendefinisikan Higher Criticism sebagai: “…describes the study of scripture from the standpoint of literature, as opposed to ‘lower criticism,’ wich deals with the text of scripture and its transmission. Higher criticism thus has three main concern: (a) detecting the presence of underlaying literary sources in the work; (b) identifying the literary types (Gattungen) that make up the composition; and (c) conjecturing on matters of authorship and date,The term ‘higher criticism’ might seem to carry either a mystic or a sinister meaning, but it is in fact a process that all scholars follow to varying degrees. In order to obtain a proper understanding of the nature of biblical writings in it important to investigate the caracter of sources.”[3]

Jadi istilah “kritik tinggi” bukan berarti bahwa kritikannya lebih tinggi atau lebih baik, tetapi lebih cendrung untuk membedakannya dengan kritik rendah. Disamping itu kritik tinggi mempunyai cabang yang lebih luas dan terus berkembang. Beberapa diantaranya meliputi;(a) Kritik Redaksi, yang berfokus pada redaktur final (atau compilers) dari kitab-kitab, (b) Kritik Literatur yang melihat kepada analisa teks sebagai sebuah akhir dari potongan-potongan literature (c) Kritik Sumber, menekankan kepada sumber yang dipakai oleh kitab-kitab, 5 (d) Kritik Bentuk yang menyelidiki bentuk-bentuk yang dipakai oleh penulis kitab-kitab dan, (e) Kritik Naratif yang menyelidiki alur cerita, tema, motif-motif, watak, gaya, gambaran pidato, kecepatan waktu dalam naratif ddan sudut pandangan.

Apa yang dipersalahkan oleh penelitian atau kritik tinggi adalah integritas, keotentikan, keterandalan dan bentuk-bentuk sastra berbagai tulisan dalam Kitab Suci. Istilah ”kritik tinggi” itu sendiri bukan istilah yang negatif. Prinsip-prinsip yang dilakukan terhadap Kitab Suci juga dapat diterapkan pada karya sastra dan siapapun yang terlibat dalam kegiatan ini pasti disebut “peneliti tinggi”. Namun karena studi metode kritik ini secara eksklusif hanya dikaitkan dengan metode untuk memperoleh sekelompok tujuan tertentu, ditambah lagi metode ini identik sebagai displin pengetahuan liberal yang keliru dan sangat kaku membuat istilah ini mempunyai konotasi negatif[4].

Kelak kemudian hari, karya-karya skeptis dan kritik para ahli teologi liberal dan kaum sekular tersebut diadopsi dan dipungut oleh kelompok-kelompok sarjana Islam untuk membantah eksistensi Kekristenan dan seluruh ajaran yang dibangun di atas dasar ucapan dan tindakan Yesus Sang Mesias. Berbagai literatur diterbitkan dengan mendasarkan berbagai pernyataan dan penelitian bias teolog liberal dan kelompok sekular. Demikian pula gejala serupa dialami oleh beberapa komunitas Islam di Indonesia. Berbagai buku polemik yang menyudutkan iman Kristen dan merelativisir eksistensi dan relevansi Kitab TaNaKh dan Kitab Perjanjian Baru diterbitkan dan disebarluaskan baik dalam bentuk buku maupun dalam bentuk media online dan publikasi internet, untuk meyakinkan Kekristenan bahwa ada yang salah dengan Kitab Suci mereka.

Kita akan kutipkan beberapa contoh kasus klasik yang kerap diangkat mengenai adanya kontradiksi-kontradiksi dan masalah-masalah serius dalam Kitab TaNaKh dan Kitab Perjanjian Baru oleh polemikus Islam sbb:

Ayat-ayat yang Kontradiktif dalam Kitab Perjanjian Lama[5]

  1. Siapakah anak Daud yang kedua?
a.       Kileab (2 Sam 3:2-3)
b.       Daniel (1 Taw 3:1)

  1. Di Yerusalem, Daud mengambil beberapa gundik atau tidak?
a.       Ya! Daud mengambil beberapa gundik dan istri (2 Sam 5:13-16)
b.       Tidak! Daud hanya mengambil beberapa istri saja (1 Taw 14:3-7)

  1. Berapa anak-anak Daud dari gundik di Yerusalem?
a.       11 orang (2 Sam 5:13-16)
b.       13 orang (1 Taw 14:3-7)

  1. Di kota mana Daud mengambil tembaga?
a.       Betah dan Berotai (2 Sam 8:8)
b.       Tibhat dan dari Kun (1 Taw 18:8)

  1. Siapakah anak Raja Hamat yang diutus untuk mengucapkan selamat kepada Daud?
a.       Yoram (2 Sam 8:10)
b.       Hadoram (1 Taw 18:9-10)

  1. Dari orang bangsa apa saja Daud mengambil perak dan emas untuk Tuhan?
a.       Aram (2 Sam 8:11-12)
b.       Edom (1 Taw 18:11-12)

  1. Siapakah panitera Daud?
a.       Seraya (2 Sam 8:15-17)
b.       Sausa (1 Taw 18:14-16)

  1. Berapakah tentara berkuda tawanan Daud?
a.       1700 orang (2 Sam 8:4)
b.       7000 orang (1 Taw 18:4)

  1. Berapa ekor kuda kereta yang dibunuh Daud?
a.       700 ekor (2 Sam 10:18)
b.       7000 ekor (1 Taw 19:18)

  1. Yang dibunuh Daud, pasukan berkuda atau pasukan jalan kaki?
a.       40.000 pasukan berkuda (2 Sam 10:18)
b.       40.000 pasukan jalan kaki (1 Taw 19:18)

  1. Siapakah panglima musuh yang tewas di tangan Daud?
a.       Sobakh (2 Sam 10:18)
b.       Sofakh (1 Taw 19:18)

  1. Daud memerangi Israel atas hasutan (provokasi) dari Tuhan atau atas bujukan dari Iblis?
a.       Tuhan murka lalu menghasut Daud (2 Sam 24:1)
b.       Setan bangkit lalu membujuk Daud (1 Taw 21:1)

  1. Siapakah kepala Triwira pengiring Daud?
a.       Isybaal, orang Hakhmoni (2 Sam 23:8)
b.       Yasobam bin Hakhmoni (1 Taw 11:11)

  1. Berapa orang yang dibunuh Kepala Pasukan Triwira Daud?
a.       800 orang (2 Sam 23:8)
b.       300 orang (1 Taw 11:11)

  1. Berapakah angkatan perang Daud dari orang Israel?
a.       800 orang (2 Sam 24:9)
b.       1.100.000 orang (1 Taw 21:5)
  1. Berapa angkatan perang Daud dari orang Yehuda?
a.       500 orang (2 Sam 24:9)
b.       470.000 orang (1 Taw 21:5)

  1. Berapakah kandang kuda milik Salomo?
a.       40.000 kandang (1 Raj 4:26)
b.       4000 kandang (2 Taw 9:25)

  1. Berapa mandor pengawas kerajaan Salomo?
a.       3.300 mandor (1 Raj 5:16)
b.       3.600 mandor (2 Taw 2:2)

  1. Buah labu ataukah binatang lembu?
a.       Buah labu (1 Raj 7:24)
b.       Lembu-lembu (2 Taw 4:3)
  1. Berapa bat air yang tertampung di laut?
a.       2000 bat air (1 Raj 7:26)
b.       3000 bat air (2 Taw 4:5)

  1. Berapa total jumlah keturunan Yakub?
a.       66 jiwa (Kej 46:26)
b.       70 jiwa (Kel 1:5)
  1. Yang diharamkan, kelinci atau kelinci hutan?
a.       Kelinci (Im 11:6)
b.       Kelinci hutan (Ul 14:7)

  1. Yang diharamkan, babi ataukah babi hutan?
a.       Babi hutan (Ul 14:8, Im 11:7)
b.       Babi (Yes 66:17)

  1. Berapa lama Yoyakim menjadi Raja di Yerusalem?
a.       3 bulan (2 Raj 24:8)
b.       3 bulan 10 hari (2 Taw 36:9)

  1. Berapa anak Yesua dan Yoab yang pulang kembali ke Yerusalem dan Yehuda dari pembuangan Nebukadnezar?
a.       2.812 orang (Ezr 2:6)
b.       2.818 orang (Neh 7:11)

  1. Berapa anak-anak Benyamin?
a.       10 orang (Kej 46:21)
b.       5 orang (Bil 26:38-39)
c.       3 orang (1 Taw 7:6)
d.       5 orang (1 Taw 8:1-5)
  1. Berapa cucu Benyamin (anak-anak Bela)?
a.       5 orang  (1Taw 7:7)
b.       9 orang (1 Taw 8:3-5)
c.       2 orang (Bil 26:40)

  1. Tuhan menyesal atau tidak?
a.       Tuhan tidak punya sifat menyesal (1 Sam 15:29, Bil 23:19)
b.       Tuhan punya sifat menyesal (Kej 6:5-6, 1 Sam 15:10-11,35, 2 Sam 24:16, Yer 26:3; 42:10, Kel 32:14)

  1. Tuhan salah dalam menetapkan batas usia?
a.       Tuhan membatasi umur manusia maksimal 120 tahun saja (Kej 6:3)
b.       Batasan usia dari Tuhan itu salah besar, karena banyak orang yang usianya lebih dari 120 tahun:
1)      Adam hidup selama 930 tahun (Kej 5:3-5)
2)      Set hidup selama 912 tahun (Kej 5:6-8)
3)      Enos hidup selama 905 tahun (Kej 5:9-11)
4)      Kenan hidup selama 910 tahun (Kej 5:9-11)
5)      Mahalaleel hidup selama 895 tahun (Kej 5:15-17)
6)      Yared hidup selama 962 tahun (Kej 5:18-20)
7)      Henokh hidup selama 365 tahun (Kej 5:21-23)
8)      Metusalah hidup selama 969 tahun (Kej 5:25-27)
9)      Lamek hidup selama 777 tahun (Kej 5:28-32)
10)  Nuh hidup selama 950 tahun (Kej 9:29)
11)  Sem hidup selama 600 tahun (Kej 11:10-11)
12)  Arphaksad hidup selama 438 tahun (Kej 11:12-13)
13)  Selah hidup selama 433 tahun (Kej 11:14-15)
14)  Eber hidup selama 464 tahun (Kej 11:16-17)
15)  Terah hidup selama 250 tahun (Kej 11:32)
16)  Peleg hidup selama 239 tahun (Kej 11:18-19)
17)  Rehu hidup selama 239 tahun (Kej 11:20-21)
18)  Serug hidup selama 230 tahun (Kej 11:22-23)
19)  Nahor hidup selama 148 tahun (Kej 11:24-25)
20)  Sara hidup selama 127 tahun (Kej 23:1-2)
21)  Ismael hidup selama 137 tahun (Kej 25:17)
22)  Yakub hidup selama 137 tahun (Kej 47:28)
23)  Lewi hidup selama 137 tahun (Kel 6:15)
24)  Kehat hidup selama 133 tahun (Kel 6:17)
25)  Amram hidup selama 137 tahun (Kel 6:19)
26)  Harun hidup selama 123 tahun (Bil 33:39)
27)  Ayub hidup 140 tahun lebih (Ayb 42:16-17)

  1. Tuhan bisa dilihat atau tidak?
a.       Tuhan tidak bisa dilihat dan didengar (Yoh 5:37, 1 Tim 1:17; 6:16, Kel 33:20, 1 Yoh 4:12)
b.       Tuhan bisa dilihat organ tubuhnya:
1)      Tuhan bisa dilihat dengan mata kepala (Kel 33:11, Kej 18:1, Yoh 5:37, Kel 33:20, 1Tim 6:16, 1 Tim 1:17, 1 Yoh 4:12, Kej 26:24)
2)      Tuhan kelihatan kaki-Nya (Kel 24:9-10)
3)      Tuhan kelihatan sedang duduk (Yes 6:1)
4)      Tuhan bisa dilihat dari kejauhan (Yer 31:3)



Ayat-ayat yang Kontradiktif dalam Kitab Perjanjian Baru[6]

  1. Siapakah leluhur Yesus dari Adam sampai dengan Abraham?
a.       Lukas menuliskan 21 nama dalam silsilah dari Adam sampai dengan Abraham
b.       Matius tidak menuliskan satu nama pun dalam silsilah dari Adam sampai dengan Abraham. Apakah Tuhan tidak memberikan inspirasi silsilah Yesus kepada Matius? Apakah Tuhan pilih kasih terhadap Lukas? Padahal Lukas tidak termasuk dalam daftar murid Yesus di Injil Matius 10:2-4

  1. Berapa nama silsilah dari Abraham sampai dengan Daud?
a.       Lukas mencatat 15 nama dari Daud sampai dengan Yesus
b.       Matius hanya mencatat 14 nama dari Daud sampai dengan Yesus

  1. Dalam silsilah dari Abraham sampai dengan Daud, siapakah anak Hezron?
a.       Anak Hezron adalah Arni (Luk 3:33)
b.       Anak Hezron adalah Ram (Mat 1:3)

  1. Berapa jumlah nama dari Daud sampai dengan Yesus?
a.       Lukas mencatat 43 nama dari Daud s/d Yesus
b.       Matius hanya mencatat 28 nama dari Daud sampai dengan Yesus

  1. Siapakah kakek Yesus?
a.       Yakub (Mat 1:16)
b.       Eli (Luk 3:23)

  1. Siapakah anak Daud yang menurunkan Yesus?
a.       Salomo (Mat 1:16)
b.       Natan (Luk 3:31)

Komentar: Mungkinkah Yesus diturunkan dari Salomo dan Natan sekaligus?
  1. Yesus memasuki Yerusalem naik apa?
a.       Seekor keledai (Mrk 11:7, Luk 19:35)
b.       Seekor keledai betina dan seekor anak keledai (Mat 21:7)

  1. Ketika Yesus bertemu Yairus, apakah anak perempuan Yairus sudah mati?
a.       Ya! Sudah mati (Mat 9:18)
b.       Belum mati! Masih sakit dan hampir mati (Mrk 5:23)

  1. Bolehkah membawa tongkat dan kasut dalam perjalanan?
a.       Ya! Boleh (Mrk 6:7-9)
b.       Tidak, tidak boleh (Mat 10:9-10, Luk 9:1-3)

  1. Kesaksian Yesus tentang dirinya, benar atau salah?
a.       Tidak benar (Yoh 5:31)
b.       Benar (Yoh 8:14)

  1. Berapa jumlah orang buta yang bertemu Yesus di Yerikho?
a.       Dua orang buta (Mat 20:29-30)
b.       Hanya satu orang buta saja (Mrk 10:46)

  1. Dimana Yesus menemui orang kerasukan?
a.       Ada 2 orang (Mat 8:28)
b.       Hanya 1 orang saja (Mrk 5:1-2)

  1. Berapa jumlah orang kerasukan setan yang ditemui Yesus?
a.       Ada 2 orang (Mat 8:28)
b.       Hanya 1 orang saja (Mrk 5:1-2)
  1. Apa yang diucapkan Yudas di hadapan Yesus?
a.       Salam Rabbi (Mat 26:49)
b.       Rabbi (Mrk 14:45)
c.       Yudas diam tidak mengucapkan apapun (Luk 22:47)

  1. Ketika Yesus berjalan di atas air, bagaimana respon para murid-nya?
a.       Mereka menyembah Yesus (Mat 14:33)
b.       Mereka tercengang dan bingung (Mrk 6:51-52)

  1. Jam berapa Yesus disalibkan?
a.       Jam sembilan (Mrk 15:25)
b.       Jam 12 Yesus belum disalibkan (Yoh 19:14)

  1. Yesus membawa damai atau onar?
a.       Yesus menyelamatkan dunia (Mat 5:9, Yoh 3:17; 12:47)
b.       Yesus membawa onar, pedang dan kekacauan (Mat 10:34-36)

  1. Apa hukumnya bersunat?
a.       Sunat itu wajib (Kej 17:10-14; 21:4). Yesus tidak membatalkan sunat (Mat 5:17-20, Luk 2:21). Yesus juga disunat (Luk 2:21). Dan orang yang tidak disunat, tidak dapat diselamatkan (Kis 15:1-2)
b.       Menurut Paulus, sunat tidak wajib, tidak berguna, tidak penting dan tidak perlu ditaati karena bukan hukum (Tuhan) (Gal 5:2,6; 6:15, 1 Kor 7:18-19)

  1. Bolehkah makan babi?
a.       Babi haram dimakan (Ul 14:8, Im 11:7, Yes 66:17)
b.       Kata Paulus, semua daging binatang halal dimakan, tidak ada yang haram (1 Kor 6:12, 1 Kor 10:25, Kol 2:16, 1 Tim 4-5, Rm 14:17)

  1. Selain Yesus, adakah yang naik ke Sorga?
a.       Tidak ada! Hanya Yesus saja yang pernah naik ke sorga (Yoh 3:13)
b.       Henokh dan Elia telah naik ke sorga (Kej 5:24, 2 Raj 2:11)

Apakah ada kekeliruan dan kontradiksi
dalam Kitab Suci TaNaKh dan Kitab Perjanjian Baru?

Ada dua pandangan terhadap masalah-masalah yang ditemui dalam Kitab Suci meliputi perbedaan angka, tahun, nama, tempat dll. Kelompok pertama mengakui itu sebagai sesuatu kekeliruan namun tidak mengubah doktrin dasar dan maksud Tuhan. DR. G.C. Van Niftrik Dan DR. B.J. Boland mengatakan sbb: “Kita tidak usah malu-malu, bahwa terdapat berbagai kekhilafan di dalam Alkitab; kekhilafan-kekhilafan tentang angka-angka perhitungan; tahun dan fakta dan tak perlu kita pertanggungkan kekhilafan-kekhilafan itu pada caranya isi Alkitab telah disampaikan pada kita, sehingga kita akan dapat berkata: Dalam naskah aslinya tentu tidak terdapat kesalahan-kesalahan, tetapi kekhilafan itu barulah kemudian terjadi di dalam turunan naskah itu[7]. DR. R. Soedarmo: “Dengan pandangan bahwa Kitab Suci hanya catatan saja dari orang, maka diakui juga bahwa di dalam Kitab Suci mungkin sekali ada kesalahan. Oleh karena itu Kitab Suci dengan bentuk sekarang masih dapat diperbaiki[8]. M.H. Finlay: “Sungguhpun demikian, kita mengakui adanya kemungkinan bahwa pada zaman dulu ketika penyalinan buku-buku dilakukan dengan tulisan tangan ada kesalahan-kesalahan yang tidak disengaja[9].


Kelompok kedua berpandangan bahwa apa yang dianggap kekeliruan hanyalah interpretasi pembaca saja. Berbagai masalah tadi harus dipecahkan dan dicari jawabannya. Charles C. Ryrie memberikan pengakuan sbb: “Diakui, ada bagian-bagian Alkitab tertentu yang harus diselidiki. Namun saya tetap berpendapat bahwa saran-saran yang beralasan bisa ditemui sehingga kita tidak perlu menyimpulkan itu adalah kekeliruan[10]. Pdt. Arnold Tindas, STh., M.Div mengatakan sbb: “Sebenarnya ketidaksesuaian itu lebih mudah dianggap sebagai kesukaran-kesukaran daripada sebagai pertentangan-pertentangan. Kalau demikian tentu akan bisa dipahami dan ditemukan jalan keluarnya, sehingga tidak dimengerti sebagai pertentangan. Bahkan dengan melihat ketidaksesuaian itu sebagai kesukaran, kita akan menyadari betapa penting bagian-bagian itu tercantum dalam Alkitab[11] Selanjutnya Arnold Tindas memberikan penjelasan: “Masalah ketidaksesuaian dalam jumlah bilangan, yang muncul dengan bentuk bervariasi itu, sebenarnya dapat dipahami melalui beberapa cara pemecahan. Kebanyakan para pembela ketaksalahan Alkitab setuju bahwa ketidaksesuaian itu mungkin terjadi karena kesalahan dalam penyalinan dari naskah asli Alkitab; mungkin karena penulis menggunakan angka bulat atau angka kira-kira; atau mungkin karena penulis menggunakan cara hitung yang berbeda. Sebagaimana dikatakan oleh Kenneth Howkins bahwa yang harus diingat adalah huruf-huruf dari alfabet Ibrani pada masa sesudah pembuangan dan huruf-huruf Yunani dipakai juga untuk bilangan. Karena adanya kesamaan beberapa huruf bisa menyebabkan kesalahan-kesalahan dalam penyalinan…..Bagian-bagian yang tidak bersesuaian, yang digolongkan dalam kesalahan penyalinan diantaranya adalah jumlah bilangan yang disebutkan dalam 2 Samuel 10:18 dengan 1 Tawarikh 19:18. Dalam 2 Samuel 10:18 disebutkan bahwa Daud membunuh orang Aram sebanyak 7000 ekor kuda kereta, sedangkan dalam 1 Tawarikh 19:18 disebutkan 7000 ekor kuda kereta. Kesalahan-kesalahan sejenis ini dijumpai secara bervariasi dalam Perjanjian Lama. Sebagian besar perbedaan itu disebabkan penyalinannya dari naskah asli yang sudah kusut…Kemungkinan besar kesalahan penyalinan Dalam kasus 2 Samuel dan 1 Tawarikh, disebabkan karena penggunaan huruf-huruf Ibrani untuk menulis bilangan. Huruf zayin bila memakai titik di atas berarti 7000, sedangkan huruf nun dengan titik di atas berarti 700. Bila naskah asli sudah kusut, bisa saja sebagian garis pada bagian bawah nun tidak nampak lagi, dan karena itu akan mirip dengan huruf zayin, sehingga angka 700 akan disalin menjadi 7000...[12]

Bruce Metzger dalam bukunya The Text of the New Testament mencatat ada dua bentuk perubahan dalam penyalinan Kitab Perjanjian Baru yaitu perubahan yang tidak disengaja (unintentional changes) dan perubahan yang disengaja (intentional changes)[13]. Berbagai perubahan ini menimbulkan sejumlah perbedaan dalam penerjemahan Kitab Suci dalam berbagai bahasa. Yang termasuk perubahan yang tidak disengaja antara lain disebabkan:

  1. Kesalahan melihat atau kesembronoan dalam memeriksa naskah sumber
  2. Kemiripan pengucapan atau pengucapan yang tidak tepat
  3. Kesalahan mengingat atau antisipasi
  4. Menggabungkan catatan kecil secara keliru yang diterima sebagai koreksi

Yang termasuk perubahan yang disengaja antara lain disebabkan:
  1. Untuk memperjelas makna
  2. Untuk menyelaraskan bagian yang berhubungan
  3. Untuk membuang kesulitan yang bakal menimbulkan penjelasan yang membosankan

Sementara itu, Anwar Tjen mengulas dalam artikelnya, “Satu Alkitab Banyak Versi: Mengapa?” menjelaskan mengenai keanekaragaman penerjemahan sbb: “Dalam kaitan dengan fokus pembahasa kita, keanekaragaman yang diperlihatkan beberapa terjemahan Alkitab dewasa ini, baik dalam bahasa nusantara maupun bahasa asing, dapat ditinjau melalui empat aspek pokok berikut: (1) perbedaan teks sumber yang menjadi dasar terjemahan; (2) perbedaan tafsiran terhadap teks sumber (3) perbedaan prinsip penerjemahan (4) perbedaan sasaran terjemahan, yakni masyarakat penerima atau pengguna terjemahan[14]

Berbagai masalah-masalah yang dipersoalkan dalam Kitab TaNaKh dan Kitab Perjanjian Baru, tidak akan dibahas secara mendetail di sini karena itu membutuhkan ruang khusus dan sudah banyak literatur yang membahas dan memberikan jawaban-jawaban rasional dan dapat dipertanggungjawabkan.






[1] Wisma Pandia, S.Th., Th.M., Kritik Tinggi Alkitab (Higher Criticsm). Diktat Kuliah, Sekolah Tinggi Theologi Injili Philadhelpia (Philadhelphia Baptist Evanggelical Seminary), www.sttip.com/modul%20kritik%20tinggi%20alkitab.pdf -

[2] Josh McDowell, A Ready Defense (Nashville: Thomas Nelson Publisher, 1993), hal. 135.

[3] Walter A. Elwell, Evangelical Dictionary of Theology (Grand Rapids: Baker Books and Paternoster Press, 1996), p. 511.

[4] Op.Cit., Kritik Tinggi Alkitab (Higher Criticsm).

[5] Molyadi Samuel AM, Indeks Kesalahan Alkitab: Jalan Pintas Memahami Kitab Suci Kristiani, Jakarta: Jemparing 2006, hal 103-109
[6] Ibid., hal 109-112
[7] Dogmatika Masa Kini, BPK Jakarta, 1967, hal 298

[8] Ikhtisar Dogmatika, BPK Jakarta, 1965, hal 47

[9] Tanya Jawab Mengenai Iman Kristen, Yayasan Kalam Hidup, Bandung, hal 13

[10] Op.Cit., Teologi Dasar I, hal 126

[11] Apakah Inerrancy Alkitab itu? Sinode Gereja Masehi Protestan Umum Manado & Yayasan “Daun Family” Manado, 1993, hal 47-48

[12] Ibid., hal 48-50

[13] http://www.bible-researcher.com/causes.html

[14] Satu Alkitab Beragam Terjemahan: Kumpulan Makalah Seminar Dalam Rangka HUT Emas Lembaga Alkitab Indonesia, Jakarta 2005, hal 89

3 komentar:

  1. oetha_yo

    Kalau kesalahan itu hanya karena kesalahan penafsiran, pemahaman, penulisan seharusnya bisa di perbaiki. tapi ini terus di pertahankan. Sungguh aneh

  1. AGUNG PW ( Praktisi Bisnis, Pencetus Laundry kiloan, Konsultan dan Pengamat Bisnis. )

    pak, ada email yang bisa saya kirim

  1. Belajar

    Mungkin pembahasannya sama kayak ebook ini:

    http://buktidansaksi.com/files/Resources/books_free_download/Menjawab%20156%20Kontradiksi%20Alkitab%20Perjanjian%20Baru.pdf

    http://buktidansaksi.com/files/Resources/books_free_download/Menjawab%20111%20Kontradiksi%20Alkitab%20Perjanjian%20Lama.pdf

Poskan Komentar