RSS Feed

PENEMUAN MAKAM TALPIOT: ANCAMAN BAGI KEKRISTENAN?[1]

Posted by Teguh Hindarto


SUMBER KEHEBOHAN

Akhir-akhir ini, Kekristenan kembali diguncangkan oleh heboh penemuan yang diduga makam keluarga Yesus di Talpiot, sebelah timur Yerusalem. Penemuan yang dipelopori oleh Otoritas Kepurbakalan Israel (Israel Antiquities Authority – IAA) pada tahun 1980 ini menjadi heboh pada Maret tahun 2007 semenjak ditayangkannya film The Lost Tomb of Jesus (LTJ) oleh Discovey Channel dan Vision TV di Amerika dengan sutradaranya Simcha Jacobovici. Film terdahulunya dari BBC dalam bentuk film dokumenter yang ditayangkan pada tahun 1996, telah pula menimbulkan kehebohan. Kehebohan ini disusul dengan diterbitkannya buku karya James Tabor dengan judul, The Jesus Dynasty:The Hidden History of Jesus, His Royal Family and the Birth of Christianity (2006). Kemudian setahun kemudian yaitu tahun 2007, Simcha Jacobovici menuliskan buku bersama Charles Pellegrino dengan judul, The Jesus Family Tomb: the Discovery, the Investigation, and the Evidence That Could Change History.

MENGAPA HEBOH?

Makam Talpiot sendiri merupakan hasil ekskavasi pihak kepurbakalan Israel. Saat ditemukan, ada 10 osuari (peti untuk tulang) dan sejumlah tulang tanpa osuari. Dari 6 osuari yang ada – dari total 10 osuari - sebanyak 5 osuari berinskripsi bahasa Ibrani dan 1 berinskripsi bahasa Yunani. Mengapa penemuan makam Talpiot yang kemudian dikemas dalam berbagai tulisan yang mengatasnamakan keilmiahan serta ditayangkan dalam bentuk film dokumenter menjadi suatu kehebohan bagi dunia Kristen? Pertama, klaim James Tabor penulis buku The Jesus Dynasty:The Hidden History of Jesus, His Royal Family and the Birth of Christianity bahwa Yesus tidak bangkit dari kematian dan dia lahir dari hubungan gelap antara Maria dengan Tiberius Julius Abdes Panthera seorang prajurit Romawi. Bahwasanya Yesus tidak sedikitpun menampakkan sifat keilahian. Keberadaan Yesus adalah sebagai pemimpin revolusi Yahudi atas penjajahan Romawi. Revolusi Yesus dikerjakan bersama keluarga Yesus atau Dinasti Yesus yang terdiri dari Maria, Yohanes Pembaptis. Yakobus ben Klofas, Yoses ben Klofas, Yudas ben Klofas, Simon ben Klofas. Tulisan Tabor diinspirasi oleh penemuan makam Talpiot tahun 1980-an. Kedua, dalam Film The Lost Tomb of Jesus (LTJ) dikesankan dan diarahkan pada suatu kesimpulan bahwa penemuan makam Talpiot adalah makam keluarga Yesus. Bahkan dalam film tersebut ditayangkan penelitian dan uji DNA terhadap sejumlah tulang yang diduga tulang Yesus dan Maria. Ketiga, kehebohan ini diramaikan dengan ditemukannya peti mati Yakobus oleh Oded Golan yang memperolehnya dari pasar gelap barang-barang antik pada tahun 1978 yang kemudian dia publikasikan pada tahun 2002 melalui tulisan karya Andre Lemaire, seorang ahli epigrafi (ilmu mengenai huruf-huruf kuno) yang diterbitkan oleh majalah Biblical Archaelogy Review dengan editornya bernama Hershel Shanks. Dalam bagian luar peti mati tersebut tertulis huruf yang diduga Aramaik dengan frasa, “Ya’akov bar Yosef akhui Yeshua” (Yakobus putra Yususf saudara Yesus). Kemudian berkembang anggapan bahwa peti ini merupakan bagian dari osuarike-10 yang hilang di makam Talpiot. Ketiga hal di atas dirangkai menjadi suatu teori yang terlihat akurat, valid yang menyatakan bahwa Yesus wafat dan dikuburkan di Talpiot. Dia tidak mengalami kebangkitan karena tulang-tulangnya telah ditemukan. Kekristenan telah memiliki anggapan yang salah perihal keilahian dan kebangkitan Yesus dari kematian.

APA YANG SEBENARNYA TERJADI?

Akibat berbagai tayangan film dokumenter The Lost Tomb of Jesus (LTJ) yang menghebohkan tersebut, dimana di dalamnya melibatkan sejumlah pakar arkeologi, muncullah berbagai protes dan kecaman dengan beredarnya film tersebut. Kecaman dan reaksi keras bukan dikarenakan adanya kebenaran dalam tayangan tersebut, melainkan banyaknya unsur manipulatif dalam materi film tersebut. Adji A. Sutama dalam bukunya, Yesus Tidak Bangkit? Menyingkap Rekayasa Yesus Historis dan Makam Talpiot (2008) mengupas antara praktek manipulatif pembuatan film dokumenter The Lost Tomb of Jesus (LTJ) dalam hal berikut: Pertama, dalam film tersebut ditayangkan adegan penelitian DNA pada tulang Yesus dan Maria dalam osuari oleh Stefen Cox seorang ahli forensik. Namun dalam papernya yang berjudul, A Forensic Science Abalysis of “The Lost Tomb of Jesus” Documentary (April 2007), beliau menyangkal telah melakukan hal tersebut. Yang terjadi bahwa Cox mengambil sampel material pada osuari untuk analisis mikroskopik atas kandungan material osuari. Bahkan Cox sendiri tidak diberitahu tujuan perekaman saat dirinya mengambil sampel osuari, sehingga tiba-tiba ditayangkan dalam film dokumenter tersebut dan dikomentari oleh narator sebagai pengujian atas DNA (hal 220). Kedua, sampel yang di bawa Cox untuk diteliti, diambil oleh Jacobovici sang sutradara film dokumenter, tanpa sepengetahuan Cox. Bahkan dalam film dokumenter itu sendiri tidak ditemukan adegan di mana Cox menyerahkan hasil yang dianggap tes DNA tersebut kepada Jacobovici (hal 221). Ketiga, baik Jacobovici (sutradara film The Lost Tomb of Jesus) dan James Tabor (penulis The Jesus Dynasty) telah memberikan informasi yang salah mengeni status penemuan osuari Yakobus. Dalam tayangan film, tulisan buku dan disitus promosi film tersebut dikatakan bahwa osuari ke-10 dari makam Talpiot hilang dan kemudian diketemukan sebagai osuari Yakobus, padahal penemuan osuari Yakobus ini terpisah dari penemuan makam Talpiot. Amos Kloner dan Joe Zias yang diberi wewenang oleh Otoritas Kepurbakalan Israel (Israel Antiquities Authority – IAA) telah membantah pernyataan mereka berdua. Dua ahli purbakala ini menyatakan bahwa osuari ke-10 tidak hilang melainkan polos, tidak mempunyai dekorasi maupun isnkripsi, sehingga tidak dimasukkan dalam katalog yang dibuat oleh L.Y. Rahmani seorang arkeolog Israel yang menerbitkan Catalogue of Jewish Ossuaries (1994), namun osuari ini tercatat dalam dokumentasi IAA dengan nomor 80.509 dan sudah dibuat laporannya dalam jurnal Atiqot XXIX 1996 dengan judul “A Tomb with Inscribed Ossuaries in East Talpiyot, Jerusalem”. Berkaitan dengan penemuan osuari Yakobus, pihak IAA pada 18 Juni 2003 sudah memberikan pernyataan resmi bahwa osuari yang ditemukan memang asli buatan Abad Pertama namun inskripsi tertulisnya palsu karya Oded Golan, seorang warga Israel penjual barang dan artefak kuno (hal 225-227). 



Dari kajian yang dilakukan Adji A. Sutama, beliau berkesimpulan mengenai penemuan makam Talpiot sbb: “Para pakar dari berbagai bidang pada umumnya berpendapat bahwa makam Talpiot di Yerusalem masih terlalu dini untuk disimpulkan sebagai makam keluarga Yesus dari Nazaret. Mereka umumnya menolak kesimpulan bahwa makam itu makam keluarga Yesus Nazaret. Makam itu adalah makam keluarga Yahudi pada umumnya, yang anggota keluarganya memiliki nama Yahudi yang umum. Jadi, “Yeshua bar Yehosef” yang dimakamkan di sana bukanlah Yesus dari Nazaret” (hal 198).

APAKAH PENEMUAN MAKAM TALPIOT ANCAMAN BAGI KEKRISTENAN?

Heboh penemuan makam Talpiot mengingatkan kita pada serangan yang ditujukan pada iman Kristen beberapa ratus tahun sebelumnya yang dihembuskan oleh Mirza Ghulam Ahmad pendiri sekte Islam Ahmadiyah. Ghulam Ahmad berpandangan bahwa Yesus tidak wafat dengan cara dipakukan di kayu salib melainkan hanya tergantung di kayu salib dalam keadaan mati suri. Kemudian dia diturunkan oleh para murid rahasinya dan disembuhkan dengan diberi rempah-rempah kemudian mengungsi ke Kashmir India serta mati dalam usia 120 tahun di sana.

Ghulam Ahmad dan pengikutnya sampai hari ini meyakini bahwa kuburan keramat dengan nama Yus Asaf di distrik Khanyar di pusat ibukota Kashmir, Srinagar. Namun sebelum Ghulam Ahmad sampai pada kesimpulan tersebut, dia telah memproklamirkan terlebih dahulu pada tahun 1891 melalui bukunya yang berjudul, “Izala Auham” bahwa letak kuburan Yesus ada di Galiela. Kemudian pada tahun 1894 dia menulis buku berjudul Ittemam-ul-Hujjat dan berpendapat bahwa kuburan Yesus ada di Syria. Dan akhirnya pada tahun 1902, Ghulam Ahmad memastikan bahwa kuburan Yesus ada di Srinagar (Jesus in Ahmadiyah, www.wikipedia.org). Beberapa bukti ditunjukkan untuk meyakinkan bahwa kuburan Yus Asaf adalah kuburan Yesus sebagaimana direkam di bawah ini (www.gustrisehat.multiply.com).



Berkaitan dengan temuan makam di Talpiot yang kemudian dihubung-hubungkan dengan makam Yesus dari Nazaret, oleh sekelompok orang yang mengklaim dirinya pakar Kitab Suci dan arkeologi, maka klaim Ghulam Ahmad mengenai kuburan Yesus di Srinagar, menarik untuk di konvergensikan. Mana yang benar dari penemuan tersebut? Apakah Yesus benar-benar wafat dan tidak bangkit kembali dan tubuhnya dibaringkan di Talpiot Yerusalem atau dia mati suri kemudian menyingkir dan mati di Srinagar? Daripada kita membiarkan diri kita dibingungkan oleh berbagai argumentasi yang menyesatkan di seputar berbagai serangan terhadap iman Kristen dengan mendasarkan dan mengatasnamakan penemuan ilmiah, biarlah kita melihat berbagai “interpretasi manipulatif” terhadap data dan fakta mengenai suatu tempat atau benda saling beradu klaim. Dari klaim-klaim yang tidak sepakat tersebut kita sudah dapat melihat kerapuhan pernyataan-pernyataan mereka mengenai pribadi Yesus Sang Mesias. Hal ini akan semakin menarik jika asumsi Dan Brown yang menulis novel kontroversial Da Vinci Code dilibatkan dalam perseteruan interpretasi lawan-lawan Kristen ini. Bukankah Dan Brown beranggapan bahwa Sophie Neveu adalah pewaris garis keturunan Yesus melalui perkawinanya dengan Maria Magdalena? Sophie Neveu menurut novel Da Vinci Code tinggal di Prancis di mana makam Maria berada. Adji A. Sutama memberikan komentarnya, “DNA Sophie Neveu ini tentunya dapat dijadikan rujukan untuk mencari tulang Yesus atau keluarga Yesus, entah di Talpiot atau dimanapun juga. Tanpa Sophie Neveu, semua tulang di Talpiot atau di seluruh Palestina sulit dipastikan sebagai tulang Yesus Nazaret atau keluarga-Nya. Jadi, Jacobovici dan kawan-kawan seharusnya bekerjasama dengan Dan Brown” (hal 224). Jika pernyataan Adji ini diperluas pada klaim Ghulam Ahmad, kita akan menyaksikan suatu kerumitan dan perselisihan di antara mereka yang mengklaim menemukan kuburan Yesus. Alih-alih penemuan makam Talpiot yang dianggap sebagai ancaman terhadap doktrin Kekristenan justru sebaliknya penemuan makam Talpiot, jika benar-benar milik Yesus dan keluarganya harus diperhadapkan pada berbagai dalil dan penemuan yang akan menentangnya, yaitu asumsi Dan Brown dan asumsi Ghulam Ahmad.

BAGAIMANA SIKAP KITA ?

Sementara kita tinggalkan dahulu berbagai kerumitan yang bakal dihadapi lawan-lawan Kekristenan dalam meyakinkan mana temuan dan argumentasi mereka yang dianggap paling valid, marilah kita kembali pada pernyataan yang digemakan ribuan tahun lampau sebagai ungkapan iman terhadap peristiwa penyaliban dan kebangkitan Yesus mengalahkan maut pada hari yang ketiga. Rasul Paul dalam 1 Korintus 15:3-8 menyatakan sbb:

“Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa (Mesias) telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci; bahwa Ia telah menampakkan diri kepada Kefas dan kemudian kepada kedua belas murid-Nya. Sesudah itu Ia menampakkan diri kepada lebih dari lima ratus saudara sekaligus; kebanyakan dari mereka masih hidup sampai sekarang, tetapi beberapa di antaranya telah meninggal. Selanjutnya Ia menampakkan diri kepada Yakobus, kemudian kepada semua rasul. Dan yang paling akhir dari semuanya Ia menampakkan diri juga kepadaku, sama seperti kepada anak yang lahir sebelum waktunya”.

Sekalipun Rasul Paul bukan saksi mati langsung peristiwa tersebut namun Rasul Paul mengalami perjumpaan secara metafisik dengan Yesus yang bangkit dari kematian. Yesus yang mengubah jalan hidup Paul dari penganiaya jemaat Mesias menjadi pewarta mengenai kebangkitan Mesias. Dalam suratnya Rasul Paul menghubungkan peristiwa monumental yang diperbuat Yesus memiliki rujukan dalam TaNaKh sebagai nubuatan terhadap karya Mesianis-Nya.

Jika Yesus tidak bangkit dari maut, untuk apa kita mempercayai bahwa Dia adalah Mesias dan Tuan yang berkuasa atas maut? Kebangkitan Yesus dari maut meneguhkan kepercayaan terhadap Kemesiasan dan Keilahian-Nya. Oleh karenanya, setiap pernyataan, pemberitaan yang seolah-olah hendak memaparkan kebenaran dengan dalih keilmiahan, sesungguhnya menyimpan agenda terselubung yang berada jauh di alam bawah sadar mereka dan menyelinap di dalam pikiran mereka dalam bentuk pra paham tertentu bahwa manusia tidak memerlukan juruslamat. Oleh karenanya pernyataan bahwa Yesus adalah Juruslamat yang mengalahkan maut, harus dikuburkan melalui berbagai kajian, analisis, interpretasi-interpretasi terhadap berbagai penemuan yang dianggap mendukung keyakinannya.

Penemuan makam Talpiot bukan ancaman bagi doktrin Kristen yang mengalaskan kepercayaannya pada kebangkitan Yesus dari kematian. Biarlah para ahli bekerja dengan jujur untuk mengungkap identitas kepemilikan dari makam talpiot berikut asal-usul nama tulang belulang yang ditemukan dalam osuarium tersebut. Bukan tidak mungkin bahwa penemuan makam Talpiot justru pada akhirnya akan mengubur untuk selamanya berbagai perlawanan atas kebangkitan Yesus dari kematian, dengan ditemukannya fakta-fakta baru yang meneguhkan berita Injil.


End Notes:

[1] Di muat di Majalah SUKA Vol III, 2009

6 komentar:

  1. sharingusefulinfo

    Di akhir zaman seperti sekarang ini akan tampil para penyesat yang berusaha membelokan keyakinan dan iman percaya kita kepada Kristus Yesus dan itulah sebabnya kita harus semakin rajin berdoa dan merenungkan Firman Tuhan siang dan malam agar Roh Kudus senantiasa memberikan pewahyuan-pewahyuan serta nilai-nilai kebenaran. -Tjan Dedi Mulyadi

  1. beche

    saudara terkasih di dalam Tuhan,dengan iman kita berdiri teguh ,dengan kasih kita mendoakan yang tersesat,dengan firman kita belajar kebenaran.lawan kita adalah pengusa pengusa kegelapan yang tak terlihat,yang coba membelokan kebenaran yesus kristus,dengan tuntunan roh kudus maka terang itu akan terlihat dari kegelapan,setiap lidah akan mengaku yesus lah jalan kebenaran yang hidup,gbu to

  1. arswen pattikawa

    Sampai kapanpun jngn pernah kita ragudan selalulah percaya akan YESUS KRISTUS TUHAN DAN PENYELAMAT KITA SEMUA UMATNYA....

  1. sis wanto

    Yesus adalah juru selamat bagi bangsa Israel saja

    Mat 15:24 Jawab Yesus: "Aku diutus HANYA KEPADA domba-domba yang hilang dari UMAT ISRAEL."


    Mat 19:28 Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada waktu penciptaan kembali, apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemuliaan-Nya, kamu, yang telah mengikut Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi KEDUA BELAS SUKU ISRAEL.


  1. Unknown

    Halo

  1. Mohd Pairus
    Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

Posting Komentar