RSS Feed

MENGINGAT AJARAN DAN PERAN SERTA JASA PARA PAHLAWAN IMAN

Posted by Teguh Hindarto




Ziarah ke Makam Kiai Rasul Sadrach Soeropranoto (1834-1924)
dan Padepokan serta Gereja Karangyoso - Kutoarjo – Jawa Tengah


Keutamaan Mengingat Ajaran,Peran, Jasa Para Pahlawan Iman

Mazmur 16:3 mengatakan sbb: לקדושׁים אשׁר־בארץ המה ואדירי כל־חפצי־בם (Liqdoshim asher baarets weadirey kol kheftsi vam) yang artinya “orang-orang kudus yang ada di negeri ini dan yang mulia, semuanya adalah kesukaanku”. 

Dua kata kunci dalam ayat ini adalah קדושׁים (qedoshim) yang artinya “orang-orang kudus” dan אדיר (adir) yang artinya “yang mulia”, “yang terhormat”. Pemazmur menjadikan mereka sebagai kesukaannya, kebanggaannya, idolanya. Merekalah tempat kita bertanya dan berkonsultasi dalam menemukan kehendak Tuhan agar kita hidup bahagia. Tidak dikarenakan Tuhan adalah sumber kekuatan yang menjaga dan melindungi dan menjadi yang terbaik bagi diri kita, kemudian kita merendahkan manusia yang memiliki kelebihan tertentu dalam hal spiritual, moral serta intelektual.

Siapakah yang dapat dikategorikan “qedoshim” dan “adir” dalam konteks ayat di atas? Mereka adalah para nabi, para rabbi, para rasul, para gembala, para pekabar injil serta orang-orang yang pernah membimbing kita mengalami pengenalan akan Tuhan. Kita selayaknya menghormati dan mencari pengetahuan dari orang-orang sedemikian baik saat mereka hidup maupun saat mereka sudah wafat.

NAMA SANG JURUSLAMAT

Posted by Teguh Hindarto



Seiring dengan pergerakan Messianic Judaism di Eropa dan Amerika serta belahan dunia lainnya termasuk di Asia, yaitu pergerakan diantara komunitas Yahudi dan Yudaisme yang telah menerima Yesus sebagai Juruslamat dengan tetap memilhara tradisi dan budaya Yahudi dalam peribadahan dan gaya hidup sehari-hari, kita mengenal sebutan dan nama Ibrani dari Yesus yaitu YESHUA HA MASHIAKH.

Sebutan YESHUA (ישוע) muncul dalam terjemahan Kitab Suci Ibrani  yang bernama Hebrew New Testament yang diterjemahkan dari naskah Yunani. Namun demikian, perdebatan mengenai akurasi nama Sang Juruslamat dalam bahasa Ibrani, sampai hari ini belum final. Ada yang meyakini bahwa nama Sang Juruslamat adalah YEHOSHUA (יהושׁע), ada yang mengusulkan dengan YAHUSHUA, ada yang menyarankan dengan YAHSHUA, ada yang menyebutkan dengan JOSHUA, JEHOSHUA, dll. Saya pribadi lebih memilih opsi penyebutan nama Sang Juruslamat adalah YAHSHUA.

Sekalipun ada perbedaan pandangan mengenai nama Sang Juruslamat, namun jika merujuk pada naskah Semitik yang lebih tua (kita tidak memiliki naskah sumber berbahasa Ibrani sebagaimana disebutkan oleh Papias dimana Matius menuliskan Injilnya dalam bahasa Ibrani) yaitu Peshitta Aramaik yang dipergunakan oleh Gereja Orthodox di wilayah Syria, Irak dan wilayah Timur nama Sang Juruslamat dieja dengan YESHU (ܕ݁ܝܶܫܽܘܥ) dan Kekristenan di Arabia yang menggunakan Al Kitab Al Muqadash menyebut Yesus dengan sebutan YASHU’A (يَسُو). Naskah Yunani menyalinya menjadi IESOUS (Ἰησοῦς) dan disalin dalam bahasa Inggris dengan JESUS sebelum akhirnya diadaptasi dalam bahasa Indonesia menjadi YESUS.

Kita akan telusuri masing-masing teori mengenai nama Sang Juruslamat beserta argumentasi biblikal dan historis.

MEMBACA TANDA-TANDA KEDATANGAN YESUS SANG MESIAS DAN AKHIR DUNIA

Posted by Teguh Hindarto



Midrash Matius 24:1-36
Nats: Matius 24:36

Akhir-akhir ini di Jakarta beredar selebaran dengan judul AKHIR DUNIA 21 OKTOBER 2011 di kalangan jemaat Kristen. Rupanya selebaran ini adalah hasil terjemahan dan tidak ada nama penulis dan alamat pembuat selebaran kecuali alamat darimana tulisan berbahasa Inggris ini bermula yaitu di Sharon Hill, Amerika Serikat. Isi brosur tersebut nampaknya dibuat sebelum tahun 2011 karena ada petikan kalimat, “Kita sebentar lagi akan menginjak tahun 2011 M!” (hal 3)

Dalam selebaran tersebut diperingatkan bahwa Tanggal 21 Mei 2011 akan terjadi Penghakiman Tuhan dan Pengangkatan orang Kristen ke awan-awan menyongsong Yesus Sang Mesias di udara. Selengkapnya selebaran tersebut menuliskan demikian:

Dengan karunia dan kasih yang luar biasa dari (Tuhan), Dia memberi kita peringatan dini mengenai apa yang akan Dia lakukan. Tanggal 21 Mei 2011 akan mengawali masa penyiksaan mengerikan selama 5 bulan bagi semua penghuni bumi. Pada Hari Penghakiman, 21 Mei 2011, masa penyiksaan yang mengerikan selama 5 bulan akan dimulai untuk semua penghuni bumi. Pada tanggal 21 Mei inilah (Tuhan) akan mengangkat semua orang mati yang pernah mati dari kubur mereka. Gempa bumi akan membinasakan seluruh dunia ketika bumi tidak lagi menutupi orang-orang yang mati terbunuh di sana (Yesaya 26:21). Orang yang meninggal sebagai orang yang diselamatkan akan mengalami kebangkitan dari tubuh mereka dan segera meninggalkan dunia ini untuk selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan. Mereka yang mati sebagai orang yang belum diselamatkan juga akan dibangkitkan, tetapi mereka hanya memiliki badan-badan tanpa nyawa yang berserakan di seluruh permukaan bumi. Kematian akan terjadi di mana-mana. Tuhan juga menekankan pembinasaan mengerikan selama 5 bulan ini di ayat akhir dari kitab Kejadian bab 7: Dan berkuasalah air itu di atas bumi seratus lima puluh hari lamanya. Kejadian 7:24. Tanggal 21 Oktober 2011 merupakan lima bulan setelah tanggal 21 Mei 2011. Adapun tanggal 21 Oktober 2011 juga merupakan hari terakhir dari Hari Raya Tabernakel Alkitabiah (diadakan bersamaan dengan Hari Raya Pengumpulan Hasil). Tabernakel diadakan pada bulan ke-7 dari kalender Ibrani” (hal 6-7).

HALAKAH HA MASHIAKH – SYARIAT AL MASIH (CARA HIDUP PENGIKUT MESIAS)

Posted by Teguh Hindarto



Midrash  1 Petrus 2:1-25
Nats : 1 Petrus 2:21, Yohanes 13:15

Orang-orang Kristen kerap dituduh tidak memiliki syariat agama. Tuduhan ini diperparah oleh sikap-sikap orang Kristen sendiri yang menganggap agamanya adalah agama non syariat bahkan anti syariat. Mungkin kita kerap mendapat pertanyaan-pertanyaan dari non Kristen sbb: “Mengapa orang Kristen kalau ibadah hanya satu minggu sekali?” “Mengapa orang Kristen khoq makan hewan-hewan yang diharamkan oleh orang Islam, seperti babi, anjing?” “Apakah orang Kristen itu ada syariat doanya?” dll.

Berkaitan dengan istilah syariat, kita harus mengerti terlebih dahulu apa arti “syariat” karena ini merupakan terminologi Arab yang terkait dengan Agama Islam. Menurut M. Hasibullah Satrawi, “Secara kebahasaan syariat berarti jalan. Di dalam Alquran terdapat tiga ayat yang bermakna jalan (Qs. 45: 18, 5: 48, dan 42: 13). Syariat Islam berarti jalannya umat Islam. Syariat Kristen berarti jalannya umat Kristen. Begitu pula dengan syariat Yahudi. Lebih jauh Alquran menyebutkan, masing-masing agama mempunyai syariat tersendiri (Qs. 5: 48). Umat beragama dianjurkan mengikuti jalannya (syariat) masing-masing. Para ulama kemudian memaknai jalan dengan ajaran. Jalan Islam berarti ajaran Islam. Mengikuti jalan Islam berarti mengamalkan ajarannya”[1]

Dari kutipan di atas, bahwasanya kata “syariat” adalah “aturan”. Jadi semua agama pasti memiliki syariat termasuk Kekristenan yang melandaskan pada ajaran dan kehidupan Yesus Sang Mesias Putra YHWH Semesta Alam. Dalam istilah Yahudi, kata yang setara dengan “syariat” adalah “halakhah”. Dalam kaitannya dengan kepercayaan kita, maka saya sebut HALAKHAH HAMASHIAKH atau SYARIAT ALMASIH.


JEJAK PELAYANAN RASUL THOMAS DALAM EKSISTENSI KRISTEN SYRIA NASRANI DI KERALA INDIA

Posted by Teguh Hindarto



PENDAHULUAN

Beberapa bulan ini banyak pertanyaan serupa yang ditujukan pada saya baik melalui pesan singkat Hand Phone maupun Email serta Facebook yaitu “Apakah Nasrani itu” atau “Apakah Esseni itu?” Nampaknya pertanyaan tersebut berkaitan dengan beberapa gejala yang ditemui akhir-akhir ini bahwa di beberapa tempat muncul beberapa kegiatan kerohanian dengan menghubungkan diri mereka sebagai Nasrani atau Esseni Khasidim. Sayangnya mereka cukup ekslusif sehingga tertutup untuk dikaji mengenai siapa mereka namun anehnya mereka cukup gencar dalam mempublikasikan keberadaan diri dan ajaran mereka.

Dari berbagai laporan yang masuk dimana beberapa orang bertemu dengan komunitas ini dan hasil percakapan saya melalui surat menyurat elektronik dengan salah satu tokoh Nasrani di Indonesia, ada beberapa istilah yang dapat kita padukan untuk mendapatkan gambaran secara umum mengenai apa dan bagaimana Nasrani atau Esseni itu. Di sini saya hanya akan mendeskipsikan saja dan tidak memberikan penilaian. Beberapa istilah itu adalah sbb:

Despoyni/Desposini

Istilah ini merujuk pada kerabat Yesus Sang Mesias yang memegang tampuk kepemimpinan jemaat di Yerusalem yang sampai hari ini garis keturunan tersebut masih ada dan berkaitan dengan pemimpin Nasrani atau Esseni ini.

Klal Kristiani

Istilah ini dipergunakan untuk menamai semua ekspresi doktrin dan peribadatan Kristen yang non Nasrani (Katolik, Ortodox, Protestan dan ranting-ranting denominasi lainnya) yang mereka identifikasikan sebagai produk pemberontakan terhadap kepemimpinan rasul Yahudi dari Yerusalem khususnya sejak penamparan Mar Yosef I oleh Uskup Silvester pada tahun...Istilah ini sendiri secara hurufiah bermakna “Kristen Murtad” atau “Kristen Terkutuk”.

Bunda Gereja

Mereka mengklaim bahwa eksistensi mereka adalah Bunda Gereja dan sudah seharusnyalah gereja-gereja datang dan bertobat serta kembali ke pangkuan mereka sebagai pembawa ajaran yang benar. Mereka menolak untuk menghadiri kegiatan peribadatan kekristenan selain Nasrani dengan alasan adanya larangan dalam salah satu kanon yang mereka miliki.

Peshitta

Peshitta sendiri adalah Kitab Perjanjian Baru dalam bahasa Aramaik yang dipergunakan oleh gereja-gereja di wilayah Timur seperti Damaskus, Irak. Kelompok ini mengklaim bahwa semua kitab suci yang dimiliki gereja-gereja adalah hasil rampokan dari jemaat Nasrani dan mereka memiliki jumlah kitab yang lebih banyak dari kanon yang diterima Gereja yaitu sebanyak 66 kitab.

Didake

Oleh para peneliti naskah-naskah Kitab Suci, Didake dikategorikan tulisan non kanonik yang berisikan berbagai ajaran rasul-rasul terkait etika Kristen dan tata peribadatan. Isinya hanya terdiri dari 16 pasal singkat. Namun kelompok Nasrani mengklaim bahwa Kitab Didake sebagai bagian dari keimanan

Injil Thomas

Selain Peshitta dan Didake, Injil Thomas yang populer di Syria dan ditemukan naskahnya pada tahun 1945 di Mesir, menjadi kitab rujukan berikutnya.

Istilah-istilah Jenjang Kepemimpinan

Ada beberapa istilah yang dipergunakan untuk menjelaskan hubungan antara pemimpin dan anggota al, Rosh Av Kadmon, Rabban, Channer, Kahein, dll.

Demikianlah sekilas gambaran mengenai Nasrani dan Esseni yang akhir-akhir ini terdengar eksistensinya di sejumlah tempat di Indonesia khususnya di Jawa Tengah dan Jakarta. Saya sendiri tidak akan memfokuskan diri dalam membahas sejauh mana kebenaran ajaran dan legalitas keberadaan kelompok yang menamai dengan Nasrani atau Esseni dan mengklaim sebagai Bunda Gereja tersebut. Namun saya akan membahas secara historis eksistensi sebuah masyarakat Kristen di Kerala India yang memiliki sejumlah kemiripan dengan karakteristik gerakan di Indonesia yang akhir-akhir ini menamai dirinya dengan Nasrani dan mengklaim bahwa kepemimpinan mereka memiliki rantai kerasulan yang tidak terputus. Namun saya tidak bisa memastikan apakah mereka memiliki hubungan atau tidak. Fokus kajian ini adalah kajian historis mengenai Kristen Syria Nasrani buah Pekabaran Injil Rasul Thomas di India.

KRISTEN SYRIA NASRANI DI KERALA SEBAGAI BUAH PEKABARAN INJIL RASUL THOMAS

Asal Usul Kristen Nasrani di Kerala - Malabar[1]

Jumlah Umat Nasrani diperkirakan ada 5.6 juta.Umat Nasrani Syria Malabar, juga dikenal sebagai orang-orang Kristen Santo Thomas merupakan kelompok etnoreligius dari Kerala, India yang dekat dengan ragam gereja dari tradisi Kristen Santo Thomas. Mereka juga dikenal dengan orang-orang Kristen Syria Malabar, orang-orang Kristen Suryani atau orang-orang Kristen Syria. Mereka juga disebut dengan Nasrani Mapillas. dan merupakan keturunan orang-orang Yahudi Kokhin yang secara tradisional mengikuti Halakah Yudaisme yang dikenal dengan Juda Mappila. Orang Nasrani menganggap diri mereka sebagai keturunan mereka yang menjadi orang-orang Kristen di pantai Malabar pada permulaan Kekristenan, termasuk penduduk asli dan orang-orang Yahudi diaspora di Kerala.

MANFAAT MEMBACA KITAB SUCI (Midrash 2 Timotius 3:15-17)

Posted by Teguh Hindarto




Disampaikan dalam menyambut Perayaan 400 Tahun
Terjemahan Kitab Suci King James Version 1611-2011

Tgl 2 Mei 2011 lalu merupakan perayaan 400 tahun kehadiran terjemahan Kitab Suci dalam bahasa Inggris bernama King James Version. Di bulan Mei ini masih ada sekitar 70-an event perayaan yang sedang direncanakan di Inggris. Tgl 7 Mei lalu juga dilaksanakan perayaan di St. Mary the Virgin Church, Datchet yang sangat meriah dan disertai presentasi mengenai sejarah penerjemahan Kitab King James Version. Sementara itu di St. John’s College di Cambridge akan dilaksanakan pameran. Di Skotlandia dilaksanakan pembacaan secara maraton, seminar, konfrensi dan konser. Sementara itu Oxford University Press (penerbit King James Version sejak Abad XVII) akan mensponsori pencetakan khusus 1520 halaman dalam rangka ulang tahun ke 400.

Sementara itu di Amerika Serikat tidak kalah ramainya perayaan di kawasan sabuk Kitab Suci yaitu kawasan yang masih menjunjung nilai-nilai Kristiani dan Kitab Suci seperti di Dunham Bible Museum di Houton, Texas. Kemudian seminar di Ohio State University di Columbus dengan mengundang seorang novelis ternama yaitu William Faulkner.

MESSIANIC JUDAISM & SACRED NAME MOVEMENT: FENOMENA KEAGAMAAN ABAD XX DAN TANGGAPAN KEKRISTENAN (seri 3)

Posted by Teguh Hindarto


TANGGAPAN KEKRISTENAN: RESPON GEREJA-GEREJA DI INDONESIA

Kekristenan di Barat pun merespon secara positif (ada pula yang menyoroti secara negatif) dengan melakukan rekonstruksi berbagai ajaran yang selama ini bercorak anti semit, anti torah, anti nama Yahweh. Organisasi CHURCH OF GOD (www.ucg.com) membuat penerbitan majalah GOOD NEWS MAGAZINES dan berbagai booklet berisikan pengajaran dasar Kekristenan yang mengangkat isue-isue kesemitikan. Demikian pula dengan organisasi RESTORATION FOUNDATION menerbitkan majalah RESTORE. Dalam situsnya (www.restorationfoundation.org) dijelaskan mengenai alasan pendirian yayasan ini sbb: Restoration Foundation is a publishing and educational resource to the body of Christ that is designed to promote and sustain this growing phenomenon of interest in the Jewish roots of Christian faith. We are dedicated to research, development, and implementation of Christianity�s Hebrew foundations. We are committed serving believers around the world who are discovering the profound implications that these historical and theological Hebraic truths have for the church's renewal and continuing vitality. By so doing, we seek to fulfill our corporate vision

Bagaimana kedua pergerakan ini (Mesianik Yudaisme & Sacred Name Movement) sampai di Indonesia? Kedua fenomena keagamaan tersebut di atas turut mengimbas di kalangan gereja-gereja maupun komunitas persekutuan doa serta individu-individu di Indonesia. Fenomena “Sacred Name Movement” lebih dahulu masuk ke Indonesia dibandingkan fenomena “Mesianik Yudaisme”. Sayangnya, fenomena “Sacred Name Movement” masuk ke Indonesia dalam suasana “konflik teologis yang berkepanjangan” dan menimbulkan prasangka-prasangka teologis yang tidak dapat dikompromikan diantara gereja-gereja di Indonesia, antara yang menyambut gerakan ini dan yang menolak pergerakan ini.

MESSIANIC JUDAISM & SACRED NAME MOVEMENT: FENOMENA KEAGAMAAN ABAD XX DAN TANGGAPAN KEKRISTENAN (Seri 2)

Posted by Teguh Hindarto





KAJIAN TERHADAP LITERATUR

Berbagai literatur yang bersifat akademis dan pendalaman Kitab Suci yang eksploratif sangat produktif dihasilkan oleh komunitas Mesianik Yudaisme. Berdasarkan kategorinya, penerbitan komunitas Mesianik Yahudi meliputi:

Buku Teologi
  1. DR. David Stern, Messianic Judaism: A Modern Movement With An Ancient Past, Clarksville, Messianic Jewish Publisher, 2007 
  2. _________________, Jewish New Testament Commentary, Maryland: JNTP 1992 Ariel & Devorah Berkowitz, Torah Rediscovered, Hampton: Shoreshim Publishing, Inc, 1996  
  3. Barney Kasdan, God’s Appointed Times: A Practical Guide for Understanding and Celebrating the Biblical Holidays, Maryland: Messianic Jewish Publishers, 1993 
  4. DR. Oskar Skarsaune & DR. Reidar Hvalvik, Jewish Believers in Jesus: The Eraly Centuries, Hendrickson Publishers 2007 
  5. DR. Tim Hegg, The Letter Writer: Paul Bacground & Torah Perspective, First Fruit Zion 2002 
  6. Jeff A. Benner, His Name is One: An Hebraic look at the ancient meanings of the names of God, Virtual Bookworm 
  7. Nehemia Gordon, The Hebrew Yeshua vs. the Greek Jesus :New Light on the Seat of Moses from Shem-Tov's Hebrew Matthew 
  8. Dll.
 Jurnal

Komunitas Mesianik Yahudi produktif menerbitkan kajian-kajian teologi berbasiskan penggalian akar Semitik-Hebraik al MISHKAN (www.caspari.com)


MESSIANIC JUDAISM & SACRED NAME MOVEMENT: FENOMENA KEAGAMAAN ABAD XX DAN TANGGAPAN KEKRISTENAN (Seri 1)

Posted by Teguh Hindarto



 
PENDAHULUAN

Istilah “Mesianik” akhir-akhir ini di Indonesia ramai dibicarakan. Terkadang istilah ini dihubungkan dengan fenomena pemulihan nama Yahweh sebagai ganti nama Allah dalam terjemahan Kitab Suci. Namun ada pula yang menghubungkan istilah ini dengan tata cara ibadah dan pola berpikir Ibrani dalam penafsiran Kitab Suci. Sementara yang lain mengartikan istilah ini dengan cara berpakaian dan gaya hidup seperti orang Yahudi. Tidak jarang pula mereka yang mengaku sebagai komunitas Mesianik, memutuskan diri dari Kekristenan. Mereka mengganggap bahwa mereka bukan Kristen. Tindakan ini diperparah dengan berbagai aksi radikalistik dan fundamentalistik atas nama individu dan kelompok yang melakukan berbagai tekanan psikologis untuk memperjuangkan penghilangan nama Allah dan keharusan penggunaan nama Yahweh dalam terjemahan Kitab Suci maupun aplikasi ibadah Kekristenan. Namun apa dan bagaimanakah sesungguhnya “Mesianik” itu? 

KAJIAN TERHADAP HISTORITAS

Jika kita membuka situs internet atau mencari kata “Mesianik” dalam mesin pencari “Google”, maka akan terdapat ratusan bahkan ribuan alamat situs internet yang bersifat “Mesianik” dan “Sacred Name Movement”. Persoalannya adalah, siapakah atau apakah “Mesianik”  dan “Sacred Name Movement” itu?

Fenomena Mesianik Yudaisme (Messianic Judaism) adalah suatu kebangkitan spiritual yang terjadi di kalangan unsur-unsur Yudaisme dan Bangsa Yahudi yang mulai merespon ajaran Yesus (Ibr: Yahshua/Yahushua/Yeshua, Aram, ‘Yeshu’, Greek, ‘Iesous’, Ind, ‘Yesus’) Sang Mesias yang dijanjikan namun tidak menyebut diri mereka sebagai Kristen dan Gereja dan mereka tetap memelihara gaya hidup dan tata ibadat Yudaisme, namun dalam terang ajaran Yahshua Sang Mesias. DR. Michael Shiffman mendefinisikan Mesianik Yudaisme sebagai: “Messianic Jews are physical descendants of the patriarchs, being Jewish by birth, but are not adherents to the authority of rabbinic tradition”[1]  (Mesianik Yudaisme adalah keturunan para leluhur secara jasmani, yang menjadi Yahudi melalui kelahiran namun tidak mengikuti otoritas tradisi kaum rabinik)

RASUL PAUL DAN RUMOR PEMBATALAN TORAH (Kajian Kisah Rasul 21:1-26)

Posted by Teguh Hindarto


Orang-orang Yahudi yang telah menjadi percaya kepada Mesias dan tetap memelihara Torah, menjadi gelisah dengan kabar yang mereka terima tentang Paul yang mengajarkan untuk “mengkhianati ajaran Moshe” (LAI: melepaskan Hukum Musa dan melarang sunat serta mengubah tradisi nenek moyang). Kata Yunani katexethesan bermakna “diberitahu”, “diceritakan”. Berarti para murid ini hanya mendengar rumor dan kabar yang belum tentu benar tentang Paul. Oleh karenanya, Rasul Yakobus meminta penjelasan dan bukti dari Paul, berupa melakukan ritual pentahiran bersama dengan orang-orang yang akan bernazar. Tujuan pentahiran ini untuk MEMBUKTIKAN KETIDAKBENARAN BERITA PALSU bahwa Paul telah meniadakan Torah (ay 24). Dan Rasul Paul telah melaksanakan ritual pentahiran di Bait Suci sampai selesai dengan melaksanakan berbagai ketentuan yang diatur dalam Torah (ay 26, band Bil 6:13-21).

YESUS & TORAH ( Kajian Kitab Matius 5:17-48)

Posted by Teguh Hindarto



Bagaimana Yesus memandang keberadaan Torah? Untuk mendapatkan pemahaman yang utuh, kita akan melakukan eksposisi teks dan konteks dari Matius 5:17-48. Yesus membuka dengan kalimat, “Jangan kamu menyangka bahwa Aku datang untuk meniadakan Torah dan Kitab Para Nabi” (Mat 5:17). Kata yang diterjemahkan dengan “meniadakan”, dalam naskah Yunani adalah kataluo. Dalam Perjanjian Baru kata kataluo digunakan sebanyak tujuh belas kali dengan pengertian : “meruntuhkan”, “membinasakan”, “membatalkan”, “melenyapkan”, “mencari penginapan”1 .

DR. David Bivin dan Roy Blizard memberikan perspektif lain mengenai makna pernyataan “Aku datang bukan untuk meniadakan Torah” sebagai suatu ungkapan khas Ibrani dalam diskusi Rabinik. Ungkapan ini bermakna bahwa “seseorang telah menafsirkan secara keliru tentang Torah”. Jika ada seseorang menafsirkan Torah secara keliru, maka para rabbi yang lain akan mengatakan, “engkau membatalkan Torah”. Dalam konteks makna literal ini, maka Yesus sedang membantah kepada para pendengarnya, bahwa diri-Nya bukan datang untuk menyimpangkan atau menafsirkan secara keliru terhadap Torah dan Kitab Para Nabi2.

Kata yang digunakan untuk “menggenapi” dalam teks Yunani, adalah pleroo. Kitab Perjanjian Baru menuliskan sebanyak 86 kali dalam arti, “memenuhi”, “menggenapi”, “habis”, “lewat”, “menyatakan dengan penuh”, “memberitakan kemana-mana”, “menyelesaikan”, “melakukan”3. Sebagaimana komentar sebelumnya, David Bivin dan Roy Blizard menyatakan bahwa pengertian “membatalkan” dan “menggenapi” bermakna “tafsir yang menyimpang” dan “tafsir yang tepat”. Selengkapnya, beliau menjelaskan : “Kata ‘membatalkan’ dan ‘menggenapi’, merupakan istilah teknis yang digunakan dalam diskusi rabinik. Ketika seorang bijak merasa bahwa temannya menafsirkan secara keliru bagian dari Kitab Suci, dia akan mengatakan ‘anda telah membatalkan Torah!’, singkatnya, dalam banyak kasus, temannya menunjukkan ketidaksepahaman yang keras. Bagi orang bijak, yang dimaksud dengan ‘melenyapkan Torah” maka kebalikannya,  ‘menggenapi Torah’ atau menafsirkan Kitab Suci dengan tepat4    

DOSA, TORAH, ANUGRAH, IMAN

Posted by Teguh Hindarto





KAJIAN ROMA 3:9-31


Ketika kita masih kanak-kanak, kita pernah melakukan permainan yaitu menghubungkan garis yang satu ke garis yang lain, agar membentuk suatu citra tertentu, entahkan itu hewan atau manusia. Jika tidak tepat menghubungkan garis-garis tersebut, akan menimbulkan gambaran yang keliru tentang figur  tersebut.

Marilah kita menghubungkan secara cermat empat kata penting tersebut, melalui surat Rasul Paul, sehingga membentuk suatu struktur yang sistematis dan utuh dalam memahami cara YHWH bertindak atas dunia dan manusia yang telah mengalami kerusakan.

PEMAHAMAN TENTANG DOSA

Rasul Paul menjelaskan fakta dan realita yang tidak terbantahkan bahwa SEMUA ORANG (baik Yahudi non Yahudi) ada dalam dalam kuasa dosa (ha khet, Rm 3:9). Dalam naskah Greek berbunyi, “oti einai pantes hupo hamartian” . Apakah dosa itu? Dalam 1 Yokhanan 3:4 dikatakan, “hamartia estin he anomia”. Dalam Hebrew New Testament diterjemahkan, “ha khet, mri hu ba Torah”. Dosa adalah ANOMIA atau MRI HU BA TORAH atau MELAWAN TORAH atau MELAWAN PERINTAH. Kata “hamartia” bermakna “menyimpang dari sasaran”. Jadi dosa adalah “tindakan yang menyimpang dari sasaran”.




DISKUSI ANTARA SHEM TOV (TEGUH HINDARTO) DAN ABU ROMZI (DZULFIKAR ISLAM) PERIHAL KESELAMATAN DALAM ISLAM DAN KRISTEN

Posted by Teguh Hindarto




Berikut ini hasil diskusi antara Sdr Abu Romzi alias Dzulfikar Islam dengan Shem Tov alias Teguh Hindarto mengenai topik KESELAMATAN dalam Agama Islam dan Agama Kristen. Kiranya percakapan ini membantu setiap orang yang masih dalam pergumulan mendapatkan jalan keselamatan dan kehidupan kekal untuk mempertimbangkan diskusi ini sebagai peta jalan yang menggambarkan masing-masing keyakinan dalam menjabarkan konsep keselamatan dan kehidupan kekal. Sementara itu bagi masing-masing pembaca dari kedua belah pihak (baik Islam dan Kristen) yang telah meyakini masing-masing jalan yang ditempunya, diskusi ini dapat memperkaya wawasan keimanan yang kita anut.

http://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=1475928979104&id=1260117198

Salam Damai, Salam Pencerahan

YHWH Tuhan Semesta Alam, Bapa Surgawi kita memberikan hikmat dan keselamatan selalu pada kita. Dalam nama Yesus (Yahshua-Yeshua) Sang Mesias, Putra Tunggal-Nya, Sang Firman yang menjadi manusia, Amen dan Amen.

DISKUSI ANTARA SHEM TOV & ARDA CHANDRA: APAKAH STATUS KALAM PADA DIRI ISA BERSIFAT QADIM ATAU HAWADITS? Studi Teks Qs 3:45 dan Qs 3:59?

Posted by Teguh Hindarto





Cat: Dalam note saya berjudul : RELEVANSI TEOLOGI ASYARI DALAM MEMAHAMI KRISTOLOGI KRISTEN (http://www.facebook.com/notes/shem-tov/relevansi-teologi-asyari-dalam-memahami-kristologi-kristen/491833398810) 


atau http://teguhhindarto.blogspot.com/2011/02/relevansi-teologi-asyari-dalam-memahami.html

Note tersebut mendapat respon dari Arda Chandra dan terjadi diskusi yang cukup panjang dan menarik untuk dieksplorasi dalam konteks diskusi Kristen & Islam tentang tema Kristologi. Dalam diskusi ini saya hanya memfokuskan pada komentar atas sejumlah penyataan Arda Chandra dan tidak menampilkan seluruh argumentasi Arda Chandra (terkadang keseluruhan argumentasi Arda Chandra ditampilkan dan dikomentari). Untuk melihat lengkap argumentasi Arda Chandra dapat mengakses link di atas. Kiranya hasil diskusi ini dapat menjadi peta jalan dan membantu masing-masing pihak (Kristen dan Islam) yang sedang mencari kebenaran akan menemukan jalannya. Dan bagi mereka yang telah yakin atas keimanannya, dapat semakin mempertajam keimanannya.

MENGHADAPI SAKSI-SAKSI YEHUWA

Posted by Teguh Hindarto


Mungkin Anda sering mendapat kunjungan dari beberapa orang yang menamakan dirinya Perkumpulan Siswa-Siswa Alkitab atau Saksi-Saksi Yehuwa. Mereka biasanya datang berpasangan. Membawa sejumlah buku untuk dijual atau dibagikan secara cuma-cuma dengan sampul buku dan isi buku yang berwarna menarik. Siapakah mereka dan apakah isi kepercayaan mereka mencerminkan iman Kristen yang berlandaskan Kitab Suci?

Siapakah Saksi Yehuwa itu?

Saksi-Saksi Yehuwa adalah suatu denominasi Kristen, milenarian (cenderung pada ajaran Kerajaan 1000 Tahun Damai), restorasionis (pemulihan) yang dahulu bernama Siswa-Siswa Alkitab hingga pada tahun 1931. Agama ini diorganisasi secara internasional, lebih dikenal di dunia Barat sebagai Jehovah's Witnesses, yang mencoba mewujudkan pemulihan dari gerakan Kekristenan abad pertama yang dilakukan oleh para pengikut Yesus Kristus. Saksi-Saksi Yehuwa sendiri bukanlah suatu sekte, mereka tidak pernah memisahkan diri dari gereja atau kelompok besar manapun. Wewenang tertinggi kehidupan mereka berdasarkan hukum-hukum dan prinsip-prinsip dari Kitab Suci atau Alkitab[1].

Secara resmi pengajaran Saksi-Saksi Yehuwa di Indonesia dilarang melalui Surat Keputusan Jaksa Agung Nomor 129 Tahun 1976, lewat SK itu, Jaksa Agung telah melarang kegiatan Saksi Yehuwa atau Siswa Alkitab di seluruh wilayah Indonesia. Sebab, Saksi Yehuwa memuat hal-hal yang bertentangan dengan ketentuan hukum yang berlaku, seperti menolak salut bendera dan menolak ikut berpolitik. Ajaran yang mereka yakini juga dianggap bertentangan dan menyimpang dari kebijaksanaan dan politik pemerintah RI dan dianggap meresahkan karena perilaku penyebaran agama. Pengikut yang cukup rajin mendatangi orang-orang dari rumah ke rumah, hal ini telah menimbulkan keresahan di kalangan umat beragama umumnya karena praktek kunjungan-kunjungan ini dilakukan ke rumah-rumah masyarakat yang sudah beragama. Mereka juga melakukan antitesa terhadap beberapa aspek pemerintahan . Pada Februari 1994 ada upaya untuk mencabut SK ini dengan berlandaskan Pasal 29 UUD 1945, Tap MPR Nomor XVII/1998 tentang HAM, dan Instruksi Presiden No. 26 Tahun 1998. Pada 1 Juni 2001 SK ini kemudian dicabut. Walaupun begitu, sebenarnya sejak tanggal 19 Juli 1996, Saksi-Saksi Yehuwa telah membuka kantor cabang Indonesia berupa gedung yang dipergunakan sebagai tempat pertemuan dan pusat kegiatan[2].  

MENINJAU ULANG PENGGUNAAN NAMA ALLAH DALAM TERJEMAHAN VERSI LEMBAGA ALKITAB INDONESIA

Posted by Teguh Hindarto


KERANCUAN TERMINOLOGIS

Lembaga Alkitab Indonesia membedakan sebutan Allah, TUHAN dan ALLAH dalam terjemahan kitab suci yang mereka kerjakan, sayangnya tidak memberikan keterangan mengapa ada pemberian huruf kapital pada kata TUHAN dan ALLAH. Namun jika kita mengkaji dengan seksama, penggunaan kata Allah dan kapitalisasi pada kata TUHAN dan ALLAH, sangatlah rancu. Di mana letak kerancuan tersebut? Mari kita mengkaji lebih jauh.

Saya kutipkan petikkan terjemahan Kitab Kejadian 15:1-21 versi Lembaga Alkitab Indonesia sbb:1

Kemudian datanglah firman TUHAN kepada Abram dalam suatu penglihatan: "Janganlah takut, Abram, Akulah perisaimu; upahmu akan sangat besar." Abram menjawab: "Ya TuhanALLAH, apakah yang akan Engkau berikan kepadaku, karena aku akan meninggal dengan tidak mempunyai anak, dan yang akan mewarisi rumahku ialah Eliezer, orang Damsyik itu." Lagi kata Abram: "Engkau tidak memberikan kepadaku keturunan, sehingga seorang hambaku nanti menjadi ahli warisku." Tetapi datanglah firman TUHAN kepadanya, demikian: "Orang ini tidak akan menjadi ahli warismu, melainkan anak kandungmu, dialah yang akan menjadi ahli warismu." Lalu TUHAN membawa Abram ke luar serta berfirman: "Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya." Maka firman-Nya kepadanya: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu." Lalu percayalah Abram kepada TUHAN, maka TUHAN memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran. Lagi firman TUHAN kepadanya: "Akulah TUHAN, yang membawa engkau keluar dari Ur-Kasdim untuk memberikan negeri ini kepadamu menjadi milikmu." Kata Abram: "Ya Tuhan ALLAH, dari manakah aku tahu, bahwa aku akan memilikinya?" Firman TUHANTUHAN, dipotong dua, lalu diletakkannya bagian-bagian itu yang satu di samping yang lain, tetapi burung-burung itu tidak dipotong dua. Ketika burung-burung buas hinggap pada daging binatang-binatang itu, maka Abram mengusirnya. Menjelang matahari terbenam, tertidurlah Abram dengan nyenyak. Lalu turunlah meliputinya gelap gulita yang mengerikan. Firman TUHAN kepada Abram: "Ketahuilah dengan sesungguhnya bahwa keturunanmu akan menjadi orang asing dalam suatu negeri, yang bukan kepunyaan mereka, dan bahwa mereka akan diperbudak dan dianiaya, empat ratus tahun lamanya. Tetapi bangsa yang akan memperbudak mereka, akan Kuhukum, dan sesudah itu mereka akan keluar dengan membawa harta benda yang banyak. Tetapi engkau akan pergi kepada nenek moyangmu dengan sejahtera; engkau akan dikuburkan pada waktu telah putih rambutmu. Tetapi keturunan yang keempat akan kembali ke sini, sebab sebelum itu kedurjanaan orang Amori itu belum genap." Ketika matahari telah terbenam, dan hari menjadi gelap, maka kelihatanlah perapian yang berasap beserta suluh yang berapi lewat di antara potongan-potongan daging itu. Pada hari itulah TUHAN mengadakan perjanjian dengan Abram serta berfirman: "Kepada keturunanmulah Kuberikan negeri ini, mulai dari sungai Mesir sampai ke sungai yang besar itu, sungai Efrat: yakni tanah orang Keni, orang Kenas, orang Kadmon, orang Het, orang Feris, orang Refaim, orang Amori, orang Kanaan, orang Girgasi dan orang Yebus itu kepadanya: "Ambillah bagi-Ku seekor lembu betina berumur tiga tahun, seekor kambing betina berumur tiga tahun, seekor domba jantan berumur tiga tahun, seekor burung tekukur dan seekor anak burung merpati." Diambilnyalah semuanya itu bagi ."

KEMATIAN OSAMA BEN LADEN BUKAN AKHIR RADIKALISME & TERORISME

Posted by Teguh Hindarto



Osama ben Laden dan World Trade Center

Tanggal 21 September 2011 silam seluruh mata dunia tertuju pada Amerika. Menara kembar World Trade Center (WTC) pusat perekonomian yang menjadi kebanggan rakyat Amerika tiba-tiba lenyap dalam hitungan menit karena roboh oleh aksi kamikaze pesawat terbang yang diterbangkan oleh pelaku bunuh diri dari yang ditengarai berasal dari kelompok radikalis Islam. Kemudian Presiden George W. Bush menetapkan dalang aksi bunuh diri di menara kembar yang membinasakan ribuan orang tersebut adalah Osama Ben Laden (Usamah Bin Ladin).

Berbagai reaksi pemimpin dan penduduk dunia menyikapi peristiwa tragis dan memukul psikologi rakyat Amerika tersebut. Ada yang berteriak-teriak kegirangan dan menganggapnya sebagai hukuman Tuhan. Ada yang mengejam dan mengutuk aksi terorisme tersebut. Dalam sebuah buku berjudul Haqiqatul Harbi Ash-Shalibiyah Al Jadidah yang diterjemahkan menjadi Serangan WTC Dalam Timbangan Syar’i karya Shalahuddin Al Ayyubi dikatakan demikian: “Serangan 11 September yang penuh berkah itu menyisakan kegembiraan bagi setiap orang yang di dalam hatinya masih ada keimanan. Sebab berbahagia atas musibah yang menimpa orang-orang kafir adalah disyari’atkan dalam agama kita sebagaimana Allah menggambarkan sifat kaum mukminin ketika Persia yang musyrik kalah dari Romawi yang ahli kitab...Sesungguhnya jatuhnya 6333 korban meninggal dan korban luka serta yang terkena dampak negatif dari aksi-aksi ini tidaklah cukup untuk menebus luka hati kaum Muslimin terhadap Amerika. Kita masih butuh kepada seribu serangan seperti ini agar jiwa kaum muslimin lega dan terbalaskan dendam mereka”[1]