RSS Feed

NATAL TANPA SANTA DAN CEMARA, MUNGKINKAH?

Posted by Teguh Hindarto


         


MEMISAHKAN FAKTA DAN FIKSI DISEPUTAR NATAL

Istilah “Natal” berasal dari kata Latin Natalis yang artinya “Kelahiran”. Dalam bahasa Yunani Tiktoo, dalam bahasa Ibrani Yulad, dalam bahasa Aram Etiled. Ketika kata “Natal” dihubungkan dengan Yesus Sang Mesias maka bermakna hari kelahiran Yesus ke dunia.

Kelahiran Yesus (natalis) adalah fakta bukan fiksi. Ketika Lukas 2:11 melaporkan pernyataan malaikat kepada para gembala dengan berkata, “Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Mesias, Tuan, di kota Daud”, itu pertanda bahwa Yesus lahir pada hari tertentu. Istilah “hari ini” (Yun, Semeron, Ibr, Hayom, Arm,Yawmana) bukanlah hari yang bersifat simbolik dan dapat kita letakkan secara metaforis Yesus lahir kapan saja di hati kita. Pernyataan “hari ini” harus diletakkan dalam perspektif historis.

Jika kita berbicara mengenai perspektif historis, maka pertanyaan kita perlu dipersempit. Apakah Yesus lahir pada tanggal 25 Desember sebagaimana kita kenal dengan perayaan Christmass atau di Indonesia dengan istilah Natal?

Apakah Tanggal 25 Desember Cocok Dengan Kesaksian Lukas 1-2?

Mengapa menggunakan laporan Lukas? Karena laporan Lukas sedikit lebih lengkap melaporkan latar belakang sejarah saat Yesus lahir. Jika kita membaca kesaksian Lukas 2:1-11 kita mendapatkan kesaksian sbb:

Pada waktu itu Kaisar Agustus mengeluarkan suatu perintah, menyuruh mendaftarkan semua orang di seluruh dunia. Inilah pendaftaran yang pertama kali diadakan sewaktu Kirenius menjadi wali negeri di Siria. Maka pergilah semua orang mendaftarkan diri, masing-masing di kotanya sendiri. Demikian juga Yusuf pergi dari kota Nazaret di Galilea ke Yudea, ke kota Daud yang bernama Betlehem, -- karena ia berasal dari keluarga dan keturunan Daud -- supaya didaftarkan bersama-sama dengan Maria, tunangannya, yang sedang mengandung. Ketika mereka di situ tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin, dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan. Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam. Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat YHWH di dekat mereka dan kemuliaan YHWH bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan. Lalu kata malaikat itu kepada mereka: "Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Mesias, Tuan, di kota Daud

Kita akan telah satu persatu kata-kata kunci dari kesaksian Lukas 2:1-11 sbb:

Sensus Penduduk

Luk 2:1-2, Pada waktu itu Kaisar Agustus mengeluarkan suatu perintah, menyuruh mendaftarkan semua orang di seluruh dunia. Inilah pendaftaran yang pertama kali diadakan sewaktu Kirenius menjadi wali negeri di Siria. Mulai kapan Kaisar Agustus memerintah? Menurut M.C. Tenney dalam New Testament Times menyebutkan bahwa Kirenius memerintah sebagai wali negeri Syria pada tahun 6 SM[1].

Saat itulah sensus penduduk dilaksanakan. Ada dua sensus yang dilaksanakan oleh Kirenius (Quirinius) namun ada beberapa perbedaan pemahaman diantara para peneliti sejarah. Dr. E. Jerry Vardaman dalam bukunya Chronos, Kairos, Christos mengatakan sensus dilaksanakan setiap 17 tahun sekali dan sensus pertama jatuh tahun 12 sM dan sensus kedua jatuh pada tahun 6 Ms[2]. Pernyataan Dr. E. Jerry Vardaman dikuatkan oleh hasil penemuan arkeologi berupa batu nisan seorang perwira Romawi yang mengerjakan sensus di kota Apamea, Syria. Dalam batu nisan itu tertulis Lapis Venetus (batu Venesia) dengan angka tahun 10 sM.

Sementara Blaiklock dalam bukunya Out of Earth menuliskan bahwa sensus diadakan setiap 14 tahun sekali. Sensus pertama jatuh tahun 104 sM dan sensus kedua jatuh pada tahun 7 atau 8 Ms[3].

Pertanyaannya adalah, apakah mungkin di bulan Desember dengan cuaca dingin dan bersalju pemerintahan Romawi melalui Kirenius akan melaksanakan sensus penduduk? Bukankah ini akan memicu pemberontakan?

2012: PARANOIA KIAMAT DAN KOMERSIALISASI RAMALAN

Posted by Teguh Hindarto




Film 2012 Dan Efeknya

Sejak ditayangkannya film berjudul 2012 karya sutradara Roland Emmerich dengan beberapa tokoh utama Ciwetel Ejiovor (pemerian ilmuwan Amerika bernama Adrian Helmsey), Danny Glover (pemeran Presiden Amerika Serikat yang menolak proses evakuasi saat terjadi bencana, bernama Thomas Wilson) serta John Cusack (pemeran penulis buku kurang laris bernama Jack Curtis), ketakutan akan kiamat merebak di berbagai negara[1].

Jika sebagian orang merasa panik dan paranoid maka untuk sebagian orang menanggapi dengan melakukan sejumlah antisipasi ilmiah teknis sebagaimana nampak dalam program televisi yang disiarkan National Geographic dengan judul “Doom’s Day Prepper” (Penyosong Kiamat). Ada yang mempersiapkan pembuatan rumah bawah tanah. Ada yang mempersiapkan penimbunan makanan untuk beberapa tahun. Ada yang mempersiapkan rumah dengan perlindungan maksimal dll[2]

Film-film bertema kerusakan bumi seperti Deep Impact (1998) dan The Day After Tomorrow (2004) sudah pernah ditayangkan. Namun penggambaran dahsyatnya kehancuran bumi, dalam film “2012” benar-benar mempengaruhi penontonnya seperti adegan lembah dan gunung meletus hingga membumbungkan cawan asap maha raksasa, hujan batu api, daratan amblas ke dalam perut bumi, tsunami setinggi ribuan meter, hingga robohnya patung Yesus Kristus di Rio de Janeiro, Brazil, digambarkan dengan sempurna. Tidak heran, dengan biaya produksi mencapai USD200 juta, kualitas efek visual 2012 jauh lebih baik. Bahkan, menyerupai nyata.

Bukan hanya kedahsyatan efek film yang menciptakan ketakutan namun dikait-kaitkannya sebuah ramalan kuno dari kalender Maya yang telah meramalkan kiamat akan terjadi pada tanggal 21-12-12. Sejak itulah tanggal 21-12-12 menjadi sebuah tanggal yang menjadi perbincangan baik dengan terma ilmiah maupun mitologis yang dapat kita baca dari berbagai media baik elektronik maupun surat kabar.

Bahkan sebelum isu kiamat 21-12-12 berhembus kuat, di kalangan jemaat Kristen khususnya di Jakarta. Selebaran dengan judul Akhir Dunia 21 Oktober 2011 adalah hasil terjemahan dan tidak ada nama penulis dan alamat pembuat selebaran kecuali alamat darimana tulisan berbahasa Inggris ini bermula yaitu di Sharon Hill, Amerika Serikat. Isi brosur tersebut nampaknya dibuat sebelum tahun 2011 karena ada petikan kalimat, “Kita sebentar lagi akan menginjak tahun 2011 M!” (hal 3) 

Dalam selebaran tersebut diperingatkan bahwa Tanggal 21 Mei 2011 akan terjadi Penghakiman Tuhan dan Pengangkatan orang Kristen ke awan-awan menyongsong Yesus Sang Mesias di udara. Selengkapnya selebaran tersebut menuliskan demikian:  

Dengan karunia dan kasih yang luar biasa dari (Tuhan), Dia memberi kita peringatan dini mengenai apa yang akan Dia lakukan. Tanggal 21 Mei 2011 akan mengawali masa penyiksaan mengerikan selama 5 bulan bagi semua penghuni bumi. Pada Hari Penghakiman, 21 Mei 2011, masa penyiksaan yang mengerikan selama 5 bulan akan dimulai untuk semua penghuni bumi. Pada tanggal 21 Mei inilah (Tuhan) akan mengangkat semua orang mati yang pernah mati dari kubur mereka. Gempa bumi akan membinasakan seluruh dunia ketika bumi tidak lagi menutupi orang-orang yang mati terbunuh di sana (Yesaya 26:21). Orang yang meninggal sebagai orang yang diselamatkan akan mengalami kebangkitan dari tubuh mereka dan segera meninggalkan dunia ini untuk selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan. Mereka yang mati sebagai orang yang belum diselamatkan juga akan dibangkitkan, tetapi mereka hanya memiliki badan-badan tanpa nyawa yang berserakan di seluruh permukaan bumi. Kematian akan terjadi di mana-mana. Tuhan juga menekankan pembinasaan mengerikan selama 5 bulan ini di ayat akhir dari kitab Kejadian bab 7: Dan berkuasalah air itu di atas bumi seratus lima puluh hari lamanya. Kejadian 7:24.Tanggal 21 Oktober 2011 merupakan lima bulan setelah tanggal 21 Mei 2011. Adapun tanggal 21 Oktober 2011 juga merupakan hari terakhir dari Hari Raya Tabernakel Alkitabiah (diadakan bersamaan dengan Hari Raya Pengumpulan Hasil). Tabernakel diadakan pada bulan ke-7 dari kalender Ibrani” (hal 6-7). 

Apakah Kalender Maya Memprediksikan Mengenai Kiamat?

Mark Hitchchok dalam bukunya yang berjudul 2012: The Bible and the End of the World (2009, p.102) mengatakan sbb, “The oldest surviving prediction of the world’s imminent demise was found inscribed upon an Assyrian clay tablet which stated, ‘Our earth is degenerated in these latter days. There are signs that the world is speedily coming to end. Bribery and corruption are common”[3] (Ramalan tertua yang masih bertahan perihal kehancuran dunia yang semakin mendekat telah ditemukan tertulis dalam lembaran tanah liat bangsa Assiria yang menyatakan bahwa dunia kita mengalami kemerosotan di akhir zaman. Ada sejumlah tanda-tanda bahwa dunia sedang menuju ambang kemusnahannya. Perilaku menyuap dan korupsi merajalela). Benarkah dunia saat ini sedang dalam ambang kemusnahan? Benarkah berbagai prediksi yang menghubungkan tahun 2012 sebagai  akhir dunia? Apakah berbagai bencana alam yang bersifatmassiv (besar-besaran) dan global akhir-akhir ini memberikan petunjuk perihal akhir dunia?

KHANUKAH SEBAGAI PERAYAAN MUKJIZAT

Posted by Teguh Hindarto



Apakah hari raya Khanukah itu? Apakah Yesus Mesias kita merayakan Khanukah? Apakah Khanukah relevan dirayakan oleh Kekristenan? Keterangan mengenai Yesus merayakan Khanukah dapat kita simak dalam kesaksian Kitab Yohanes sbb: “Tidak lama kemudian tibalah hari raya Pentahbisan Bait Tuhan di Yerusalem; ketika itu musim dingin. Dan Yesus berjalan-jalan di Bait Tuhan, di serambi Salomo” (Yoh 10:22-23).

Tanpa pemahaman latar belakang keagamaan Yudaisme Abad 1 Ms dan latar belakang kebudayaan Yahudi pada zaman itu, maka kita akan kerap gagal memahami pesan-pesan yang tertulis dalam Kitab Perjanjian Baru karena banyak perkataan Yesus, ajaran Yesus, perumpamaan Yesus yang terekam dalam keempat Injil dibungkus dalam idiom Ibrani sekalipun dikisahkan dalam bahasa Yunani. Demikian pula surat-surat rasuli baik rasul Paul, rasul Yakobus, rasul Yudas dll.

Michael D. Marlowe dalam artikelnya The Semitic Style of the New Testament menjelaskan sbb: “Meskipun bahasa Kitab Perjanjian Baru secara mendasar adalah bahasa koine atau bahasa Yunani yang umum dipergunakan saat kitab ini dituliskan, namun para penulis Kitab Perjanjian Baru, menuliskan dalam corak Hebraik atau Semitik yang tidak sepenuhnya bersifat idiomatik Yunani. Karakter bercorak khas ini meliputi beberapa bagian seperti, tata bahasa, kalimat, arti kata dan ciri-ciri yang bersifat retorika suatu naskah. Contoh-contoh khusus corak khas ini, secara kebahasaan dinamai Hebraism atau secara lebih luas, Semitism (sebuah istilah yang meliputi pengaruh-pengaruh Aramaik sebagaimana pula Ibrani)[1]

DR. David Stern penulis Jewish New Testament Commentary menegaskan, “Traditional rabbinic viewpoint are an essential element to take into account in understanding the text of the New Testament” [2](Sudut pandang tradisional rabinik merupakan elemen dasar untuk mendapatkan pengertian yang jelas mengenai naskah Kitab Perjanjian Baru).

Oleh karenanya dengan pendekatan latar belakang keagamaan Yudaisme dan latar belakang kebudayaan Yahudi Abad 1 Ms maka kata Yunani τα εγκαινιατοις ιεροσολυμοις (ta egkainiatois ierosolumois) dan kata Aramaik ܒ݁ܽܐܘܪܺܫܠܶܡ ܕ݁ܚܽܘܕ݂ܳܬ݂ܳܐ (dekhudata burishalem) bermakna sebuah perayaan Yahudi kuno yang disebut dengan Khanukah.

Oleh karenannya dalam terjemahan bahasa Ibrani modern oleh Franz Delitzh dalam Hebrew New Testament dituliskan ויהי חנכה בירושלים (wayehikhanukah birushalayim). Sementara DR. David Stern dalam Complete Jewish Bible menerjemahkan dalam bahasa Inggris dengan, “Then came Hanukkah in Yerushalayim.

Makna Kata Khanukah

Kata Khanukah berasal dari kata Ibrani Khanak yang artinya “menahbiskan” atau “menetapkan”. Beberapa kasus dimana kata Khanak dan Khanukah muncul al.,

Pada hari yang kedelapan mereka mengadakan perkumpulan raya, karena mereka telah merayakan pentahbisan mezbah (khanukat hamizbeakh)selama tujuh hari, dan perayaan Pondok Daun selama tujuh hari”. (2 Taw 7:9 )

Sebagai korban keselamatannya kepada YHWH Salomo mempersembahkan dua puluh dua ribu ekor lembu sapi dan seratus dua puluh ribu ekor kambing domba. Demikianlah raja dan segenap Israel mentahbiskan rumah YHWH  itu (wayakhneu et bet YHWH) (1Raj 8:63 )

Untuk pentahbisan rumah Tuhan ini (lehaqrivu khanukat bet Elaha denahmereka mempersembahkan lembu jantan seratus ekor, domba jantan dua ratus ekor dan anak domba empat ratus ekor; juga kambing jantan sebagai korban penghapus dosa bagi seluruh orang Israel dua belas ekor, menurut bilangan suku Israel. (Ezr 6:17)

BERDOALAH UNTUK KEDAMAIAN YERUSALEM

Posted by Teguh Hindarto


Refleksi Mazmur 122:6-9

Konflik Israel dengan Hamas kembali meletus. Israel akhirnya melakukan serangan udara dan darat bertubi-tubi selama beberapa hari ini ke wilayah Gaza, dimana Hamas berada. Kompas melaporkan, “Sedikitnya tiga warga Israel tewas dan 20 orang lainnya luka-luka akibat serangan roket Palestina. Di pihak Palestina telah jatuh korban 90 orang tewas dan 740 orang luka-luka”[1]. Bagaimana Kekristenan harus bersikap terhadap konflik yang tiada henti antara Israel dengan negara-negara Arab sekitarnya khususnya dengan Hamas yang saat ini memerintah di Gaza?

Mengapa pertanyaan ini perlu diajukan? Karena dalam konflik Israel Palestina khususnya di Gaza, ada juga umat Kristen yang menjadi korban di sana[2]. Mengapa pertanyaan ini diajukan? Karena kita menerima warisan iman dari leluhur Israel (Yoh 4:22) sehingga Yerusalem, Israel, Kekristenan dalam sudut pandang keimanan dan kesejarahan adalah satu kesatuan. Namun dengan adanya konflik politis yang tiada akhir antara Israel dan Palestina dimana ada banyak umat Kristen yang menjadi korban di dalamnya, menuntut sebuah penilaian yang seksama. Melalui tulisan ini saya akan membagikan sebuah perspektif khususnya bagi umat Kristiani agar dapat menentukan sikapnya.

Sebelum kita menjawab pertanyaan tersebut, kita akan memberikan eksposisi mengenai Israel dan Yerusalem kuno sesuai dengan kesaksian Kitab TaNaKh dan Kitab Perjanjian Baru. Mengapa? Agar kita memiliki pemahaman berimbang mengenai Yerusalem dan Israel menurut Kitab Suci. Kita tidak akan memberikan penilaian mengenai Yerusalem dan Israel berdasarkan opini belaka dan bukan berdasarkan tekanan pihak tertentu dalam mencitrakan Yerusalem dan Israel

YERUSALEM: KOTA YANG DIPILIH YAHWEH


Tuhan Yahweh, Sang Pencipta, memberikan identifikasi mengenai Yisrael dimana Yerusalem sebagai pusat pemerintahan dan penyembahan, sbb:

Bangsa yang dipilih Yahweh (Yes 14:1)

Sebab Yahweh akan menyayangi Yakub dan akan memilih Israel sekali lagi dan akan membiarkan mereka tinggal di tanah mereka, maka orang asing akan menggabungkan diri kepada mereka dan akan berpadu dengan kaum keturunan Yakub.

Kekasih Yahweh (Rm 11:28)

Mengenai Injil mereka adalah seteru Tuhan oleh karena kamu, tetapi mengenai pilihan mereka adalah kekasih Tuhan oleh karena nenek moyang

Putra Sulung Yahweh (Kel 4:22)

Maka engkau harus berkata kepada Firaun: Beginilah firman Yahweh: Israel ialah anak-Ku, anak-Ku yang sulung

Kebun Anggur Yahweh (Yes 5:7)

Sebab kebun anggur Yahweh semesta alam ialah kaum Israel, dan orang Yehuda ialah tanam-tanaman kegemaran-Nya; dinanti-Nya keadilan, tetapi hanya ada kelaliman, dinanti-Nya kebenaran tetapi hanya ada keonaran

Biji Mata Yahweh (Zak 2:8)

Sebab beginilah firman Yahweh semesta alam, yang dalam kemuliaan-Nya telah mengutus aku, mengenai bangsa-bangsa yang telah menjarah kamu -- sebab siapa yang menjamah kamu, berarti menjamah biji mata-Nya “

Dipercayakan Firman Yahweh (Mzm 147:19, Rm 3:2)

Ia memberitakan firman-Nya kepada Yakub, ketetapan-ketetapan-Nya dan hukum-hukum-Nya kepada Israel. Ia tidak berbuat demikian kepada segala bangsa, dan hukum-hukum-Nya tidak mereka kenal. Haleluya!”

Perantara berkat bagi manusia di bumi (Kej 12:3)

Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat

Perantara keselamatan bangsa-bangsa melalui Mesias yang secara manusia diturunkan dari suku Yehuda (Yoh 4:22)

Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang kami kenal, sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi

SIAPAKAH METATRON ITU?

Posted by Teguh Hindarto





Diskusi mengenai siapakah Metatron tidak bisa dilepaskan dari pembacaan teks Keluaran 23: 20-21 sbb, "Sesungguhnya Aku mengutus seorang malaikat berjalan di depanmu, untuk melindungi engkau di jalan dan untuk membawa engkau ke tempat yang telah Kusediakan. Jagalah dirimu di hadapannya dan dengarkanlah perkataannya, janganlah engkau mendurhaka kepadanya, sebab pelanggaranmu tidak akan diampuninya, sebab nama-Ku ada di dalam dia”.

Kita akan mencermati frasa Ibrani שׁמי בקרבו (shemi beqirbi). Targum Aramaik Onkelos menerjemahkan dalam bahasa Aramaik hyrEm.yme ymivbi (bishmi meymreh) dalam terjemahan Bahasa Inggris “for in My Name are His words” (karena dalam Nama-Ku ada Firman-Nya).

Teologi Kristen memberi interpretasi mengenai hal ini sebagai cara YHWH menyatakan dirinya yang biasa disebut dengan bahasa teologi, “Theophany”. DR.Harun Hadiwijono mengatakan ada tiga macam cara Tuhan menyatakan dirinya sebelum Mesias lahir yaitu: (1) menampakkan diri dalam tanda-tanda yang menjadikan Israel tahun akan kehadiran Tuhan dalam bentuk “nyala api dalam semak” kepada Musa (Kel 3:2), dalam “tiang awan” dan “tiang api” (Kel 13:21), dalam “guruh dan kilat di atas Gunung Sinai” (Kel 19:16-20), dalam “kemulyaan yang ditunjukkan di hadapan Musa” (Kel 33:20, kepada Gideon dalam wujud Malak YHWH (Hak 6), (2) menampakkan diri melalui muzizat-muzizat, (3) menampakkan diri melalui firman-Nya dalam bentuk penglihatan (Yes 6:8) dan mimpi (Kej 28:12-15), demikian uraian beliau dalam bukunya “Iman Kristen”[1]

Sementara itu Rabbi Moshe Yosef Koniuchowsky seorang Messianic Jewish memberikan komentar pada catatan kakinya sbb: “The Young Man Metatron has YHWH’s Name and can pardon Yisrael sin. This man has to be His pre-incarnate Son”[2] (Orang Muda itu adalah Metatron yang memiliki nama YHWH dan dapat mengampuni dosa Israel. Orang ini adalah pra inkarnasi Sang Putra).

Mengenai Yesus Sang Mesias sebagai Metatron, Rabbi Moshe Yosef Koniuchowsky memberikan penjelasan sbb: “Throughout the Old Testament, it is YHWH the Greater always sending YHWH the lesser as YHWH the Lesser, Yahshua, is known as many things from the Messengger of YHWH to the Captain of YHWH’s Host, to YHWH’s face to the young man Metatron, to the Word/Memra of YHWH[3] (Sepanjang Perjanjian Lama, bahwa YHWH yang lebih besar selalu mengutus YHWH yang lebih kecil sebagai YHWH yang lebih kecil  yaitu Yahshua yang dikenal dengan banyak bentuk mulai dari Utusan YHWH, Panglima YHWH Yang Maha Tinggi, sampai kepada wajah YHWH kepada orang muda yaitu Metatron, Sang Firman/Memra YHWH).

Persoalannya, siapakah “Metatron” itu? Benarkah “Metatron” adalah Pra Inkarnasi Yesus? Dalam TaNaK (Torah, Neviim, Kethuvim) tidak ada satupun ayat yang menyinggung dan menyebutkan mengenai nama “Metatron”. Nama ini merupakan interpretasi para rabi Talmudik dan tokoh-tokoh Kabalis terhadap sejumlah ayat dalam TaNaKh yang menyinggung keberadaan Malak YHWH (Kej 18:1-2; 19:1; 22:1).

Rev. Sam Stern, mengulas berbagai kontroversi asal-usul dan makna nama “Metatron”, sbb: “According to Jewish scholars’ statements, it could come from the Hebrew matara, which means "keeper of the watch;" from the Hebrew cabalistic term metator, which means "guide or messenger" or from two Greek words, meta thronos, which mean "one who serves behind the throne." The Jewish sages do not present a unified opinion regarding the etymology of the name Metatron”[4](Menurut pernyataan-peryataan para sarjana Yahudi, nama itu mungkin berasal dari kata Ibrani ‘matara’ yang bermakna “penjaga yang senantiasa mengawasi”; ada juga yang mengusulkan dari istilah Ibrani yang bernuansa kabalistik ‘metator’ yang bermakna “pembimbing atau penuntun’, ada juga yang menghubungkan dengan kata-kata Yunani ‘meta’ dan ‘thronis’ yang bermakna ‘seseorang yang melayani di samping tahta’. Para sarjana Yahudi tidak ada kesamaan pandangan berkaitan dengan etimologi nama Metatron)

APAKAH YESUS KRISTUS ADALAH YHWH? (3)

Posted by Teguh Hindarto



DISKUSI SHEM TOV (TEGUH HINDARTO)  DENGAN ALBERT RUMAMPUK 

SERI 3 (25 Oktober 2012)

Shem Tov:
Anda tidak memberikan sanggahan sebagaimana mestinya. Anda tidak menyanggah analisis saya mengenai logika alur pernyataan antara kata ganti orang pertama (Aku akan menumbuhkan Tunas adil bagi Daud) dan kata ganti orang ketiga (Ia akan memerintahsebagai raja yang bijaksana dan akan melakukan keadilan dan kebenaran di negeri). Anda mengabaikan frasa וזה־שׁמו אשׁר־יקראו יהוה צדקנו (weze shemo asyer yiqreo YHWH Tsidqenu) dan inilah namanya yang diberikan orang kepadanya: YHWH keadilan kita) dan mengklaim bahwa itu nama yang diberikan oleh YHWH sendiri padahal yang benar itu adalah SEBUTAN atau PENAMAAN yang diberikan oleh orang. Bukankah saya sudah katakan bahwa frasa ini setara dengan ungkapan “wayiqra shemo” (namanya disebutkan, Yes 9:5). Pernyataan tersebut memprediksikan bahwa orang-orang yang mengalami lawatan Mesias akan menyebutkan dengan nama dan tindakan YHWH dengan sebutan “YHWH Tsidkenu”, “El Gibor”, “Avi Ad”, “Shar Shalom” dll. Namun bukan bermakna bahwa yang datang adalah YHWH sendiri melainkan Firman-Nya yang menjadi manusia (Yoh 1:1, 14) yang disebut Mesias dan Anak Tuhan (Mat 16:16). 

Anda berusaha memfokuskan pada definisi nama yang menunjuk pada pribadi pemilik nama namun tidak jujur dan jeli melihat konteks ayat dan diperbandingkan dengan ayat-ayat lain dalam PB yang menunjuk hakikat Mesias yang adalah Sang Firman yang menjadi manusia.

Anda berkata, “Mungkin anda katakan bahwa itu adalah ‘sebutan orang’ bukan sebutan YHWH, tetapi pernahkan anda membaca sepanjang Kitab Suci penolakan YHWH terhadap ‘sebutan’ itu? Tidak! Orang-orang Yahudi (para muridNya) menyebutnya Allah / THEOS, Tuhan / KIRIOS, bahkan Bapa sendiri menyebutnya THEOS (Ibr 1:8, dsb)”. Yang mengatakan itu bukan saya melainkan KONTEKS AYAT itu sendiri. Perhatikan dan jujurlah, jangan asal menjawab. Apalagi pertanyaan Anda di atas sangat konyol dan menggelikan, “pernahkan Anda membaca sepanjang Kitab Suci penolakkan YHWH terhadap sebutan itu?” Anda menanyakan sesuatu yang memang tidak pernah dituliskan dalam Kitab TaNaKh dan Perjanjian Baru. Hanya orang yang berpura-pura bodoh atau memang tidak pandai menganalisis ayat atau tidak jujur terhadap ayat tersebut, sehingga harus melakukan pertanyaan naif tersebut.

Kutipan Ibrani 1:8 yang Anda sitir tidak menunjuk pada Yeremia 23:5-6 melainkan Mazmur 45:7-8. Jadi tidak relevan dipakai sebagai pembuktian. Lihat lagi penjelasan saya dalam diskusi terdahulu yang mengulas Ibrani 1:8. Jangan mengulang-ulang apa yang sudah dibahas dan disanggah.

Saya geli melihat tingkah dan ucapan Anda, “Disini saya sedang menekankan / membuktikan bahwa ‘Yesus adalah Yahweh’ menurut Yer 23:5-6. Silahkan anda bantah bahwa Yesus bukan YHWH melalui ayat yang sama”. Saya sudah menyampaikan argumentasi logis berdasarkan analisis teks dan konteks dan Anda tidak berhasil menyanggahnya dan asal saja dalam menjawab.
-----------
Albert Rumampuk:
Kata-kata ‘Tunas adil bagi Daud’ menunjuk pada Yesus Kristus yang adalah ‘keturunan Daud’. Menurut saya, ini adalah termasuk nubuatan kehadiran ‘manusia Yesus’ di dunia. Jika anda membedakan kedua oknum tersebut (YHWH dan manusia Yesus), itu tak jadi soal karena Yesus memang adalah manusia yang ‘ditumbuhkan’ YHWH. Tetapi apakah setelah inkarnasi Yesus hanyalah seorang manusia saja? Tidak! Yer 23:5-6 menjelaskan bahwa Dia disebut sebagai YHWH. Jadi, ayat ini sebetulnya bukan hanya menubuatkan kehadiran seorang manusia, namun juga kehadiran YHWH sendiri. Anda tekankan frasa “shemo” (namanya) bukan “shemi” (nama-Ku) dan menekankan bahwa itu menunjuk pada pihak ketiga bukan pihak pertama. Tetapi mengapa ‘namanya’ itu disebut dengan ‘YHWH keadilan kita?’ Jika Yesus bukan YHWH, mengapa Dia disebut YHWH? Sang Bapa (yang juga anda akui adalah YHWH) memang pribadi yang berbeda dengan Sang Tunas adil / Anak / Sang Firman. Tetapi bukan berarti Sang Firman itu bukan YHWH / Allah. 
------------ 
Shem Tov:
Anda membuat pernyataan yang kontradiktif

(1) Kata-kata ‘Tunas adil bagi Daud’ menunjuk pada Yesus Kristus yang adalah ‘keturunan Daud’. Menurut saya, ini adalah termasuk nubuatan kehadiran ‘manusia Yesus’ di dunia

(2) Jadi, ayat ini sebetulnya bukan hanya menubuatkan kehadiran seorang manusia, namun juga kehadiran YHWH sendiri

Pernyataan kontradiktif ini muncul dikarenakan Anda gagal dan belum mampu memahami secara jujur konteks perikop yang sudah saya jelaskan dan analisis secara panjang lebar dan gamblang dimana Anda tidak menyanggahnya sama sekali sebagaimana saya telah katakan sebelumnya:

“Anda mengabaikan frasa וזה־שׁמו אשׁר־יקראו יהוה צדקנו (weze shemo asyer yiqreo YHWH Tsidqenu) dan inilah namanya yang diberikan orang kepadanya: YHWH keadilan kita) dan mengklaim bahwa itu nama yang diberikan oleh YHWH sendiri padahal yang benar itu adalah SEBUTAN atau PENAMAAN yang diberikan oleh orang. Bukankah saya sudah katakan bahwa frasa ini setara dengan ungkapan “wayiqra shemo” (namanya disebutkan, Yes 9:5). Pernyataan tersebut memprediksikan bahwa orang-orang yang mengalami lawatan Mesias akan menyebutkan dengan nama dan tindakan YHWH dengan sebutan “YHWH Tsidkenu”, “El Gibor”, “Avi Ad”, “Shar Shalom” dll. Namun bukan bermakna bahwa yang datang adalah YHWH sendiri melainkan Firman-Nya yang menjadi manusia (Yoh 1:1, 14) yang disebut Mesias dan Anak Tuhan (Mat 16:16)”

Yang mengherankan, Anda bisa membuat pernyataan yang mengacaukan mengenai relasi ontologis Sang Bapa dan Sang Anak dengan membuat pernyataan, “Jika anda membedakan kedua oknum tersebut (YHWH dan manusia Yesus), itu tak jadi soal karena Yesus memang adalah manusia yang ‘ditumbuhkan’ YHWH”. Perhatikan frasa MANUSIA YANG DITUMBUHKAN YAHWEH! Bagaimana mungkin manusia Yesus yang ditumbuhkan Yahweh adalah Yahweh sendiri?

Lebih memprihatinkan lagi pertanyaan Anda, “Tetapi apakah setelah inkarnasi Yesus hanyalah seorang manusia saja? Tidak! Yer 23:5-6 menjelaskan bahwa Dia disebut sebagai YHWH” Bagaimana mungkin Anda membuat pernyataan dari dua ayat yang berbeda konteksnya? Dalam ilmu logika, dua pernyataan di atas (A dan B benar) namun tidak ada hubungan sebab akibat. Yohanes 1:14 berbicara mengenai FIRMAN YANG MENJADI MANUSIA bukan YAHWEH YANG MENJADI MANUSIA. Yeremia 23:5-5 berbicara mengenai Yahweh yang akan membangkitkan Tunas Adil bukan membangkitkan diri-Nya sendiri. Dan Tunas Adil itu akan dinamai orang dengan sebutan “Yahweh Keadilan kita”. Pernyataan ini setara dengan nubuatan dalam Yesaya 7:14 dimana kehadiran Mesias akan disebut dengan “Imanuel” yang artinya “Tuhan beserta dan berada diantara kita”.

Seluruh pernyataan di atas tidak akan dipahami dengan baik jika tidak mengkaji Yohanes 1:1-18 dengan baik. Yohanes 1;1-18 dengan tegas bahwa yang menjadi manusia adalah Firman Yahweh yang kedudukannya sehakikat, sederajat, melekat dengan Yahweh itu sendiri. Bukankah Sang Firman tidak diciptakan melainkan alat penciptaan (Kej 1:3, Mzm 33:6, Yoh 1:3, 1 Kor 8:6)? Oleh karenanya Sang Firman itu kekal, sederajat, melekat bersama dengan Tuhan Yahweh.

Albert Rumampuk:
Saya meyakini Yesus adalah YHWH, bukan hanya dari sebutan ‘YHWH keadilan kita’ saja, tetapi konteks juga menjelaskan demikian. Silahkan perhatikan ayat 5b, disitu disebutkan bahwa Sang Tunas adil tersebut akan memerintah dengan bijaksana dan melakukankeadilan dan kebenaran. KJV menterjemahkan bahwa raja tersebut akan melaksanakan penghakiman dan keadilan di bumi. Ayat 6a menyebutkan Yehuda akan dibebaskan dan Israel akan hidup dengan tentram. Baik KJV maupun NIV menterjemahkan bahwa Yehuda akan diselamatkan dan Israel akan aman. Semua hal ini memang tak bisa dimaknai secara literal tetapi harus secara ‘rohani’. Pertanyaannya adalah siapakah pribadi yang bisa memerintah dengan bijaksana, melakukan penghakiman dan keadilan dibumi dan bahkan menyelamatkan? Tidak bisa tidak, ini hanya bisa diterapkan untuk YHWH sendiri!
------------- 
Shem Tov:
Anda hanya melandaskan dalil dengan membuat pararelisasi yang lemah. Jika dalil pararelisasi apa yang dikerjakan Yahweh dikerjakan Yesus maka Yesus adalah Yahweh, mengapa Elisha yang membangkitkan orang mati tidak disebut Tuhan Yahweh dikarenakan hanya Yahwehlah yang mampu membangkitkan orang mati? Apakah jika seseorang bisa melakukan apa yang orang lain lakukan dalam detail lalu kita dapat menyimpulkan bahwa keduanya adalah orang yang sama?

Pararelisasi antara apa yang dilakukan Yahweh dan yang dilakukan Yesus hanya dapat dipahami secara utuh dengan membaca di bawah terang Yohanes 1:1-18 dimana difokuskan pada Sang Firman yang menjadi manusia. Tidak mengherankan jika Sang Firman yang menjadi manusia kemudian membuat pernyataan keilahian seperti “Akulah Terang Dunia”, “Akulah Jalan, Kebenaran, Hidup”, “Akulah Roti Hidup”, “Akulah Alfa Omega” dikarenakan Yesus kedudukan keilahiannya sebagai Sang Firman yang setara, sehakikat, sederajat dengan Sang Bapa yaitu Yahweh sendiri.

Demikian pula tindakan pararelisasi Yesus dengan Yahweh dalam hal aktifitas mukjizat, kuasa mengampuni dosa, dll hanya dapat dimengerti dalam terang Yohanes 1:1-18. Kuasa yang dimiliki Yesus tersebut bukan dikarenakan Yesus adalah Yahweh melainkan Firman Yahweh yang sehakikat dengan Yahweh yang memiliki kuasa yang sama dengan Yahweh.

Albert Rumampuk:
Pemahaman saya ini tentu cocok dengan Yoh 1:1,14 yang menegaskan bahwa yang datang kedunia itu adalah Sang Firman, bukan sekedar ‘Firman YHWH’ dalam arti ‘kata-kata YHWH’. Menurut pengakuan Yohanes, Sang Firman itu adalah THEOS / Allah sendiri.
------------- 
Shem Tov:
Lha? Anda malah membuat pernyataan kontradiktif lagi. Menurut tafsiran Anda yang datang adalah Yahweh sendiri. Namun sekarang Anda MULAI MENGAKUI tafsiran saya bahwa yang datang adalah Firman Yahweh? Anda perlu banyak belajar lagi mengenai frasa, “FIRMAN ITU ADALAH TUHAN (THEOS/ELOHIM/ALAHA/GOD). Itu artinya Firman itu bukan mahluk ciptaan melainkan seesensi dengan Tuhan. Firman itu bisa dibedakan dengan Tuhan Yahweh, terbukti ada frasa FIRMAN ITU BERSAMA-SAMA DENGAN TUHAN. Namun demikian Firman itu tidak bisa dilepaskan dari Tuhan Yahweh, terbukti ada frasa, FIRMAN ITU ADALAH TUHAN. Namun jika Tuhan Yahweh yang menjadi manusia – sebagaimana anggapan Anda- maka Yohanes 1:14 seharusnya berbunyi, “Tuhan itu telah menjadi manusia dan berdiam diantara kita”. Faktanya tidak bukan? Yohanes 1:14 berbunyi, “Firman itu telah menjadi manusia dan berdiam diantara kita”

Albert Rumampuk:
Lagi-lagi anda tak bisa membantah definisi ‘nama’ yang bagi budaya Yahudi menunjuk pada diri / pribadi yang bersangkutan. Saya sudah menunjukkan konteks ayat tersebut dan membandingkannya dengan Yoh 1:1. Sekarang bagaimana dengan istilah ‘nama’ di zaman Kitab Suci yang adalah pribadi itu sendiri? Bukankah anda setuju? Jika setuju, mengapa menolak Yesus adalah YHWH? Anda tak bisa menunjukkan bantahan YHWH terhadap ‘sebutan YHWH’ bagi Yesus, ini bukti bahwa Yesus memang adalah YHWH. 
--------------- 
Shem Tov:
Sudahlah....jangan mempermalukan diri sendiri dengan mengutip gaya berdebat saya dan bertingkah seolah-olah Anda cerdas dan analitis dengan membuat pertanyaan memalukan seperti di atas. Sudah saya jelaskan bahwa nama memang menunjuk pada pribadi. Namun Anda berusaha memfokuskan pada definisi nama yang menunjuk pada pribadi pemilik nama namun tidak jujur dan jeli melihat konteks ayat dan diperbandingkan dengan ayat-ayat lain dalam PB yang menunjuk hakikat Mesias yang adalah Sang Firman yang menjadi manusia. Anda mengabaikan frasa וזה־שׁמו אשׁר־יקראו יהוה צדקנו (weze shemo asyer yiqreo YHWH Tsidqenu) dan inilah namanya yang diberikan orang kepadanya: YHWH keadilan kita) dan mengklaim bahwa itu nama yang diberikan oleh YHWH sendiri padahal yang benar itu adalah SEBUTAN atau PENAMAAN yang diberikan oleh orang. Anda berusaha membatasi definisi nama menunjuk pada pribadi namun tidak melihat konteks pemberian nama tersebut oleh siapa dan apa artinya. Berdasarkan konteksnya, nama yang diberikan orang tersebut BUKAN menunjuk pada pribadi yang akan mengutus Mesias yaitu Sang Tunas Adil melainkan bagian dari keilahian-Nya yaitu Sang Firman yang menjadi manusia

Albert Rumampuk:
Istilah YHWH dalam PB tentu diganti atau disebut dengan THEOS bahkan KURIOS. Ibr 1:8 menyebutkan bahwa Bapa yang adalah YHWH / THEOS itu sendiri menyebut Yesus sebagai THEOS / Allah. Anda (juga kaum Saksi Yehovah / Unitarian) memang bingung dengan fakta ini dan mungkin katakan ‘tidak mungkin ada 2 THEOS / YHWH’. Tetapi ini memang tidak menunjukkan adanya 2 YHWH / THEOS, tetapi bahwa pribadi Bapa dan pribadi Anak mempunyai satu esensi: YHWH / THEOS. Jadi, Ibr 1:8 tetap relevan digunakan untuk menafsirkan Yer 23:5-6.
------------- 
Shem Tov:
Interpretasi kacau balau dan semrawut!

Bagaimana mungkin jika Tuhan YHWH Sang Bapa Surgawi menyuruh malaikat menyembah Yesus kemudian disimpulkan bahwa Yesus adalah Tuhan? Apakah jika Hamengkubuwono IX memiliki anak bernama Herjuno Derpito (yang sekarang menjadi Hamengkubuwono X) dan keduanya menerima penyembahan dari kawulannya atau saat Sang Raja memerintahkan pengawalnya menyembah putra raja apakah itu membuktikan bahwa Herjuno Derpito adalah Raja dan Hamengkubuwono IX? Gunakan akal sehat dan bukan hanya iman yang sehat. Bukankah sudah saya jelaskan berulang kali bahwa penyembahan terhadap diri Yesus bahkan dalam kasus Ibrani 1:6 ditujukan karena Yesus adalah Anak Tuhan yaitu Sang Firman yang setara, sehakikat, sederajat dengan Tuhan?

Ibrani 1:8, “Tetapi tentang Anak Ia berkata: "Takhta-Mu, ya Allah, tetap untuk seterusnya dan selamanya, dan tongkat kerajaan-Mu adalah tongkat kebenaran” (terjemahan LAI). Pernyataan dalam Ibrani 1:8 adalah kutipan dari Mazmur 45:6-7. Penulisnya adalah Daud. Penulis Ibrani memberikan interpretasi bahwa Mazmur 45:6-7 menunjuk pada Anak Tuhan bukan bermakna bahwa sang Anak dijuluki Tuhan (atau jika mengikuti terjemahan LAI menjadi Allah). A. Cohen dalam Soncino Hebrew and English edition of the Hebrew Bible khususnya mengenai artikel berjudul Psalm menyatakan bahwa “This Psalm came to be understood as referring to King Messiah...”(p.140). Pada halaman yang sama beliau memberikan komentar mengenai frasa “Your throne, O God” sbb: “The Hebrew is difficult. A.V. (Authorized Version) and R.V. (Revised Version), ‘Thy throne, O God’ appears to be the obvious translation but does not suit the context”. Di mata penafsir Yahudi sendiri diakui bahwa memang Mazmur 45:6-7 menunjuk pada Mesias sekalipun mereka menolak keilahian Mesias sebagaimana komentar di atas. Anda harus membedakan bahwa frasa “TETAPI TENTANG ANAK IA BERKATA” adalah interpretasi penulis Kitab Ibrani dan penulis Kitab Ibrani bukan hendak mengatakan bahwa sapaan Mesias adalah Elohim/Theos/God (Tuhan) melainkan mengutip Mazmur 45:6-7 yang sejak lampau dipahami sebagai nubuat untuk Mesias, sebagaimana Yesaya 9:5.

Shem Tov:
Diskusi yang menjemukan. Apakah Anda tidak membaca analisis teks dan konteks yang saya lakukan, sehingga harus melarikan diri dengan menggunakan argumentasi soal definisi nama menunjuk pada pribadi? Itu sudah jelas saya amini. Namun yang menjadi persoalannya Anda tidak jujur atau tidak mau tahu bahwa frasa “shemo...yiqreo” (namanya...disebutkan orang) bukan menunjuk pada klaim YHWH melainkan klaim orang-orang yang berjumpa dengan tokoh tersebut kelak. Inipun setara dengan frasa “wayiqra shemo’ (Yes 9:5). 

Anda bertanya, “Coba dijelaskan lebih lanjut, ‘sifat keilahian dan karakter’ yang bagaimana yang anda maksudkan? Jika anda memaksudkan bahwa itu menunjuk pada ’kesetaraan / kesehakikatan dengan YHWH’ dan bahwa tokoh yang dinubuatkan itu ‘tidak dicipta’, lalau siapakah dia? Dapatkah sesuatu yang bukan YHWH itu sendiri bisa setara / sehakikat dengan YHWH? Jika tokoh itu tidak dicipta, bukankah berarti bahwa dia adalah YHWH itu sendiri?” Sebuah pertanyaan menggelikan yang tidak merepresentasikan penguasaan dan pemahaman Kristologi secara utuh. Bukankah sudah jelas dari kesaksian Yohanes 1:1 bahwa Firman itu bersama dengan Tuhan yang bermakna Firman itu setara, sehakikat, sederajat dengan Tuhan? Bagaimana mungkin Anda membuat pernyataan, “Jika tokoh itu tidak dicipta, bukankah berarti bahwa dia adalah YHWH itu sendiri?” Anda bukan saja gagal dalam memahami teks dan konteks Yeremia 23:5-6, Anda juga gagal memahami teks dan konteks Yohanes 1:1. Jika Sang Firman itu setara, sehakikat, sederajat, maka konsekwensi logisnya Sang Firman itu kekal bersama YHWH. Dan Kitab Suci memberikan kesaksian bahwa Sang Firman adalah Daya Cipta Tuhan (Kej 1:3, Mzm 33:6, Yoh 1:3). Apakah menutut Anda Firman itu diciptakan, sehingga Anda harus bertanya, ““Jika tokoh itu tidak dicipta, bukankah berarti bahwa dia adalah YHWH itu sendiri?”
-----------------
Albert Rumampuk:
Teks dan konteks yang anda paparkan sudah saya bantah diatas, demikian pula dengan kata-kata ‘namanya...disebutkan orang’. Sekarang giliran anda membantah bantahan saya, supaya tidak terlihat menjemukan.
--------------- 
Shem Tov:
Anda memang membantah dengan metode asal bicara dan membantah namun gagal membuktikan penjelasan saya berdasarkan konteksnya sebagaimana saya jelaskan sebelumnya:

“Anda tidak memberikan sanggahan sebagaimana mestinya. Anda tidak menyanggah analisis saya mengenai logika alur pernyataan antara kata ganti orang pertama (Aku akan menumbuhkan Tunas adil bagi Daud) dan kata ganti orang ketiga (Ia akan memerintah sebagai raja yang bijaksana dan akan melakukan keadilan dan kebenaran di negeri). Anda mengabaikan frasa וזה־שׁמו אשׁר־יקראו יהוה צדקנו (weze shemo asyer yiqreo YHWH Tsidqenu) dan inilah namanya yang diberikan orang kepadanya: YHWH keadilan kita) dan mengklaim bahwa itu nama yang diberikan oleh YHWH sendiri padahal yang benar itu adalah SEBUTAN atau PENAMAAN yang diberikan oleh orang. Bukankah saya sudah katakan bahwa frasa ini setara dengan ungkapan “wayiqra shemo” (namanya disebutkan, Yes 9:5). Pernyataan tersebut memprediksikan bahwa orang-orang yang mengalami lawatan Mesias akan menyebutkan dengan nama dan tindakan YHWH dengan sebutan “YHWH Tsidkenu”, “El Gibor”, “Avi Ad”, “Shar Shalom” dll. Namun bukan bermakna bahwa yang datang adalah YHWH sendiri melainkan Firman-Nya yang menjadi manusia (Yoh 1:1, 14) yang disebut Mesias dan Anak Tuhan (Mat 16:16)”.


Albert Rumampuk:
Yoh 1:1 mencatat bahwa Sang Firman yang adalah Yesus itu adalah Allah sendiri. Dalam diskusi sebelumnya, anda menafsirkan frasa ‘Firman itu adalah TUHAN’ dalam Yoh 1:1 hendak menjelaskan bahwa Sang Firman bukan ciptaan melainkan memiliki kesehakikatan dengan YHWH Sang Bapa Tuhan Pencipta. Benar bahwa konteks menjelaskan bahwa Sang Firman bukanlah ciptaan melainkan pencipta (ayat 3). Konteks juga menjelaskan bahwa Dia kekal, bukan hanya kemasa depan, bahkan ke masa lampau (ayat 1a). Dua hal ini hanya bisa diterapkan untuk Allah / YHWH seorang saja. Karena Sang Firman / Yesus memiliki kedua atribut ini, membuktikan bahwa kata ‘THEOS / Allah’ yang dimaksudkan di ayat tersebut bukan hanya sekedar menunjuk pada sesuatu yang ‘bersifat ilahi’ (tafsiran Unitarian) atau ‘suatu allah / allah kecil’ (tafsiran Saksi Yehovah), tetapi bermakna TUHAN yang sesungguhnya.
------------- 
Shem Tov:
Sejak kapan saya mengakui doktrin Saksi Yehuwah mengenai Yesus adalah “suatu firman?” Bacalah artikel sanggahan saya terhadap Saksi Yehuwa dan BERHENTILAH memaksakan opini Anda bahwa argumen saya adalah argumen Saksi Yehuwah!

http://teguhhindarto.blogspot.com/2011/05/menghadapi-saksi-saksi-yehuwa.html 

Anda belum terbiasa membaca Kristologi dari perspektif Semitik Yudaik dan Kekristenan Timur (Syria) mengenai hubungan Tuhan dan Firman-Nya, sehingga Anda terus menerus membuat pernyataan berdasarkan pararelisasi antara apa yang dilakukan Yesus adalah apa yang juga dilakukan oleh Yahweh dan saya sudah membuktikan kelemahan dalil pararelisasi ini tanpa memahami Yohanes 1:1-18 dengan baik

Sang Firman tidak bisa disamakan begitu saja dengan Tuhan namun tidak bisa begitu saja dibedakan dengan Tuhan. Dengan ungkapan, “Firman itu bersama-sama dengan Tuhan” (Yoh 1:1) bermakna Firman itu dibedakan dengan Tuhan. Sementara ungkapan “Firman itu adalah Tuhan”(Yoh 1:1) bermakna bahwa Sang Firman itu sehakikat, setara, sederajat, melekat dengan Tuhan Yahweh. Karena Firman itu setara, sehakikat, sederajat, melekat dengan Tuhan, maka Firman Tuhan tentu saja kekal dan tidak diciptakan. Sebaliknya, Firman Tuhan adalah Daya Cipta Tuhan darimana segala sesuatu ada (Kej 1:3, Mzm 33:6, Yoh 1:3, Ibr 1:3).

Yohanes 1:14 dengan tegas mengatakan bahwa “Sang Firman telah menjadi manusia”. Ayat tersebut tidak mengatakan bahwa yang menjadi manusia adalah Tuhan Yahweh melainkan Firman Tuhan Yahweh.

Albert Rumampuk:
Tak ada apapun atau siapapun yang bisa mencipta alam semesta karena semuanya dicipta oleh YHWH. Dan tak ada seorangpun yang bisa hidup kekal dalam minus tak terhingga selain YHWH. Jika Yoh 1:1 dan 3 mengklaim bahwa Sang Firman / Anak adalah pribadi yang kekal dan pencipta segala sesuatu, maka Dia sudah pasti adalah Allah / YHWH. Jika anda terus berputar-putar tanpa bisa menjawabnya secara benar, maka silahkan tunjukkan pada saya siapa saja mahluk didunia ini (bahkan disurga) yang bisa setara / sederajat dengan YHWH dalam hal penciptaan dan kekekalan??
-------------- 
Shem Tov:
Pertanyaan Anda, “maka silahkan tunjukkan pada saya siapa saja mahluk didunia ini (bahkan disurga) yang bisa setara / sederajat dengan YHWH dalam hal penciptaan dan kekekalan??” tentu saja dengan mudah dijawab TIDAK ADA! Mengapa? Karena yang Anda tanyakan MAHLUQ. Mahluq adalah bahasa Arab yang artinya ciptaan dan dibedakan dengan KHALIQ. 

Nah, saya bertanya pada Anda. 

1. Yohanes 1:1-18 sedang membicarakan SIAPA? Tuhan Yahweh atau Sang Firman?
2. Apakah Firman itu diciptakan (mahluq)? Jika Firman diciptakan, dengan apa Firman diciptakan? Jika Firman tidak diciptakan, apakah Firman itu berdiri sendiri atau berada di dalam Tuhan Yahweh?
3. Apakah Firman itu sederajat, sehakikat atau dibawah Tuhan Yahweh derajatnya?

Shem Tov:
Tentu saja salah menyebut Yesus adalah Pencipta. Ayat yang Anda kutip (Kol 1:13) meletakkan frasa “di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu” sebagai penjelasan terhadap frasa “Gambar Tuhan” (Eikon tou Theou) dan “Anak-Nya”. Jadi Yesus adalah GAMBAR TUHAN dan ANAK TUHAN yang melaluinya diciptakan segala sesuatu. Namun tidak pernah para rasul menyebut secara langsung Yesus sebagai Pencipta, apalagi menyapa dengan julukan Theos/Elohim. Bukankah saya pun sudah mengulas secara panjang lebar aspek keilahian Yesus sebagai Sang Firman yang melaluinya segala sesuatu diciptakan? (1 Kor 8:6). Jika memang Yesus yang manusia disebut Pencipta, rasul Paul tidak akan membuat alur pernyataan berputar dan berjenjang seperti di atas dan dalam semua suratnya (1 Kor 8:6)
----------------
Albert Rumampuk:
Anda sendiri mengakui bahwa yang dimaksud dengan ‘gambar Allah’ dan ‘Anak Allah’ itu adalah Yesus sendiri. Ini tentu menunjuk Yesus saat ada di dunia. Ayat 1-4 sangat jelas bicara tentang Yesus (nama Yesus disebut secara eksplicit) dan di ayat 13, 14 dan 15, sebutan Yesus diganti dengan istilah ‘Anak Allah, ’sang penebus’ dan ‘gambar Allah’. Tentu saja tak perlu para rasul mengatakan ‘Yesus adalah pencipta segalanya’ untuk memastikan bahwa Yesus adalah pencipta, karena saat mereka menyinggung ‘Anak Allah’ atau ‘gambar Allah’ atau Sang penebus dosa sebagai pencipta, ini sama saja dengan mengatakan bahwa Yesus adalah pencipta! Hal ini semakin dipertegas dalam 1 Kor 8:6, “namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu YESUS KRISTUS, YANG OLEH-NYA SEGALA SESUATU TELAH DIJADIKAN dan yang karena Dia kita hidup.” 
------------ 
Shem Tov:
Anda GAGAL membuktikan frasa adanya YESUS PENCIPTA dalam keseluruhan Kitab Perjanjian Baru. Anda hanya membuat pernyataan berputar saja untuk berusaha mengartikan DI DALAM DIALAH DICIPTAKAN SEGALA SESUATU sebagai PENCIPTA tapi lupa bahwa sebutan Pencipta selalu ditujukan pada Yahweh Sang Bapa Surgawi dan Tuhan Alam Semesta sebagaimana dikatakan: 

“dan untuk menyatakan apa isinya tugas penyelenggaraan rahasia yang telah berabad-abad tersembunyi dalam Tuhan (Theos/Elohim/Alaha/God), yang menciptakan segala sesuatu” (Fil 3:9)

Anda juga lupa meletakkan kedudukan Sang Bapa dan Sang Putra dalam relasi keilahian sebagaimana dikatakan dalam 1 Korintus 8:6 sbb:

“ namun bagi kita hanya ada satu Tuhan (Theos/Elohim/Alaha/God) saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Junjungan Agung (Kurios/Adon/Marya) saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup.

APAKAH YESUS KRISTUS ADALAH YHWH? (2)

Posted by Teguh Hindarto


DISKUSI SHEM TOV (TEGUH HINDARTO)  DENGAN ALBERT RUMAMPUK 

SERI 2 (10 Oktober 2012)


Shem Tov:
Itu artinya YAHWEH sebagai pihak pertama (menggunakan pendekatan bahasa untuk masing-masing kata ganti diri) sedang berbicara mengenai pihak kedua (menggunakan pendekatan bahasa untuk masing-masing kata ganti diri). Untuk lebih jelasnya kita lihat sbb:

והקמתי לדוד צמח צדיק

(Wehaqimoti ledawid tsemakh tsadiq - Aku akan menumbuhkan Tunas adil bagi Daud)

Frasa “wehaqimoti” adalah bentuk Imperfek orang pertama dari kata “qum” (bangkit)

ומלך מלך והשׂכיל ועשׂה משׁפט וצדקה בארץ

(Umalak melek wehishkil weasha mishpat utsedaqa baarets - Ia akan memerintah sebagai raja yang bijaksana dan akan melakukan keadilan dan kebenaran di negeri). Frasa “umalak” adalah bentuk imperfek orang ketiga tunggal dari kata “melek” (raja).

Dari analisis kata dan konteks kalimat saja sudah jelas bahwa YHWH berbicara mengenai Mesias yang disebut Tunas Adil dari Daud. YHWH tidak berbicara mengenai diri-Nya yang akan menjadi manusia. 

Bahkan frasa וזה־שׁמו אשׁר־יקראו יהוה צדקנו (weze shemo asyer yiqreo YHWH Tsidqenu) dan inilah namanya yang diberikan orang kepadanya: YHWH keadilan kita) mempertegas siapa yang dimaksudkan dengan “YHWH Tsidqenu”. Bukan YHWH melainkan seseorang yang dinamai oleh banyak orang Israel dengan sebutan “YHWH Tsidqenu” yaitu Mesias sendiri. Perhatikan frasa “shemo” (namanya) BUKAN “shemi” (nama-Ku) sangat jelas menunjuk pada pihak ketiga bukan pihak pertama.
--------------
Albert Rumampuk:
Sudah jelas ini adalah nubuatan YHWH tentang Mesias yang akan memerintah. Tetapi nubuatnya tak berhenti disitu saja, namun dilanjutkan dengan pengakuan YHWH bahwa NAMANYA adalah YHWH keadilan kita. Dan ‘nama’ bagi budaya Yahudi adalah pribadi itu sendiri. Makanya orang Yahudi tak mau terima ayat ini untuk Yesus dan berusaha mencari raja-raja lain sebagai penggenapannya. Anda memisahkan antara ‘Sang tunas adil’ dan YHWH, dan menunjukkan bahwa keduanya berbeda. Tetapi jika demikian, mengapa YHWH menyebutnya sebagai YHWH keadilan kita? Mungkin anda katakan bahwa itu adalah ‘sebutan orang’ bukan sebutan YHWH, tetapi pernahkan anda membaca sepanjang Kitab Suci penolakan YHWH terhadap ‘sebutan’ itu? Tidak! Orang-orang Yahudi (para muridNya) menyebutnya Allah / THEOS, Tuhan / KIRIOS, bahkan Bapa sendiri menyebutnya THEOS (Ibr 1:8, dsb). Jangan terburu-buru membuat pernyataan “YHWH tidak berbicara mengenai diri-Nya yang akan menjadi manusia.” Karena sekalipun ini bisa berhubungan dengan inkarnasi, tetapi saya tidak sedang membahas hal itu dan tak akan gunakan ayat ini sebagai dasar inkarnasi YHWH / THEOS. Topik diskusinya yaitu ‘Apakah Yesus adalah Yahweh?’ Disini saya sedang menekankan / membuktikan bahwa ‘Yesus adalah Yahweh’ menurut Yer 23:5-6. Silahkan anda bantah bahwa Yesus bukan YHWH melalui ayat yang sama. Kesimpulan dari diskusi ini akan digunakan untuk menentukan apakah YHWH / Allah yang jadi manusia atau bukan.
------------------- 
Shem Tov:
Anda tidak memberikan sanggahan sebagaimana mestinya. Anda tidak menyanggah analisis saya mengenai logika alur pernyataan antara kata ganti orang pertama (Aku akan menumbuhkan Tunas adil bagi Daud) dan kata ganti orang ketiga (Ia akan memerintah sebagai raja yang bijaksana dan akan melakukan keadilan dan kebenaran di negeri). Anda mengabaikan frasa וזה־שׁמו אשׁר־יקראו יהוה צדקנו (weze shemo asyer yiqreo YHWH Tsidqenu) dan inilah namanya yang diberikan orang kepadanya: YHWH keadilan kita) dan mengklaim bahwa itu nama yang diberikan oleh YHWH sendiri padahal yang benar itu adalah SEBUTAN atau PENAMAAN yang diberikan oleh orang. Bukankah saya sudah katakan bahwa frasa ini setara dengan ungkapan “wayiqra shemo” (namanya disebutkan, Yes 9:5). Pernyataan tersebut memprediksikan bahwa orang-orang yang mengalami lawatan Mesias akan menyebutkan dengan nama dan tindakan YHWH dengan sebutan “YHWH Tsidkenu”, “El Gibor”, “Avi Ad”, “Shar Shalom” dll. Namun bukan bermakna bahwa yang datang adalah YHWH sendiri melainkan Firman-Nya yang menjadi manusia (Yoh 1:1, 14) yang disebut Mesias dan Anak Tuhan (Mat 16:16). 

Anda berusaha memfokuskan pada definisi nama yang menunjuk pada pribadi pemilik nama namun tidak jujur dan jeli melihat konteks ayat dan diperbandingkan dengan ayat-ayat lain dalam PB yang menunjuk hakikat Mesias yang adalah Sang Firman yang menjadi manusia. Anda berkata, “Mungkin anda katakan bahwa itu adalah ‘sebutan orang’ bukan sebutan YHWH, tetapi pernahkan anda membaca sepanjang Kitab Suci penolakan YHWH terhadap ‘sebutan’ itu? Tidak! Orang-orang Yahudi (para muridNya) menyebutnya Allah / THEOS, Tuhan / KIRIOS, bahkan Bapa sendiri menyebutnya THEOS (Ibr 1:8, dsb)”. Yang mengatakan itu bukan saya melainkan KONTEKS AYAT itu sendiri. Perhatikan dan jujurlah, jangan asal menjawab. Apalagi pertanyaan Anda di atas sangat konyol dan menggelikan, “pernahkan Anda membaca sepanjang Kitab Suci penolakkan YHWH terhadap sebutan itu?” Anda menanyakan sesuatu yang memang tidak pernah dituliskan dalam Kitab TaNaKh dan Perjanjian Baru. Hanya orang yang berpura-pura bodoh atau memang tidak pandai menganalisis ayat atau tidak jujur terhadap ayat tersebut, sehingga harus melakukan pertanyaan naif tersebut.

Kutipan Ibrani 1:8 yang Anda sitir tidak menunjuk pada Yeremia 23:5-6 melainkan Mazmur 45:7-8. Jadi tidak relevan dipakai sebagai pembuktian. Lihat lagi penjelasan saya dalam diskusi terdahulu yang mengulas Ibrani 1:8. Jangan mengulang-ulang apa yang sudah dibahas dan disanggah.

Saya geli melihat tingkah dan ucapan Anda, “Disini saya sedang menekankan / membuktikan bahwa ‘Yesus adalah Yahweh’ menurut Yer 23:5-6. Silahkan anda bantah bahwa Yesus bukan YHWH melalui ayat yang sama”. Saya sudah menyampaikan argumentasi logis berdasarkan analisis teks dan konteks dan Anda tidak berhasil menyanggahnya dan asal saja dalam menjawab.

Shem Tov:
Penggambaran Yesaya 9:5, sebagaimana Yeremia 23:5-6 lebih menunjukkan SIFAT KEILAHIAN dari tokoh yang dinubuatkan dan KARAKTER yang melekat pada tokoh tersebut (Band Mikh 5:1). Bukankah dengan membaca di bawah terang Yohanes 1:1-18 menjadi jelas bahwa tokoh yang dinubuatkan itu memiliki sifat keilahian karena dia tidak diciptakan sekalipun dilahirkan (genetum non factum) karena dia adalah perwujudan Sang Firman yang setara, sehakikat, sederajat, melekat dengan YHWH.

Dengan saya bertanya, “ Sebagaimana Mesias yang dinubuatkan dalam Yesaya 9:5, apakah nama-nama itu pernah diklaim oleh Yesus sebagai nama dirinya?” bukan bermakna bahwa saya menuduh Kitab TaNaKh gagal dalam menubuatkan tokoh Mesias Ilahi itu. Namun penamaan dalam sebuah nubuat tidak bermakna bahwa si pemilik nama yang dinubuatkan benar-benar memiliki nama-nama tersebut. Penggunaan nama-nama dan gelar tersebut – sekali lagi saya tegaskan – menyiratkan SIFAT KEILAHIAN dan KARAKTER tokoh yang dinubuatkan dalam menjalankan karya Mesianisnya.
--------------
Albert Rumampuk:
Anda belum menanggapi penyataan dari The International Standard Bible Encyclopedia dan Ensiklopedi Alkitab Masa Kini yang menjelaskan bahwa ‘nama’ adalah ‘pribadi itu sendiri’. Setuju atau tidak? Anda memahami nama ‘YHWH keadilan kita’ menunjuk pada sifat keilahian dan kartakter Sang Mesias? Coba dijelaskan lebih lanjut, ‘sifat keilahian dan karakter’ yang bagaimana yang anda maksudkan? Jika anda memaksudkan bahwa itu menunjuk pada ’kesetaraan / kesehakikatan dengan YHWH’ dan bahwa tokoh yang dinubuatkan itu ‘tidak dicipta’, lalau siapakah dia? Dapatkah sesuatu yang bukan YHWH itu sendiri bisa setara / sehakikat dengan YHWH? Jika tokoh itu tidak dicipta, bukankah berarti bahwa dia adalah YHWH itu sendiri?
------------- 
Shem Tov:
Diskusi yang menjemukan. Apakah Anda tidak membaca analisis teks dan konteks yang saya lakukan, sehingga harus melarikan diri dengan menggunakan argumentasi soal definisi nama menunjuk pada pribadi? Itu sudah jelas saya amini. Namun yang menjadi persoalannya Anda tidak jujur atau tidak mau tahu bahwa frasa “shemo...yiqreo” (namanya...disebutkan orang) bukan menunjuk pada klaim YHWH melainkan klaim orang-orang yang berjumpa dengan tokoh tersebut kelak. Inipun setara dengan frasa “wayiqra shemo’ (Yes 9:5). 

Anda bertanya, “Coba dijelaskan lebih lanjut, ‘sifat keilahian dan karakter’ yang bagaimana yang anda maksudkan? Jika anda memaksudkan bahwa itu menunjuk pada ’kesetaraan / kesehakikatan dengan YHWH’ dan bahwa tokoh yang dinubuatkan itu ‘tidak dicipta’, lalau siapakah dia? Dapatkah sesuatu yang bukan YHWH itu sendiri bisa setara / sehakikat dengan YHWH? Jika tokoh itu tidak dicipta, bukankah berarti bahwa dia adalah YHWH itu sendiri?” Sebuah pertanyaan menggelikan yang tidak merepresentasikan penguasaan dan pemahaman Kristologi secara utuh. Bukankah sudah jelas dari kesaksian Yohanes 1:1 bahwa Firman itu bersama dengan Tuhan yang bermakna Firman itu setara, sehakikat, sederajat dengan Tuhan? Bagaimana mungkin Anda membuat pernyataan, “Jika tokoh itu tidak dicipta, bukankah berarti bahwa dia adalah YHWH itu sendiri?” Anda bukan saja gagal dalam memahami teks dan konteks Yeremia 23:5-6, Anda juga gagal memahami teks dan konteks Yohanes 1:1. Jika Sang Firman itu setara, sehakikat, sederajat, maka konsekwensi logisnya Sang Firman itu kekal bersama YHWH. Dan Kitab Suci memberikan kesaksian bahwa Sang Firman adalah Daya Cipta Tuhan (Kej 1:3, Mzm 33:6, Yoh 1:3). Apakah menutut Anda Firman itu diciptakan, sehingga Anda harus bertanya, ““Jika tokoh itu tidak dicipta, bukankah berarti bahwa dia adalah YHWH itu sendiri?”

Shem Tov:
Sudah jamak dalam hampir mayoritas Kristen membuat lompatan kesimpulan bahwa Yesus adalah Pencipta hanya dikarenakan kesamaan dengan berbagai tindakan yang hanya dilakukan oleh YHWH saja. Seharusnya kita bisa membedakan MANUSIA YESUS dan PRA ADA Yesus sebagai Sang Firman. Manusia Yesus bukan Pencipta. Namun Sang Firmanlah yang menjadikan segala sesuatu tercipta (Kej 1:3, Mzm 33:6, Yoh 1:3). Manusia Yesus tidak pernah disebut sebagai Pencipta. Manusia Yesus disebut dengan “Anak Tuhan” (Yoh 1:18), “Mesias” (Mat 16:16).
-------------------
Albert Rumampuk:
Bagus sekali karena anda membedakan antara ‘manusia Yesus’ dengan ‘Pra-eksistensinya’ sebagai Sang Firman. Yang mencipta memang adalah Sang Firman (Yoh 1:1,3) bukannya manusia Yesus. Tetapi apakah salah jika orang Kristen menyebut bahwa Yesus adalah pencipta? Perhatikan kata-kata Paulus berikut:

Kol 1:13 “Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang kekasih; [14] di dalam Dia kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa. [15] Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan, [16] karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia.” 

Konteks ayat ini sangat jelas bicara tentang Yesus (nama manusia dari Sang Firman [ayat 1-4]); ‘Anak Allah’ (ayat 13 - sebutan untuk Yesus oleh para muridNya); Sang penebus dosa (ayat 14); dan ‘gambar Allah yang tidak kelihatan’. Tentu saja ini berbicara Sang Firman yang telah menjadi manusia. Tetapi anehnya, Paulus tetap mengatakan bahwa ‘Dia’ (Anak Allah / Yesus) adalah pencipta segala sesuatu (ayat 16). Selain orang Kristen, anda akan mengatakan Paulus melakukan ‘lompatan kesimpulan’ juga?
----------------- 
Shem Tov:
Tentu saja salah menyebut Yesus adalah Pencipta. Ayat yang Anda kutip (Kol 1:13) meletakkan frasa “di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu” sebagai penjelasan terhadap frasa “Gambar Tuhan” (Eikon tou Theou) dan “Anak-Nya”. Jadi Yesus adalah GAMBAR TUHAN dan ANAK TUHAN yang melaluinya diciptakan segala sesuatu. Namun tidak pernah para rasul menyebut secara langsung Yesus sebagai Pencipta, apalagi menyapa dengan julukan Theos/Elohim. Bukankah saya pun sudah mengulas secara panjang lebar aspek keilahian Yesus sebagai Sang Firman yang melaluinya segala sesuatu diciptakan? (1 Kor 8:6). Jika memang Yesus yang manusia disebut Pencipta, rasul Paul tidak akan membuat alur pernyataan berputar dan berjenjang seperti di atas dan dalam semua suratnya (1 Kor 8:6)

Albert Rumampuk:
Persetujuan anda terhadap istilah ‘Anak Allah’ untuk Yesus, merupakan bukti persetujuan anda terhadap keAllahan Yesus. Saat diduniapun, Yesus disebut dengan ‘Anak Allah’ sebuah istilah yang bermakna ‘sama / setara dengan Allah’ (Yoh 5:18). Lalu apakah anda akan protes kepada Petrus dan murid-murid Yesus lainnya saat mereka menyebut Sang Firman yang telah jadi manusia itu sebagai Anak Allah / Allah? 
--------------- 
Shem Tov:
Wah...wah....rupanya Anda selama ini hanya banyak mengobral dan mengumbar pendapat Anda sendiri, sehingga gagal total memahami jalan pikiran saya mengenai hakikat Yesus sehingga membuat pernyataan di atas. Apa Anda selama ini tidak membaca dengan hati jernih semua tulisan saya mengenai Kristologi dan sibuk mencari sanggahan belaka terhadap argumentasi saya? Apakah selama ini saya menolak keilahian Yesus? Apakah selama ini saya menolak Yesus sebagai Anak Tuhan?

Yang saya tolak adalah sebutan Kurios/Adon diterjemahkan Tuhan bagi Yesus. Yang saya tolak adalah pernyataan bahwa Yesus adalah Yahweh yang menjadi manusia Yang benar adalah Kurios selayaknya diterjemahkan Tuan/Junjungan Agung tanpa menghubungkan dengan aspek Keilahian Yesus Yang benar adalah Yesus adalah Sang Firman Yahweh yang menjadi manusia Paham?