RSS Feed

NAMA SANG JURUSLAMAT

Posted by Teguh Hindarto



Seiring dengan pergerakan Messianic Judaism di Eropa dan Amerika serta belahan dunia lainnya termasuk di Asia, yaitu pergerakan diantara komunitas Yahudi dan Yudaisme yang telah menerima Yesus sebagai Juruslamat dengan tetap memilhara tradisi dan budaya Yahudi dalam peribadahan dan gaya hidup sehari-hari, kita mengenal sebutan dan nama Ibrani dari Yesus yaitu YESHUA HA MASHIAKH.

Sebutan YESHUA (ישוע) muncul dalam terjemahan Kitab Suci Ibrani  yang bernama Hebrew New Testament yang diterjemahkan dari naskah Yunani. Namun demikian, perdebatan mengenai akurasi nama Sang Juruslamat dalam bahasa Ibrani, sampai hari ini belum final. Ada yang meyakini bahwa nama Sang Juruslamat adalah YEHOSHUA (יהושׁע), ada yang mengusulkan dengan YAHUSHUA, ada yang menyarankan dengan YAHSHUA, ada yang menyebutkan dengan JOSHUA, JEHOSHUA, dll. Saya pribadi lebih memilih opsi penyebutan nama Sang Juruslamat adalah YAHSHUA.

Sekalipun ada perbedaan pandangan mengenai nama Sang Juruslamat, namun jika merujuk pada naskah Semitik yang lebih tua (kita tidak memiliki naskah sumber berbahasa Ibrani sebagaimana disebutkan oleh Papias dimana Matius menuliskan Injilnya dalam bahasa Ibrani) yaitu Peshitta Aramaik yang dipergunakan oleh Gereja Orthodox di wilayah Syria, Irak dan wilayah Timur nama Sang Juruslamat dieja dengan YESHU (ܕ݁ܝܶܫܽܘܥ) dan Kekristenan di Arabia yang menggunakan Al Kitab Al Muqadash menyebut Yesus dengan sebutan YASHU’A (يَسُو). Naskah Yunani menyalinya menjadi IESOUS (Ἰησοῦς) dan disalin dalam bahasa Inggris dengan JESUS sebelum akhirnya diadaptasi dalam bahasa Indonesia menjadi YESUS.

Kita akan telusuri masing-masing teori mengenai nama Sang Juruslamat beserta argumentasi biblikal dan historis.

YESHUA

Nama ini populer di kalangan Messianic Jewish/Judaism. Pendapat bahwa nama Sang Juruslamat adalah Yeshua bukan dikarena naskah Matius berbahasa Ibrani sebagaimana Papias katakan telah diketemukan dan menuliskan nama tersebut, namun didasarkan beberapa rujukan sbb:

Penemuan Arkeologi

Oded Golan mengklaim menemukan peti mati Yakobus di mana dalam kotak kayu tersebut tertulis frasa “Ya’akov bar Yosef Akhui Yeshu”[1]. Penemuan ini diumumkan pada Tgl 21 Oktober 2005, walaupun kemudian hasil penemuan ini menimbulkan kontroversi dan berakhir dengan tuduhan bahwa Oded Golan telah melakukan penipuan dan pemerintahan Israel menahan Oded Golan, sebagaimana dilaporkan Israel Today Magazine[2]. Terlepas apakah inskripsi tersebut pemalsuan atau bukan namun yang menarik dikaji adalah kata Aramaik Jwvy jika ditransliterasikan dalam huruf Ibrani menjadi ישוע . Namun dalam bahasa Aramaik diucapkan Ishu/Yeshu bukan Yeshua. DR. David Stern mengutip pernyataan Prof David Flusser mengatakan, “Yeshu, merupakan ucapan Yahudi Galilea terhadap Yeshua di Abad Pertama Masehi...menurut Flusser, orang-orang Galilea tidak mengucapkan huruf Ibrani “Ayin” diakhir kalimat, seperti banyak orang Cockney meletakkan huruf “H” pada awal kalimat. Sehingga ucapan “Yeshuah” akan diucapkan “Yeshu”[3]. Dalam film The Lost Tomb of Jesus, arkeolog Amos Kloner menyatakan bahwa penemuan nama Yeshua dalam inskripsi lebih populer dibandingkan nama Yehoshua dan nama Yeshua merupakan nama umum yang dipergunakan pada periode Bait Suci kedua[4]

Kitab Peshitta Aramaik dan Old Syriac

Peshitta dan Old Syriac adalah Kitab Suci Perjanjian Baru dalam bahasa Aramaik yang disusun sekitar Tahun 150-250 Masehi. Dalam naskah Peshitta, nama Sang Juruslamat dituliskan Jwvy (Yeshu) dan Hebrew New Testament mengadaptasi dalam transliterasi Ibrani  ישוע

Penelusuran literatur Yudaisme  Periode Bait Suci Kedua

Dari berbagai penelusuran literatur Yudaisme bertebaran sejumlah nama-nama dengan transliterasi Yod-Shin-Ayin (ישוע). Selama periode Bait Suci kedua (538 BC – 70 AD) bentuk nama Yeshua lebih dikenal dibandingkan Yehoshua sebagaimana terekam dalam 1 Tawarik 24:11, 2 Tawarik 31:15 dan Kitab Ezra serta Nehemia[5]. Penulis Kitab Apokripa Sirakh menggunakan nama Yeshua ben Sirakh.

Penggalian akar kata

Menurut David Stern, nama Yeshua berhubungan dengan tugas yang di kerjakannya, yaitu “menyelamatkan” (yosia) sehingga nama Yeshua bermakna “Dia menyelamatkan”. Nama ini di yakini sebagai bentuk singkat dari “Y’hoshua” atau “Yahweh menyelamatkan sebagaimana beliau katakan sbb: “This verse is an example of a semitsm (an allusion to Hebrew or Aramaic) brought over literally into the Greek Text. It provides strong evidence in favor of the theory that there was a Hebrew or Aramaic oral or written tradision behind the extant Greek manuscript, for only in Hebrew or Aramaic does the explanation here of Yeshua name make any sense in Greek (or English) it explains nothing. The Hebrew word for ‘he will save’ is ‘yosia’, which has the same Hebrew root (yud-shin-ayin) as the name ‘Yeshua’ (yud-shin-vav-ayin). Thus the Messiah’s name is explained on the basis of what he will do. Etymologically the name ‘Yeshua’ is a contraction of the Hebrew name ‘Y’hoshua’ (English Joshua), which means ‘YHVH saves’. It also the masculine form of the Hebrew word ‘yeshu’ah’, which means ‘salvation’[6]

Teknik Equidistant Letter Sequence (ELS)

Teknik ini merupakan teknik rabbi-rabbi kuno untuk menemukan hal-hal yang tersembunyi dengan cara memecahkan kode Kitab Suci melalui pembacaan teks berbahasa Ibrani tanpa spasi dan tanpa tanda baca menurut interval tertentu. Teknik ini dikembangkan seiring dengan ditemukannya komputer sehingga prosesnya lebih mudah dan cepat. Beberapa ahli matematika yang mengembangkan ELS antara lain Rabbi Weissmandal yang menulis buku Equidistant Letter Sequence in the Book Genesis (1988), Doron Witztum, EliYahu Rips dari Hebrew University. Melalui teknik ini nama Sang Mesias dapat ditemukan dalam rangkaian kalimat yang menubuatkan diri-Nya dalam TaNaKh yaitu YESHUA. Teknik ini dikembangkan oleh Yakov Rambsel dalam bukunya Yeshua-The Hebrew Factor[7].

Namun demikian, nama Yeshua bagi kebanyakan orang Yahudi yang menolak kemesiasan-Nya menganggap nama itu bentuk singkat dari “Yimakh Shemo We Zikro” yang artinya “Biarlah namanya dan ingatan akan dirinya dihapuskan”.

YEHOSHUA

Nama ini tertulis dalam TaNaKh (Torah, Neviim, Kethuvim) yang lazim disebut Perjanjian Lama, yaitu nama penerus Musa yang tertulis dalam bahasa Ibrani  יהושׁע Yod, Heh, Waw, Shin, Ayin). Banyak pakar meyakini bahwa nama Yunani YESUS berasal dari nama yang seakar dengan penerus Musa ini sebagaimana dikatakan Robert Jamieson, A.R. Fausset dan David Brown sbb: “…Jesus, fro the Hebrew (Jehoshua,Num 13:16 or after the captivity it was contracted Yeshua, Neh 7:7) meaning ‘jehovah the Saviour’ ; in Greek Jesus, to the awakenend and anxious sinner sweetest and most fragrant of all names, expressing so melodiously and briefly and His whole saving office and work”[8].

Finis Jenning Dake menambahkan: ”used 979 times in the New Testament. It is the earthly name of God’s Son. As God, he was not called Jesus or Christ. Jesus is the Greek form of the Hebrew Yehoshua rendered Joshua 215 times, meaning ‘Saviour’ or God who is salvation”[9].

YAHSHUA

Penggunaan nama Yahshua dimunculkan oleh kelompok Sacred Name yang berasal dari Church of God 7 Day pada Tahun 1930-an[10]. Dalil yang dipergunakanMereka yang mengeja dengan YAHSHUA, melandaskan pada pemahaman bahwa ahli Masoretik menghindari bunyi vokal PATAKH (A) di bawah YOD (Y) demi untuk menghindarkan pengucapan nama YAHWEH dalam setiap unsur nama orang, sehingga digantikan dengan vokal SHEWA (E pepet) di bawah YOD (Y), sehingga yang seharusnya dieja YAH menjadi YEH. Sementara huruf WAW (W) diantara YOD-HEH dan SHIN-AYIN, tidak diucapkan karena berbunyi lemah.

Namun teori pengucapan YAHSHUA pun banyak dikritik oleh para pakar bahasa Ibrani. DR Daniel Botkin mengritik dengan mengatakan bahwa hilangnya huruf “Waw” tidak dibenarkan dan tidak ada nama Ibrani yang sedemikian. Selengkapnya saya kutipkan sbb: “The proponents of the Yahshua form claim that the Messiah’s name was the same as Joshua’s, written (Strong’s #3091). The only problem is that neither of these Hebrew spellings of Joshua’s name can possibly be pronounced "Yahshua." The third letter in Joshua’s name (reading from right to left) is the letter vav (w) and a vav cannot be silent. The letter vav must be pronounced as either a "v" or an "o" or an "u." (In the case of Joshua, it takes an "o" sound, giving us "Ye-ho-SHU-a." Strong’s confirms this pronunciation.) For a name to be pronounced "Yahshua," it would have to be spelled YH-S’, and no such name exists anywhere in the Hebrew Bible. You don’t have to just take my word for it, though”[11]. Demikian pula DR Danny Ben-Gigi mengatakan, “the Yahshua form that "there is no such name in Hebrew" and that "people invented it to fit their theology." (bahwa bentuk nama Yahshua bukanlah nama Ibrani dan ini hanya sesuatu yang dimasukkan untuk memperkuat gagasan teologi mereka)[12]  Dr. Ben-Gigi adalah orang Israel dan kepala Program Ibrani di Universitas Arizona State dan beliau adalah penulis buku First Steps in Hebrew Prayers, dan mendesain serta memuliuhkan kembali kursus pelajaran bahasa Ibrani sehari-hari di Israel. Demikian pula DR David Bivin, seorang Kristen mengatakan demikian,“that the Yahshua form "is rooted in a misunderstanding." (Nama Yahshua berakar dari kesalahpahaman)[13] Dr. Bivin adalah sarjanan Ibrani yang terkemuka dan penulis Fluent Biblical Hebrew.
Sejauh ini saya masih tetap mempergunakan dan mempertahankan bentuk nama Yahshua sebagai nama asli Sang Juruslamat, meskipun ada banyak keberatan dengan teori nama Yahshua.

YAHUSHUA

Mereka yang mengeja dengan YAHUSHUA, menlandaskan pada pemahaman bahwa bunyi konsonan WAW diantara YOD-HEH dan SHIN-AYIN seharusnya dibunyikan U. Namun teori inipun dilemahkan dengan bukti bahwa WAW adalah konsonan bukan vokal, sehingga tidak seharusnya dibunyikan dengan vokal U.

YEHOSHUA

Sementara mereka yang mengeja dengan YEHOSHUA, mengacu pada tanda baca (nikud) yang diberikan oleh ahli Masora di bawah nama יהושׁע dan kita telah melihat bagaimana teori ini pun dibantah dengan alasan bahwa ahli Masora bermaksud menghindari pengucapan nama YHWH sehingga di bawah huruf YOD yang seharusnya diletakkan tanda baca PATAKH sebaliknya diletakkan tanda baca SHEWA. Dalam bahasa Inggris diadaptasi menjadi JOSHUA atau JEHOSHUA, karena semenjak Abad XV huruf “J” menjadi bagian dari perbendaharaan bahasa Inggris dari pengaruh Perancis.

PENELUSURAN TEKS

Dari kutipan definisi di atas, semua sepakat bahwa akar dan asal-usul nama Yunani Yesus berasal dari nama yang sama dengan penerus Musa yaitu Yoshua atau Yehoshua. Definisi di atas dasarkan pada penelitian teks Yunani Perjanjian Baru dan TaNaKh baik dalam bahasa Ibrani sebagaimana disalin oleh kaum Masoretik maupun salinan berbahasa Yunani yang disebut dengan Septuaginta.

TaNaKh Versi Masoretic Teks

ויצו יהושׁע את־שׁטרי העם לאמר

TaNaKh Versi Septuaginta

Καὶ ἐνετείλατο Ἰησοῦς τοῖς γραμματεῦσιν τοῦ λαοῦ

Berarti nama IESOUS sudah lama dipergunakan, jauh sebelum penulisan Kitab Perjanjian Baru. Maka tidak mengherankan jika nama Greek untuk Sang Juruslamat “IESOUS” adalah nama yang identik dengan hambanya Musa namun berbeda pribadi. Fakta ini diperjelas, jika kita melihat beberapa bagian dalam Perjanjian Baru naskah Greek yang menuliskan IESOUS untuk Yahshua (ada yang mengeja Yahushua, Yehoshua) ben Nun sebagaimana contoh :

Kisah Rasul 7:45

ην και εισηγαγον διαδεξαμενοι οι πατερες ημων μετα ιησου
εν τη κατασχεσει των εθνων ων εξωσεν ο θεος απο προσωπου των πατερων ημων εως  των ημερων δαυιδ δαβιδ

Ibrani 4:7

ει γαρ αυτους ιησους κατεπαυσεν ουκ αν περι αλλης ελαλει
μετα ταυτα ημερας

Namun anehnya, naskah terjemahan manapun menerjemahkan bahwa nama tokoh yang dimaksud adalah “Joshua” atau “Yoshua” sebagaimana terjemahan berbahasa Inggris sbb:

Kisah Rasul 7:45

Our ancestors in turn brought it in with Joshua when they dispossessed the nations that God drove out before our ancestors. And it was there until the time of David,

Ibrani 4:7

For if Joshua had given them rest, God would not speak later about another day.

Jika penerjemah dalam bahasa Inggris (maupun Indonesia) konsisten, seharusnya nama dalam ayat tersebut di tulis YESUS/ JESUS namun mengapa justru ditulis YOSHUA/JOSHUA ? Apa artinya fakta-fakta ini bagi kita? Fakta ini menjelaskan pada kita bahwa nama Sang Juruslamat IDENTIK dengan hambanya Moshe yaitu Yahshua (ada yang mengeja Yahushua, Yehoshua, Y’hoshua, Jehoshua) yang jika ditulis dalam naskah Greek menjadi IESOUS. Penulisan IESOUS untuk Sang Juruslamat, mengacu pada naskah SEPTUAGINTA, dimana nama hambanya Moshe ditulis dengan IESOUS. Dari sinilah titik berangkat saya dalam meyakini nama sang Juruslamat adalah YAHSHUA.

Yang perlu kita ketahui juga, bahwa nama penerus Musa, yaitu Yahshua (ada yang mengeja Yahoshua, Yahushua, Joshua, Yosua) dalam Nehemia 8:18 disingkat menjadi “Yeshua ben Nun”. Dan menariknya, dalam naskah Septuaginta dituliskan “Iesou”. Apa arti fakta ini? Bahwasanya sejak pulangnya Bangsa Yisrael dari pembuangan Babilon (post exilic) nama Yahshua disingkat menjadi Yeshua, sehingga Yeshua merupakan BENTUK SINGKAT dari Yahshua. Secara ringkas, mari kita lihat kembali deretan data berikut:

Yoshua 1:10 Versi Septuaginta
Ἰησοῦς untuk hambanya Musa

Nehemia 8:17 Versi Septuaginta
Ἰησοῦ υἱοῦ Ναυη untuk hambanya Musa

Matius 1:21 Versi Greek
Ιησουν untuk putra Maryam

Kisah Rasul 7:45 Versi Greek
ιησου untuk hambanya Musa

Ibrani 4:7 Versi Greek 
ιησους untuk hambanya Musa 

KESIMPULAN 

Terlepas dari aneka ragam teori dan kontroversi, jika kita melakukan kajian teks baik terhadap  Kitab Perjanjian Baru berbahasa Yunani, Kitab TaNaKh berbahasa Ibrani dan Yunani saya menyimpulkan bahwa nama Sang Juruslamat adalah YOD-HEH-WAW-SHIN-AYIN (יהושׁע) yang merupakan bentuk nama yang lazim sebelum pembuangan dan disingkat menjadi YOD-SHIN-WAW-AYIN (ישוע).

Bandingkan Yosua 1:10 dan Nehemia 8:18 menggunakan nama yang berbeda meskipun menyebutkan pribadi yang sama. Dan dalam naskah Septuaginta semua ditulis. Baik nama YOD-HEH-WAW-SHIN-AYIN (יהושׁע) maupun YOD-SHIN-WAW-AYIN (ישוע) dalam naskah Septuaginta disalin dalam nama Yunani IESOUS (Ἰησοῦς).

Baik nama YOD-HEH-WAW-SHIN-AYIN (יהושׁע) maupun YOD-SHIN-WAW-AYIN (ישוע) memiliki makna yang sama dan dipergunakan pula dalam Kitab Suci sebagaimana terekam dalam Ezra 3:2 (Yeshua ben Yozadak) dan Zakaria 6:11 (Yosua/Yahshua ben Yozadak).

Yang menarik, almarhum Rabbi Kaduri, seorang rabbi senior di Israel sebelum wafatnya menulis surat wasiat berisikan nama Mesias dengan bentuk sandi sbb: “Yarim Ha am We yokhiakh Shedvaro We torato Omdim” (Dia akan mengangkat umat-Nya dan membuktikan bahwa firman-Nya dan hukum-Nya adalah benar). Dan kalimat tersebut akan membentuk rangkaian nama YOD-HEH-WAW-SHIN-AYIN (יהושׁע) apapun pronunsiasinya, YEHOSHUA, YAHUSHUA, YAHSHUA.

Video mengenai kesaksian Rabbi kaduri dapat diunggah di sini:
 
Why So Many Of Us Orthodox Jews Secretly Believe In Yeshuah 

http://www.youtube.com/watch?v=RrSe_S3LiTY

Jika nama YOD-HEH-WAW-SHIN-AYIN (יהושׁע) dan  YOD-SHIN-WAW-AYIN (ישוע) adalah sama, maka ketika Injil diterjemahkan dalam bahasa Yunani, nama tersebut dituliskan IESOUS (Ἰησοῦς) karena orang Yunani tidak memilikim huruf Yod dan Shin sehingga dipergunakan Iota dan Sigma sebagai pengganti. Dan dari situ berasal terjemahan bahasa Inggris JESUS dan masuk dalam perbendaharaan bahasa Indonesia menjadi YESUS.


End Notes:

[1] www.rom.onca

[2] Petakh Tikwah, Ok-Dec 2003, p.20

[3] Jewish New Testament, JNTP, 1992, p.5 

[4] Mendel, Roi (25 February 2007). "Ha-"chasifa" shel qever Yeshu: qiddum mkhirot 

[5] Price, James D. Yehoshua, Yeshua or Yeshu; Which one is the name of Jesus in Hebrew? www.direct-ca-trinity.com

[6] Op.Cit.,Jewish New Testament Commentary, Jewish, 1992, p.4

[7] Grant R. Jeffrey, Tanda Tangan Allah, Jakarta: Immanuel, 199, hal 256

[8] A Commentary, Critical, Experimental & Practical on the Old & New Testament, Vol III, Grand rapids Michigan: William B. Eerdmans Company, p.3

[9] Finis Jennings Dake, Dake’s Annotated Reference Bible, Dake Bible Sales, Inc, 1992, p.1

[10] A Brief History of the Name Movement in America" by L.D. Snow, a Sacred Name believer, The Eliyah Messenger in May-June 1966

[11] The Messiah's Hebrew Name: "Yeshua" Or "Yahshua"?
http://www.yashanet.com/library/Yeshua_or_Yahshua.htm

[12] Love Song to the Messiah newsletter, March 1999, p. 1.

[13] "The Fallacy of Sacred Name Bibles," Jerusalem Perspective Nov.-Dec. 1991, p. 12.


3 komentar:

  1. Samjar

    apa yg dijelaskan Bpk saya stuju

  1. Dahabi al-Fam

    Uraian n analisisnya sangat bagus, tetapi apapun perdebatan atau kontroversi nama tertsebut adl subyektif. Ditafsirkan oleh mereka-mereka sesuai pengetahuannya dan kepentingan pribadi atau kelompoknya dengan berbagai argumentasi dan referensi. Mau yang benar n obyektif? Lihat n dengarkanlah apa yg diyakini n diajarkan gereja mula-mula dimana para Rasul berkarya dan mengajar serta melayani. Bagaimana mereka menuliskan n mengucapkan nama sang Juruselamat, baik dalam bahasa Yunani maupun dalam bahasa Aramaik, bahasa sehari-hari yg digunakan sang Juruselamat bahkan ketika berkhotbah n mengajar, n juga bahasa yg digunakan para Rasul. Jadi mau nama yg sebenarnya n obyektif, kembalilah pd nama sang Juruselamat yg dipakai n diajarkan oleh gereja mula-mula. Jangan menurut si A, si B atau si C dengan segudang argumen tapi untuk kepentingan pribadi atau kelompoknya. Kecuali gereja mula-mula sudah punah, bolelah kita memilih pendapat si A, si B, si C atau si Z sesuai selera kita.

  1. Nice Info,,manatap always

    masa lebih milih terjemahan arab daripada kitab peshitta bahasa aram...

Posting Komentar