RSS Feed

CRACKING MISQUOTING JESUS (3)

Posted by Teguh Hindarto



Tanggapan Atas Pemikiran Bart Ehrman

Mengenai Validitas dan Reliabilitas Kitab Perjanjian Baru

Apakah Keaslian Perjanjian Baru Diragukan
Dikarenakan Yang Tersisa Hanya Salinannya?

Menurut Ehrman, naskah asli Kitab Perjanjian Baru disangsikan untuk ditemukan keberadaannnya sebagaimana dikatakan: “Selain itu, sebagian besar orang Kristen di sepanjang sejarah gereja tidak memiliki akses untuk membaca naskah aslinya, sehingga keterilhaman naskah-naskah itu dipertanyakan. Kita bukan hanya tidak memiliki naskah aslinya, kita juga tidak memiliki salinan pertama dari naskah aslinya. Kita bahkan tidak memiliki salinan dari salinan naskah aslinya. Yang kita miliki hanyalah salinan yang dibuat lama kemudian-sangat lama kemudian”[1] . Memang benar bahwa Kitab Perjanjian Baru yang tersedia kini dalam bahasa Yunani adalah salinan dari salinan dan bukan naskah asli. Bukan hanya Kitab Perjanjian Baru, namun semua Kitab Suci agama-agama (Islam, Hindu, Budha, dll) tidak memiliki naskah asli yang ditulis tangan pertama kali. Yang ada adalah salinan dari salinan.

Apakah kita patut meragukan nilai salinan dikarenakan dihasilkan dari salinan yang berasal dari salinan sebelumnya? Data-data berikut menepis keraguan bahwa naskah salinan telah menyimpang dari naskah aslinya.

Pertama, Kesaksian Bapa Gereja.

Tertulianus berkata, “Marilah hai engkau yang memerlukan lebih banyak jawaban untuk keselamatanmu, datanglah ke Gereja-gereja Apostolik yang masih memiliki dan membacakan tulisan-tulisan otentik dari para rasul serta menampilkan wajah beberapa dari mereka”[2]. Darrel L. Bock dan Daniel B. Wallace memberikan komentar atas pernyataan Tertulianus sbb, “Dalam skenario terburuk pun, pernyataan Tertullianus menunjukkan bahwa orang-orang Kristen pada saat itu cukup peduli untuk menyimpan salinan yang akurat dan tidak mengabaikan naskah-naskah yang lebih awal. Tetapi setelah Tertuallianus tidak ada lagi saksi yang mengklaim hal yang sama. Ini dapat menjadi indikasi bahwa naskah-naskah asli elah hilang sejak akhir abad ketiga”[3]

Kedua, Jumlah salinan Perjanjian Baru.

Ada lebih dari 5,300 salinan manuskrip dalam bahasa Yunani kuno (MSS) dan berbagai fragment Kitab Perjanjian Baru Yunani yang tetap bertahan sampai hari ini. Masih ditambah 10,000 Kitab Vulgata berbahasa Latin dan lebih dari and9,300 berbagai versi manuskrip awal dalam bahasa Siriak, Koptik, Armenian, Gotik dan Etiopik sehingga jumlah keseluruhan ada lebih dari 24,000 manuskrip Kitab Perjanjian Baru yang masih bertahan. Sedikit perubahan dan variasi dalam manuskrip tidak berpengaruh satupun pada doktrin Kekristenan, bahkan tidak mengubah pesan apapun di dalamnya[4].

Tertullian menyatakan pada Tahun 150 A.D., bahwa Gereja di Roma telah menyusun daftar Kitab Perjanjian Baru yang cocok dengan daftar yang kita miliki sekarang. Kita memiliki 32.000 kutipan dari periode sebelum 325 AD, dari Irenaeus (182-188 AD), dari Justin Martyr (150 AD), Polycarpus (107 AD), Ignatius (100), Clement (96 AD) dan banyak lagi dari para Bapa Gereja Abad Kedua dan Ketiga.

Ketiga, Bukti Manuskrip Tertua

Kekristenan memiliki sejumlah manuskrip yang cukup tua dengan usia penulisan sekitar tahun 300-400-an yaitu Kodek Sinaitikus (Codek Aleph) dan Kodek Vatikanus (Codek B). Kedua kodek di atas lazim disebut dengan Kodek Alexandria . Kodek Sinaiticus ditemukan di Biara St Catharina yang didirikan oleh Kaisar Justinianus pada Abad VI Ms di bawah kaki Gunung Sinai. Penemunya adalah Lobegott F.C. Von Tischendorf pada tahun 1844. Sementara Kodek Vatikanus merupakan hadiah yang diberikan Gereja Orthodok bagi Paus di Vatikan pada Abad XIV. Sebenarnya kodek ini ditemukan di lingkungan Vatikan tepatnya di Perpustakaan Paus pada tahun 1481. Kodek ini tidak diperkenankan dibaca oleh umum hingga tahun 1889 Kodek ini dapat dibaca oleh umum dan disimpan di Vatikan.

Kedua kodek ini dipakai sebagai rujukan untuk membuat salinan naskah Yunani Kitab Perjanjian Baru oleh Brooke F. Wescott (1825-1901) dan Fenton A. Hort (828-1892) yang kemudian menjadi rujukan terjemahan bagi RSV, NIV, ASV, GNFTV.

Apakah Kodek Sinaitikus dan Vatikanus merupakan manuskrip tertua dan valid? Sekalipun dari usia kertas, Kodek Sinaitikus dan Kodek Vatikanus lebih tua dari  Kodek Byzantium yang kerap disebut Textus Receptus dan Mayority Teksyang menjadi rujukan bagi penerjemahan KJV (King James Version), namun beberapa ahli Kritik Teks meyakini bahwa naskah Bizantium didasarkan pada naskah yang lebih tua yang disebut Peshitta dalam bahasa Aramaik (sekalipun beberapa ahli lain berpendapat bahwa Peshitta adalah terjemahan dari naskah Byzantin berbahasa Yunani)

Terjemahan Kitab Suci yang menggunakan Textus Receptus sebagai rujukan adalah: Complutensian Polygot (1514-1522), Edisi Desidarius Erasmus (1516-1535), Edisi Colinaeus (1534), Karya Robert Estienne (1546-1551), Karya Theodore Beza dan John Calvin (1565-1604), Karya Elzevir (1624, 1633, 1641). Kodek Byzantium di dasarkan pada naskah Peshitta (Aramaik) dan Curetonian Syriac yang dituliskan sekitar tahun 170 M (berbeda dengan Sinaitikus dan Vatikanus yang dituliskan sekitar tahun 300-400-an).

Berikut beberapa daftar manuskrip tertua sbb:

Papyri Injil Sinoptik Tertua[5]
  1. PAPIRUS 67 (P.BARCELONA) 125-150 MS (Mat 3:9,15; 5:20-22, 25-28)
  2. PAPIRUS 103 (P.OXY.4403) 175-200 MS (Mat 13:55-57; 14:3-5)
  3. PAPIRUS 104 (P.OXY.4404) 175-200 M (Mat 21:34-37,43,45 (?)
  4. PAPIRUS 77 (P.OXY.2683 + 4405) 175-200 M (Mat 23:30-39)
  5. PAPIRUS 64 (P.MAGDALEN 17) 125-150 M (Mat 26:7-8, 10,14-15, 22-23, 31-33)
  6. PAPIRUS 4 (P.PARIS 1120) 125-150 M (Luk 1:58-59, 1:62-2:1; 2:6-7; 3:8-4:2; 4:29-32, 34-35; 5:3-8)
  7. PAPIRUS 75 (JOHN BODMER) + 175 M (Luk 3:18-22; 3:33-4:2; 4:34-5:10; 5:37-6:4:6:10-7:32; 7:35-39, 41-43; 7:46-9:2; 9:4-17:15; 17:19-18:18;22:4-24:53)

Kodek Yunani Tertua[6] 
  1. KODEKS SINAITICUS ( a ): dihasilkan oleh 3 ahli kitab pada Abad IV Ms
  2. KODEKS VATIKANUS (B): kodeks Abad V, pertama jatuh ke tangan para ahli Barat, yang menuntun pada pencarian naskah-naskah lainnya, disampaikan kepada Charles I dari Inggris pada tahun 1627
  3. KODEKS BEZA (D): kodeks abad IV akhir, memuat beberapa bacaan yang unik
  4. KODEKS EPHRAEMI RESCRIPTUS (C): disebut “tulisan ulang Ephraem” karena rahib abad XII menggores, kemudian menyalin ke atasnya kodeks Yunani Abad VI dengan khotbah Ephraem Syrus
  5. KODEKS WASHINGTONIANUS (W): kodeks Abad IV akhir/ V awal, memuat keterangan yang menarik tentang Markus 16:14-15


Naskah Yunani Tertua di Injil Yohanes[7]
  1. P5  (disimpan di Perpustakaan London), juga disebut P.Oxy 208 + 1781, berasal dari awal Abad III. Papirus ini memuat Yohanes 1:23-31, 33-40, 16:14-30; 20:11-17, 19-20, 22-25
  2. P22 (disimpan di Perpustakaan Universitas Glasgow), juga disebut P.Oxy 1228, berasal dari pertengahan abad III. Papirus ini memuat Yohanes 15:25-16:2, 21-32
  3. P28 (disimpan di Musium Institut Palestina di Pasific School of Religion di Berkeley, California), juga disebut P.Oxy 1586, berasal dari akhir abad III. Papirus ini memuat Yohanes 6:8-12, 17-22
  4. P39 (disimpan di Perpustakaan Abrose Swasey, Rochester Divinity School), juga disebut P.Oxy 1780, berasal dari awal abad III. Papirus ini merupakan fragmen kecil yang memuat Yohanes 8:14-22
  5. P45 (disimpan di Chester Beatty Collection, Dubin), juga disebut P.Chester Beatty I, berasal dari akhir abad II. Ini merupakan salah satu papirus utama. Papirus ini memuat bagian-bagian besar keempat Injil dan Kisah Rasul. Dari Yohanes, papirus ini memuat 4:51,54; 5:21,24;10:7-25;10:30-11:10, 18-36, 42-57. P46 (P.Chester Beatty II) memuat bagian penting dari beberapa surat Paulus
  6. P52 (disimpan di Perpustakaan John Rylands University of Manchester), juga disebut Gr.P.457, berasal dari awal abad II dan mungkin merupakan fragmen Perjanjian Baru Yunani tertua yang masih tetap bertahan sampai saat ini. P.52 merupakan fragmen kecil yang memuat Yohanes 18:31-33 (disisi kanan), 37-38 (disisi sebaliknya)
  7. P66 (disimpan di Bibliotheca Bodmeriana), juga disebut P.Bodmer II, berasal dari akhir abad II atau III. Papirus Bodmer sangat penting. Papirus 66 memuat Yohanes 1:1-6:11; 6:35-14:26, 29030; 15:2-26; 16:2-4, 6-7; 16:10-20; 20:20, 22-23; 20-21:9, 12,17. Selain bagian-bagian Lukas, papirus ini memuat Yohanes 1:1-11:45, 48-57; 12:3-13:1, 8-9; 14:8-29; 15:7-8
  8. P75 (disimpan di Bibliotheca Bodmeriana), juga disebut P.Bodmer XIV dan XV, berasal dari akhir abad II. Selain bagian-bagian Lukas, papirus ini memuat Yohanes 1:1-11:45, 48-57; 12:3-13:1, 8-9; 14:8-29; 15:7-8
  9. P80 (disimpan di Fundacion San Lucas Evangelista, Barcelona), juga disebut P. Barcelona 83, berasal dari pertengahan Abad III. Yang masih tetap bertahan sampai saat ini hanyalah Yohanes 3:34
  10. P90 (disimpan di Ashmolean Museum di Oxford), juga disebut P.Oxy 3523, berasal dari pertengahan atau akhir Abad II. Papirus ini memuat Yohanes 18:36-19:7
  11. Papirus 95 (disimpan di Bibiliotheca Laurenziana, Florence), juga disebut PI.II/31, berasal dari Abad III. Papirus ini memuat Yohanes 5:26-29, 36-38
  12. Uncial 0162 (disimpan di Metropolitan Museum of Art, New York), juga disebut P.Oxy. 847, bukan papirus, melainkan satu lembar kulit atau velum. Uncil ini berasal dari akhir Abad III atau awal Abad IV dan merupakan contoh awal uncial berikutnya. Uncial 0162 memuat Yohanes 2:11-22

Ketiga, Perbandingan dengan naskah kuno lainnya

F.F. Bruce mengatakan, “Mungkin kita akan menghargai kekayaan Perjanjian Baru dalam hal pembuktian keaslian naskah kalau kita membandingkannya dengan bahan naskah dari karya-karya sejarah kuno lain”[8]. Buku “Perang Galia” karya Julius Caesar tahun 58-50 sM, masih menyisakan naskah sebanyak sembilan atau sepuluh dan yang tertua berusia 900 tahun setelah Caesar. Buku “Sejarah Roma” karya Livius sebanyak 142 jilid hanya tersisa tidak lebih dari 20 naskah, itupun berasal dari Abad IV Ms. Buku “Histories” karya Tacitus sebanyak 16 jilid hanya tersisa 4,5 jilid. Buku “Sejarah Thucydides” yang tersisa tinggal 8 naskah dan usia yang tertua adalah 900 Ms. Bruce memberikan komentarnya perihal perbandingan Kitab Perjanjian Baru dengan naskah-naskah kuno tersebut demikian, “Tetapi betapa berbedanya keadaan Perjanjian Baru dalam hal ini! Kecuali dua naskah yang amat penting dari abad keempat yang telah disebut dimuka, yang paling tua dari kira-kira ribuan yang kita kenal, sangat banyak bagian-bagian dari salinan papirus dari buku-buku Perjanjian Baru yang waktunya 100-200 tahun lebih dulu lagi”[9]

Bukti-bukti di atas menampik keraguan yang dilontarkan Ehrman bahwa naskah salinan Perjanjian Baru patut diragukan validitasnya karena tidak memiliki naskah asli. Ribuan naskah salinan bahkan sampai tahun yang terdekat engan 100 Ms memberikan bukti pemeliharaan dan kedekatan naskah dengan aslinya.

Darrel L. Bock dan Daniel B. Wallace memberikan penegasan, “Jadi, terlepas dari apakah kita memiliki atau tidak memiliki salinan dari salinan dari salinan, saat ini kita memiliki salinan yang secara kolektif cukup layak untuk membawa kita pada isi teks asli, kecuali dalam beberapa bagian yang sangat kecil”[10]

 -----------
[1] Misquoting Jesus, Kesalahan Penyalinan dalam Perjanjian Baru: Kisah dibalik Siapa Yang Mengubah Alkitab Dan Apa Alasannya, Jakarta: Gramedia Pustaka Tama 2006, hal xxiv

[2] Mendongkel Yesus Dari Tahtanya: Upaya Mutakhir Untuk Menjungkirbalikkan Iman Gereja Mengenai Yesus Kristus,Jakarta: Gramedia 2009, hal 54


[3] Ibid., hal 55

[4] New Testament Ancient Manuscripts, http://biblefacts.org/history/oldtext.html


[5] Craig A. Evans, Merekayasa Yesus: Membongkar Pemutarbalikkan Injil oleh Ilmuwan Modern, Yogyakarta: Andi Offset 2005. hal 11


[6] Ibid., hal 13


[7] Ibid., hal 18-20

[8] Dokumen-Dokumen Perjanjian Baru, Jakarta: BPK Gunung Mulia 1993, hal 12


[9] Ibid., hal 13


[10] Op.Cit., Mendongkel Yesus Dari Tahta-Nya: hal 61

0 komentar:

Posting Komentar