RSS Feed

UNBORN: ANATOMI KEBERADAAN ROH JAHAT YANG MERASUK DAN EXORCISME ALA YUDAISME

Posted by Teguh Hindarto


The Unborn (2009) adalah film horor supranatural Amerika  - thriller film yang ditulis dan disutradarai oleh David S. Goyer . Film ini dibintangi Odette Yustman sebagai wanita muda yang tersiksa oleh hantu (a dybbuk ) dan mencari bantuan dari seorang rabbi (Gary Oldman). Dybbuk (roh jahat yang bergentayangan) berusaha untuk menggunakan kematiannya sebagai pintu gerbang ke eksistensi fisik. Film ini diproduksi oleh Michael Bay dan Platinum Dunes . Hal ini dirilis di bioskop Amerika pada tanggal 9 Januari 2009, oleh Rogue Pictures .

Kisah dimulai saat Casey Beldon (Gary Oldman) memiliki mimpi buruk halusinasi dimana saat dia sedang lari pagi, dia menemukan sarung tangan dan seorang anak lelaki bermata biru berdiri di belakang dia agak menjauh dan tiba-tiba anak itu berubah wujud menjadi anjing dengan topeng putih wajah anak tadi. Dan anjing itu membawanya kepada segunduk tanah dengan topeng putih tadi di atas gundukan tersebut. Ketika Casey menggali, dia terkejut karena ada janin bayi dalam formalin dan tiba-tiba mata bayi tadi membelalak mengejutkan Casey.


Casey menceritakan mimpi anehnya pada Romy, sahabat wanitanya yang kemudian memberikan sejumlah tafsiran atas mimpi anehnya tersebut. Casey yang menyambi bekerja sebagai penjaga bayi selain kuliah, mendapati bayi momongannya diganggu oleh kakak sang adik dengan menggerak-gerakkan cermin di tangannya diarahkan pada sang adik. Dan ketika Casey mendekat justru sang kakak bayi kecil tadi mengelebatkan cermin ke arah Casey. Nampaknya dia kerasukkan.

Suata hari Romy mendapati sebuah perubahan menyolok di bulatan hitam mata Casey yang tiba-tiba mengeluarkan warna biru. Dokter yang meneliti menyebutnya dengan chimerism tetragametic dan heterochromia .

Beberapa hari kemudian Casey harus mengalami shock karena bayi momongannya tiba-tiba mninggal tanpa suatu alasan yang jelas. Gejala-gejala aneh yang kerap dialami Casey dan suara-suara yang selalu menghantuinya yang berkata, “Jumby ingin lahir sekarang”, menuntunya untuk menyelidiki satu persatu kasus aneh yang dialaminya.

Dimulai dengan bertanya pada ayah Casey. Sang ayah mengakui bahwa Casey memiliki saudara kembar laki-laki yang meninggal dalam kandungan ketika tercekik oleh tali pusar oleh Casey ketika Casey bertanya siapa nama anak itu, sang ayah mengatakan belum sempat memberikan nama hanya sebuah julukan, "Jumby". Casey mulai curiga bahwa roh menghantui dia adalah jiwa kembar saudaranya yang ingin dilahirkan kembali sehingga dapat memasuki dunia orang hidup. Dan dari hasil penelusuran Casey, dia menemukan sebuah kitab Yahudi bernama “Sefer ha Marot” (kitab cermin) yang memberikan berbagai informasi mengenai keberadaan “Dybuk” atau roh yang menghantui.

Casey bertemu Sofi Kozma - yang mana  kemudian dia mengetahui bahwa dia adalah neneknya . Sang nenek pun bercerita bahwa saat dia masih kecil pun memiliki saudara kembar yang meninggal selama percobaan Nazi di Auschwitz pada Perang Dunia II . Sebuah dybbuk membawa adik kembar sang nenek yang bernama Barto kembali ke kehidupan untuk digunakan sebagai portal ke dunia hidup. Kozma membunuh saudara kembarnya untuk menghentikan roh tersebut, namun sekarang roh tersebut menghantui keluarganya untuk membalas dendam, itulah sebabnya mengapa ibu Casey menjadi gila dan berkeinginan bunuh diri.

Kozma memberikan Casey sebuah jimat Hamsa (berbentuk bintang daud ada tangan Miryam di tengahnya) untuk perlindungan dan memerintahkan Casey untuk menghancurkan semua cermin dan membakar pecahannya, serta merujukkan dirinya pada Rabbi Yusuf Sendak, yang dapat melakukan pengusiran setan (exorcisme) ala Yahudi untuk membuang Dybuk t tersebut. Sendak tidak percaya cerita Casey sampai ia melihat seekor anjing dengan kepala bengkok terbalik dalam sinagognya.

Dybbuk ini membunuh Kozma dan, segera setelah itu membunuh Romy. Casey dan pacarnya yang bernama Mark melihat orang-orang terdekat mereka terbunuh, mulai sadar betapa kuatnya roh tersebut.

Adegan klimak terjadi saat Sendak (rabi Yahudi) dan salah satu temannya dari pendeta Episkopal bernama Arthur Wyndham dan Mark serta relawan lainnya mulai melakukan exsorsisme. Namun Dybbuk melakukan perlawanan hebat dan menyerang mereka sehingga melukai serta membunuh beberapa orang yang melakukan exorcist. Dybbuk kemudian merasuki Arthur Wyndham dan mulai  mengejar Casey dan Mark. Mark kemudian membunuh Wyndham namun justru sekarang Mark yang dirasuki. Casey menusuk Mark di leher dengan jimat pemberian neneknya. Tiba-tiba Sendak muncul dengan membawa Kitab Sefer ha Marot sambil mengucapkan Mazmur 91 bersama Casey yang membawa lembaran dari Kitab Sefer ha Marot yang sobek. Dybuk bereaksi hebat dan melepaskan Mark dari penguasaannya dan lenyap. Casey harus menerima kenyataan bahwa Mark akhirnya harus meregang nyawa dalam pelukannya.

Casey meratapi kepergian pacarnya sembari bertanya-tanya mengapa Dybbuk menjadi aktif dalam hidupnya sekarang. Saat dia memeriksakan dirinya ke dokter, dia dinyatakan hamil karena dia telah melakukan hubungan sexual pra nikah dengan Mark. Dan mengakhiri adegan ini yang khas film thriler dan horor - yang kerap diakhiri dengan tanda tanya misterius - anak yang dikandung Casey adalah anak kembar...

Yang menarik dari film ini adalah mengangkat aspek demonologi dalam perspektif Yudaisme bernama Dybuk dan memperkenalkan model upacara exorcisme (pengusiran setan) secara Yudaisme. Sesuatu yang sangat sulit dan tidak mudah kita temui dalam tayangan film-film mancanegara yang ditayangkan di Indonesia. Maklum, sebagian masyarakat kita anti Yahudi, sehingga jika ada tayangan dalam bentuk film atau gagasan yang mengeskpresikan Yahudi, akan dinilai secara berlebihan dalam kaitan dengan agama dan politik.

Dybuk sendiri didefinisikan sebagai, “is the term for a wandering soul that attaches itself to a living person and controls that person's behavior to accomplish a task. The word "dybbuk" is the Hebrew word for "cleaving" or "clinging," and surprisingly, having a dybbuk is not always a bad thing for the human host. However, sometimes having a dybbuk is a very bad thing”[1] (istilah bagi roh yang bergentayangan yang melekatkan dirinya pada orang yang hidup dan mengendalikan perilaku orang yang dikuasainya untuk melakukan sesuai keinginannya. Kata Dybuk dalam bahasa Ibrani artinya melekat atau melengket dan anehnya, memiliki Dybuk bukan berarti sesuatu yang jahat bagi orang yang ditempati. Namun demikian, terkadang memiliki Dybuk merupakan sesuatu yang teramat buruk). Dalam wawancaranya dengan Rabbi Gershon Winkler, Jeff Belanger menuliskan bahwa keberadaan Dybuk telah ada sejak zaman lampau dan dituliskan dalam Kitab Suci sebagaimana terekam dalam 1 Samuel 18:10 sbb: “Keesokan harinya roh jahat yang dari pada Tuhan itu berkuasa atas Saul, sehingga ia kerasukan di tengah-tengah rumah, sedang Daud main kecapi seperti sehari-hari. Adapun Saul ada tombak di tangannya”. Rabbi Gershon Winkler percaya bahwa keberadaan mahluk-mahluk tersebut diciptakan oleh Tuhan dan tidak berada di dunia ini maupun di dunia lain melainkan dalam kepingan yang lebih kecil dari kedua dunia tersebut sebagaimana dia katakan: “They were created in the twilight of creation after the human being was created, right before the climax of creation, so that they're neither of this world, nor of the other world, but little bit of both”[2].

Gershon menjelaskan bahwa untuk membuang Dybuk, haruslah seorang rabbi yang terlatih dalam Kabalah (esoterisme Yahudi). Dan ritual exorcisme yang dilakukan – sebagaimana ditampilkan dalam film Unborn – adalah dengan membacakan Mazmur 91 sebanyak tiga kali dan dilanjutkan rabbi meniup shofar yang dipercaya mengusir roh jahat tersebut. Yang menarik, Gershon memberikan pernyataan bahwa tujuan exorcisme bukan sekedar mengusir roh jahat tersebut namun menyembuhkan keduanya sebagaimana dia katakan: “"We don't drive anything out of anybody. What we want to do is to heal the soul that's possessing and heal the person. It's all about healing -- we do the ceremony on behalf of both people."[3]

Keberadaan roh-roh jahat selain manusia dan malaikat, sudah menjadi kepercayaan banyak bangsa dan kebudayaan serta agama-agama khususnya Yudaisme, Kristen dan Islam. Agama Hindu dan Budha sekalipun tidak mengenal kepercayaan adanya malaikat, namun tetap mempercayai keberadaan mahluk-mahluk jahat yang menggangu kehidupan manusia tersebut.

Apakah orang yang sudah mati dapat berkomunikasi dengan orang yang hidup atau mengganggu orang yang hidup bahkan merasukinya? Dalam perspektif Kristen berdasarkan pembacaan Mazmur 88:11, dikatakan sbb:  “im refaim yaqumu yoduka?” (apakah roh orang mati dapat bangkit bersyukur). Ini bermakna bahwa orang yang telah terpisah rohnya dengan tubuhnya tidak dapat berhubungan, berkomunikasi, mengganggu dengan orang-orang yang masih hidup.

Menurut Pengkhotbah 12:7 dikatakan sbb: “weyashav he’afar al haarets keshehaya, weharuakh tashuv el ha Elohim asher netanah” (dan debu kembali menjadi tanah seperti semula dan roh kembali kepada Tuhan yang mengaruniakannya)”. Mereka yang telah meninggal, rohnya (arwahnya) telah kembali pada Tuhan. Manusia yang mengalami kematian “tidak memiliki kekuatan” (lo yekhelash), “tidak bangkit dari kematian” (lo yaqum), “tidak terjaga” (lo yaqishu), “tidak bangun dari tidurnya” (lo ye’oru) (Ayb 14:10-12, 14).

Tempat tinggal manusia yang telah mengalami kematian di bumi dinamai dengan beraneka ragam istilah al., “kuburan” (haqever), “tempat kebinasaan” (avadon), “kegelapan” (khosyek), “negeri lupa” (erets neshiya), “dunia orang mati” (she’ol) (Mzm 88: 11-13).

Lalu bagaimana menjelaskan berbagai fenomena tentang hantu, orang-orang mati yang berkomunikasi dan mengganggu orang yang hidup? Mereka adalah shatan yang menyamar. Shatan dapat menyamar menjadi Malaikat terang. Kitab Injil (Besorah) memberikan penegasan mengenai “jurang yang memisahkan” (Yun: “chasma mega “) antara orang mati yang satu dengan yang lain (Luk 16:26). Kitab Injil  membedakan antara “Surga” (Ibr: Malkut ha Shamayim/Yun: Basilea Ouranoi) dan “Neraka” (Ibr: Gehinom/Yun: Gehena). Neraka adalah tempat penuh dengan api dan ratapan kesakitan serta kertakan gigi (Luk 16: 24, Why 20:15; 21:8). Surga adalah tempat yang indah dan penuh dengan kemuliaan Tuhan (Why 21-22). Dari keterangan ini maka kita dapat memastikan bahwa mereka yang mati dalam dalam keadaan sebagai orang benar (ha tsadiqim) dan orang fasik (ha reshaim) akan dipisahkan oleh Tuhan. Dan tidak ada jembatan yang dapat melewatinya. Bahkan orang-orang mati tidak akan dapat menemui orang yang hidup.

Fenomena Dybuk, bisa saja menjelaskan hal-hal yang kurang terang dijelaskan dalam Kitab Suci. Maksud saya, apakah mungkin ada roh-roh yang terpenjara sehingga mereka berada dalam keadaan antara dunia orang hidup dan mati? Jika ada roh-roh yang terpenjara, berarti mereka tidak bisa disamakan begitu saja dengan keberadaan Shatan dan bala tentara penguasa kegelapan lainnya. Kitab Imamat 19:31 mengatakan: “Janganlah kamu berpaling kepada arwah (ha ovot) atau kepada roh-roh peramal (ha yidonim); janganlah kamu mencari mereka dan dengan demikian menjadi najis karena mereka; Akulah Yahweh Tuhanmu”. Demikian pula dalam 2 Raja-raja 21:6 dikatakan: “Bahkan, ia (Manasye) mempersembahkan anaknya sebagai korban dalam api, melakukan ramal dan telaah, dan menghubungi para pemanggil arwah dan para pemanggil roh peramal. Ia melakukan banyak yang jahat di mata Yahweh, sehingga ia menimbulkan sakit hati-Nya”. Ayat ini memberikan multi interpretasi. Interpretasi pertama, dengan adanya larangan untuk berhubungan dengan arwah, maka secara tidak langsung hendak mengatakan bahwa ada arwah tertentu yang dimintai pertolongan. Interpretasi kedua, larangan ini mencegah umat Tuhan agar tidak melibatkan diri pada kehiatan Shatan yang menipu dengan cara menyamar sebagai arwah orang yang sudah meninggal dan dapat dimintai pertolongan.

Setidaknya, fenomena Dybuk mendorong orang beriman khususnya para rohaniawan yang concern dengan pelayanan exorcisme untuk meneliti dan mendalami sejauh mana kebenaran bahwa Dybuk adalah roh-roh manusia yang bergentayangan.

Apapun kontroversi diseputar kebenaran dan keberadaan Dybuk yang bisa diberi sebutan lain dalam berbagai lingkungan agama dan kebudayaan, sebagai pengikut Yahshua ha Mashiakh (Yesus Sang Mesias) saya berpegang pada beberapa ayat yang memberikan kita sebuah keyakinan kuat bahwa tidak ada satupun kekuatan jahat yang akan menyentuh dan merasuki kita karena dikatakan demikian:

Sebab tidak ada mantera yang mempan terhadap Yakub, ataupun tenungan yang mempan terhadap Israel. Pada waktunya akan dikatakan kepada Yakub, begitu juga kepada Israel, keajaiban yang diperbuat Tuhan” (Bil 23:23)

“...Malapetaka tidak akan menimpa kamu, dan tulah tidak akan mendekat kepada kemahmu” (Mzm 91:10)

Kamu berasal dari Tuhan, anak-anakku, dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu; sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia” (1 Yohanes 4:4)

“...Supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Shatan, yang berkuasa atas maut” (Ibr 2:14)

Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh."(Mrk 16:17-18)



Resensi Film lainnya:

MERANTAU:
UPAYA MENGANGKAT SENI BELA DIRI WARISAN BANGSA
KE RANAH GLOBAL
http://teguhhindarto.blogspot.com/2011/03/merantau-upaya-mengangkat-seni-bela.html

THE EXORCISM OF ANNELIESE MICHAEL
http://teguhhindarto.blogspot.com/2011/03/exorcism-of-anneliese-michael.html

PEREMPUAN BERKALUNG SURBAN:
MENALAR KEBERAGAMAAN KITA
http://teguhhindarto.blogspot.com/2011/03/perempuan-berkalung-surban-menalar.html


 ----------
 Foot Note:


[1] Jeff Belanger, Dybbuk: Spiritual Possesion and Jewish Folklore, http://www.ghostvillage.com/legends/2003/legends32_11292003.shtml


[2][2] Ibid.,


[3] Ibid.,



1 komentar:

  1. danoe

    The Possession(2012), ini juga tentang dybbuk, pak.. :)

Posting Komentar