RSS Feed

THE EXORCISM OF ANNELIESE MICHAEL

Posted by Teguh Hindarto



Pendahuluan

Pada bagian akhir posting ini anda dapat men-download audio dalam format Mp3. Sebelum men-download sangat disarankan anda membaca terlebih dahulu posting ini dari awal sampai habis dan memastikan diri anda memiliki keberanian untuk mendengarkannya. Sangat tidak disarankan bagi anak-anak dan bagi yang memiliki ketakutan terhadap hal-hal gaib.


The Exorcism of Emily Rose


Banyak film yang diambil dari kisah nyata dan menjadi box office di Amerika. Tapi dari semua kisah nyata yang diangkat ke layar lebar, ada satu film yang menjadi box office nomor satu sepanjang masa di Amerika, judulnya "The Exorcism Of Emily Rose". Film tersebut mengalahkan film-film kisah nyata lainnya termasuk film-film karya Spielberg sekalipun. Film tersebut, walaupun merupakan box office nomor satu sepanjang masa di Amerika, mendapatkan kritik tajam dari berbagai kalangan. Ada yang melihat bahwa film tersebut hanyalah sebuah dramatisasi berlebihan dari kejadian sesungguhnya, ada yang bilang terlalu mengekspliotasi nama keluarga asli tokoh utama film tersebut, dan masih banyak lagi kritikan tajam lainnya. Tapi di akui atau tidak, selain memang menjadi box office nomer satu sepanjang masa di Amerika, film ini juga mendapat pujian yang cukup banyak. Terlepas dari masalah anda menyukai atau tidak film tersebut, yang pasti saya sangat merekomendasikan film ini sebagai bahan tontonan bermutu dan sangat pantas untuk dijadikan koleksi teratas film-film anda. Tapi, bukan masalah filmnya yang akan saya bahas, tapi kisah nyata dibalik dahsyatnya film tersebut.



Emily Rose yang sebenarnya bernama Anneliese Michel. Seorang gadis muda cantik (anda bisa melihat betapa cantiknya gadis muda tersebut pada gambar dibawah) yang sedang mengejar karir sebagai pengajar ahli dibidang pendidikan dasar. Ia lahir pada tanggal 21 September 1952 di sebuah desa kecil di Bavaria, Jerman. Ia tumbuh menjadi seorang gadis muda cantik di Klingernberg am Main, Jerman. Ayahnya membuka jasa penggergajian kayu dan mendidik si cantik Anneliese untuk menjadi seorang Katolik yang taat. Anneliese melalui masa kecilnya dengan normal seperti anak-anak kecil lainnya dan kemudian tumbuh menjadi seroang gaPadis yang begitu taat akan ajaran Katoliknya.



Kecantikan, kepandaian dan keimanannya mungkin
penyebab ia menjadi yang terpilih. Pada usia 17 tahun, kehidupan Anneliese berubah menjadi sebuah mimpi buruk bagi dirinya, keluarganya dan siapa saja yang mengetahui dan mendengar kisah hidupnya. Ia mulai mengalami serangan tak lazim pada tubuhnya sepanjang malam. Ia melukiskan bahwa serangan itu berupa gejala-gejala kelumpuhan dan berlanjut dengan seperti ada beban berat yang menekan dadanya. Saat serang itu terjadi tubuhnya menjadi kaku dan sama sekali tidak dapat bergerak dan juga berbicara.

Dokter yang memeriksanya berhipotesa bahwa Anneliese menderita serangan ayan biasa dan dapat disembuhkan. Tapi serangan itu terus berlanjut sampai Anneliese harus menghabiskan hampir satu tahun di rumah sakit jiwa di Mittleberg, Jerman. Dan selama tinggal di rumah sakit tersebut, Anneliese mulai melihat penampakkan wajah-wajah iblis menyeramkan, Terutama setiap kali ia melakukan do'a harian. Ia pun mendengarkan bisikan-bisakan yang mengatakan bahwa ia adalah seorang terkutuk. Mendengar hal-hal yang diceritakan Anneliese, Dokter memberinya obat-obatan yang dirasa ampuh untuk menurunkan tingkat stressnya. Yang terjadi malah sebaliknya, Anneliese makin bertambah frustasi karena obat-obatan tersebut sama sekali tidak berpengaruh bagi dirinya. Penampakan demi penampakan yang disertai bisikan-bisikan itu semakin menjadi dan semain membuatnya tertekan luar biasa. Akhirnya karena tidak mengalami perkembangan, Anneliese kembali kerumahnya dan meneruskan sekolahnya sampai kemudian ia tamat pendidikan tinggi dengan prestasi yang mengagumkan pada tahun 1970. Ia kemudian pindah ke kota besar untuk melanjutkan penddidikannya di Universitas Wurzburg. Karena prestasinya, gadis cantik dan pintar ini menjadi mahasiswa di universitas tersebut dengan bea siswa penuh dari universitas yang bersangkutan. Tahun 1973 ia diwisuda dengan predikat yang mengagumkan. Bukti nyata dari Anneliese yang tidak hanya cantik tapi juga pintar, selama dalam tekanan dari penampakan dan suara-suara yang selalu menghantuinya dan menyakitinya secara fisik, Anneliese tetap bisa menyelesaikan sekolahnya dengan predikat luar biasa.


Menyadari bahwa obat-obatan sama sekali tidak menolong dirinya, gangguan-gangguan tersebut diyakini sebagai fenomena kerasukan. Ia merasa ada iblis didalam dirinya yang semakin hari semakin muncul keluar dan mengantui dirinya. Untuk itu ia meminta Gereja untuk melakukan ritual pengusiran hantu dari dalam tubuhnya, Exorcism. Tapi bukannya menolong, gereja malah menolaknya dan menyuruh gadis yang sudah terkenal akan keimanan Katoliknya ini untuk lebih beriman lagi. Entah mengapa gereja menganggapnya masih kurang beriman. Orang-orang dilingkungannya mengatakan bahwa Anneliese adalah seorang biarawati yang tidak hidup didalam biara.


Gangguan yang menurut dokter adalah penyakit biasa tersebut semakin bertambah parah, ia mulai melukai tubuhnya sendiri, menggigit anggota keluarganya sendiri, memakan lalat, batu bara, laba-laba dan bahkan menggigit kepala burung yang sudah mati. Ia juga mulai sering menyobek pakaiannya sendiri dan menggonggong seperti anjing. Parahnya lagi, terkadang ia juga kencing dilantai dan menjilati air kencingnya sendiri. Ia tidak lagi tidur diatas kasurnya, ia lebih menyukai tidur diatas lantai batunya yang dingin sambil berdo'a memohon pengampunan dosa yang sama sekali ia tidak mengerti dosa apa yang menyebabkan ia sampai harus dihukum seperti itu. Dan kemudian, Tubuh Anneliese seakan didiami oleh dua ruh, ruh Anneliese itu sendiri dan ruh iblis yang keluar saling bergantian.


Anneliese segera melakukan pertobatan dan memohon kepada tuhan untuk mengampuni dosa-dosanya yang menyebabkan ia harus menderita seperti itu, segera ketika ia sadar bahwa ia sekarang sedang dalam kendali penuh atas tubuhnya. Tapi ketika kendalinya hilang, maka Anneliese yang begitu kuat iman Katoliknya berubah menjadi kebalikannya. Ia menghancurkan sergala simbol Katoliknya, mulai dari rosario, salib dan semua gambar dan lukisan Yesus.


Setelah lima tahun hal mengerikan tersebut berjalan, orang tua Anneliese berkeliling memohon kesetiap pendeta untuk melakukan ritual pengusian hantu kepada putrinya disamping mereka juga memohon kesetiap dokter untuk melanjutkan pengobatan dan penelitian terhadap penyakit mengerikan yang diderita putri tercintanya. Orang tua Anneliese telah mengusahakan segala sesuatunya, baik itu secara spiritual maupun ilmiah.


Gereja kemudian mengajukan beberapa syarat sebelum mereka setuju untuk melakukan Exorcism (ritual pengusiran hantu), yaitu dengan mengadakan ritual pendahuluan sebelum exorcism pada Anneliese dilakukan. Ritual tersebut adalah mengadakan pengujian pada Anneliese untuk memastikan bahwa ia memang kerasukan. Diantara penelitian itu adalah dengan menggunakan kekuatan supranatural, penggunaan bahasa-bahasa asing dan juga penggunaan berbagai simbol agama.



Tahun 1975, Gereja menyatakan bahwa Anneliese memang kerasukan setan. September 1975, Uskup Josef Stangl, memerintahkan untuk melakukan exorcism pada Anneliese dan yang bertugas untuk melakukan hal tersebut adalah Pastor Ernst Alt dan Father Arnold Renz.


Ternyata....,


Tidak hanya satu iblis yang merasuki Anneliese. Masing-masing iblis mengaku sebagai Hitler, Cain, Kaisar Nero, Judas, Legion, Belial dan Lucifer. Kedua nama yang disebutkan terakhir adalah nama Iblis dalam tradisi kristen. Anneliese, ketika ia tidak sadar, ia berbicara dengan penuh amarah dan geraman yang mengerikan dengan suara iblis dalam tradisi kristen. Ia juga berbicara dengan bahasa-bahasa asing yang kemudian diketahui bahwa bahasa-bahasa itu adalah bahasa-bahasa yang dipakai oleh tokoh-tokoh yang merasuki Anneliese. Bahkan beberapa bahasa yang terdengar kemudian oleh ahli sejarah diketahui sebagai bahasa yang sudah punah lebih dari 1500 tahun yang lalu. Bahasa-bahasa yang sama sekali tidak mungkin diketahui dan dikuasai Anneliese yang malang.


exorcism mulai dilakukan pada September 1975 sampai Juni 1976. Selama sepuluh bulan Exorcism tersebut, yang dilakuakn dua minggu sekali dengan durasi yang mencapau empat jam setiap kali dilakukan, Anneliese menjadi begitu kuat sampai mereka harus merantai Anneliese pada tempat tidurnya agar tidak lepas dan menyerang para exorcist.


Kesehatan fisik Anneliese menurun secara drastis. Selama sepuluh bulan ritual exorcism tersebut ia sering menolak makanan karena menurutnya iblis-iblis tersebut tak pernah membiarkannya makan. Tempurung lutunya pun mengalami beberapa keretakan akibat tidak kurang dari 600 kali Anneliese malang harus berlutut dan bangun selama ritual exorcism tersebut.


Ketika sadar dan tubuhnya kembali dikuasai oleh Anneliese, ia menulis surat pada para pendeta yang melakukan ritual exorcism tersebut. Di surat itu ia berkata bahwa Perawan Suci Maria telah mendatanginya dan memberinya dua pilihan: Pertama adalah kebebasan segera dan total dirinya dari para iblis yang berada didalam tubuhnya atau membiarkan terus kesurupannya untuk memberikan kabar kepada dunia kekuatan iblis yang sesungguhnya.


Pilihan pertama tidak lain adalah kematian. Dengan kematian ini ia tidak perlu lagi mengalami semua siksaan tersebut. Dan ia akan meninggalkan dunia dengan tenang sebagai seorang Katolik yang beriman. Pilihan kedua ia tetap dalam kerasukannya dan siksaan yang tidak ada habisnya dari iblis-iblis tersebut untuk dijadikan pelajaran bagi dunia bahwa iblis memang ada dan memiliki kekuatan yang mengerikan.


Si cantik Anneliese memang tidak hanya pandai tapi juga beriman dan begitu memikirkan orang lain dengan tidak mempedulikan penderitaan dirinya. Ia memilih untuk terus hidup dan menjadikannya dirinya sebagai pelajaran bagi seluruh umat manusia mengenai keberadaan dan kekuatan iblis dengan membiarkan dirinya tersiksa. Ia memutuskan untuk menghentikan ritual exorcism tersebut, sekali lagi, dengan tujuan untuk mengabarkan dunia tentang keberadaan iblis dan kekuatan gelapnya dengan membiarkan dirinya tersiksa. Dan setelah keputusna itu diambil ia meramalkan waktu kematian dirinya.



Tengah malam, 1 Juli 1976, hari dan jam yang sama dengan yang Anneliese ramalkan mengenai kematian dirinya, ia memejamkan mata dengan tersenyum dan nampak tertidur dengan penuh kebahagiaan. Sinar wajahnya yang sudah tidak lagi cantik dibalik tubuhnya yang kurus kering dan rusak tersebut kembali bersinar. Anneliese tertidur denga penuh kedamaian dan kebahagian tanpa pernah bangun kembali.


Sampai disinilah kisah Anneliese yang malang. Di makamnya begitu banyak tulisan dari para peziarah yang intinya adalah ucapan termikasih yang sedalam-dalamnya atas kesediaan Anneliese untuk menderita demi umat manusia, sama seperti halnya Yesus....Dan beberapa kalangan gereja merasa bahwa tak lama lagi Anneliese Michel akan menjadi seorang Saint.


Setelah Wafatnya Anneliese...,


Tubuhnya di autopsy, dan dikatakan bahwa Anneliese telah mengalami kekurangan gizi dan juga dehidrasi. Seorang wanita yang semula begitu cantik menjadi hampir tidak dikenali lagi dengan bobot badan yang hanya 68 pound (30,8 kilogram). Penelitian ilmiah mengatakan bahwa Anneliese mati kelaparan. Akhirnya kedua orang tua Anneliese dan juga seorang pastor beserta pendetanya didakwa dengan tuduhan tidak mempedulikan tanda-tanda bunuh diri dari Anneliese. Sidang mereka dimulai pada bulan Maret 1978.


Tak ada yang bisa dilakukan oleh mereka untuk membuktikan bahwa Anneliese memang kerasukan dan mereka tidak bersalah seperti yang telah dituduhkan pengadilan. Tepat sebelum pengadilan di mulai, orang tua Anneliese meminta agar makam putri tercintanya digali kembali. Seorang biarawati yang tidak mereka kenal sama sekali telah menemui kedua orang tua Anneliese dan mengatakan bahwa ia mendapat penglihatan bahwa tubuh Anneliese tidak membusuk sama sekali walaupun telah dikubur. Semua ini untuk membuktikan bahwa peristiwa yang menimpa Anneliese adalah benar-benar peristiwa supranatural.


Permintaan kedua orang tua Anneliese dikabulkan. Makam Anneliese kembali digali. Hanya saja entah atas kepentingan apa, pihak berwenang tidak mengijinkan siapapun melihat jasad Anneliese. Termasuk kedua orang tua dan suster tersebut juga masyarakat dan wartawan dari berbagai media masa.


Kemudian pihak berwenang mengeluarkan pernyataan bahwa tubuh Anneliese telah membusuk sama seperti tubuh lainnya yang telah dimakamkan tanpa mau memberikan bukti apapun juga.


Orang tua Anneliese kemudian hanya melihat sebuah peti mati indah yang dipercaya didalamnya terdapat tubuh membusuk dari putri tercintanya. Dan peti mati itu di kubur di tempat yang layak dengan upacara pemakaman yang layak pada 25 February 1978.


Kasus Anneliese adalah kasus pengusiran hantu yang resmi diketahui dan diijinkan Gereja untuk terakhir kalinya. Permintaan terakhir Anneliese pada para pendeta yang melakukan ritual exorcism tersebut adalah sebuah pengampunan dosa atas seluruh dosanya. Kata-kata Terakhir Anneliese Sebelum Wafat....,"Mother, I'm Afraid."



------------------------------------------------



KOMENTAR ATAS KASUS ANNELIESE


Oleh:


Teguh Hindarto


Saya tertarik untuk mengkaji kasus Anneliese karena beberapa alasan: Pertama, sejak saya kuliah Teologi, saya menaruh perhatian khusus pada pelayanan exorcisme. Bukti minat tersebut saya tuangkan dalam skripsi S-1 yang saya beri judul: “Pemahaman & Peranan Pengajaran Alkitab Tentang Pengusiran Setan Dalam Rangka Pastoralia di Kalangan Majelis GKJ Tengahan, Klirong, Kebumen 1997”. Kedua, sejak tahun 1995-2006 saya banyak kerap menangani kasus-kasus satanis, demonis yang harus menuntut saya terlibat melakukan exorcisme. Akhir-akhir ini saya lebih menekuni bidang studi teks Kitab Suci secara teologis dan akademis, namun tidak berarti pensiun sama sekali terhadap kasus-kasus yang membutuhkan exorcisme. Dua alasan di atas cukup memberikan landasan kompetensi saya untuk memberikan komentar dan kajian atas kasus Anneliese.


Mengenai Religiusitas Anneliese


Diakatakan, “Anneliese melalui masa kecilnya dengan normal seperti anak-anak kecil lainnya dan kemudian tumbuh menjadi seroang gadis yang begitu taat akan ajaran Katoliknya”. Dalam kepercayaan Kristen (saya adalah seorang rohaniawan Kristen dan Teolog yang mendalami Kitab Suci) tidak mungkin seorang yang taat pada Tuhan akan mengalami ganguan kerasukan. Dalil kepercayaan kami adalah sbb:


Orang yang percaya bahwa Yahshua ha Mashiah (Yasu’a Al Masih (Ibr)/Yeshu ha Meshikha (Arm)/Yesus Kristus(Ind) adalah Mesias dan Juruslamat serta Putra Tuhan, mereka diberi otoritas untuk mengusir Shatan, sebagaimana dikatakan: “Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh” (Mrk 16:17-18).


Dalam diri orang beriman Yahshua ha Mashiah (Yasu’a Al Masih (Ibr)/Yeshu ha Meshikha (Arm)/Yesus Kristus(Ind) sebagai Mesias dan Juruslamat serta Putra Tuhan dalam diri-Nya memiliki Roh Tuhan yang lebih besar dibandingkan roh dunia sebagaimana dikatakan: “kepada Kamu berasal dari (Tuhan), anak-anakku, dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu; sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia”.


Berdasarkan dua prinsip dasar di atas, sangat tidak mungkin orang yang TAAT kepada YAHWEH, Tuhan Semesta Alam di dalam Yahshua ha Mashiah (Yasu’a Al Masih (Ibr)/Yeshu ha Meshikha (Arm)/Yesus Kristus(Ind), akan mengalami kerasukan, sebaliknya mereka akan mengusir roh-roh jahat. Hak melakukan exorcisme bukan pada rohaniawan, pendeta saja melainkan SEMUA ORANG BERIMAN.


Oleh karenanya kata “taat” yang dilekatkan terhadap Anneliese (tanpa bermaksud menghakimi beliau) perlu ditelaah. Sejauh mana beliau telah taat? Ketaatan yang bagaimana yang telah beliau lakukan? Apakah ketaatan yang bersifat ritual lahiriah belaka dapat meluputkan orang beriman terhadap serangan satan dalam bentuk kerasukan, sihir, gendam, santet dll? Ketaatan religius seharusnya BERBANDING LURUS dengan perilaku moral dan otoritas spiritual. Mungkin secara moralitas, Anneliese telah terbukti. Sayang, satu hal yang tidak nampak dalam diri Anneliese, OTORITAS SPIRITUAL atas roh-roh jahat.


Saya tidak hendak mengatakan jika beriman Yahshua ha Mashiah (Yasu’a Al Masih (Ibr)/Yeshu ha Meshikha (Arm)/Yesus Kristus(Ind), maka segala hal yang berkaitan dengan fenomena satanisme, demonik dan sejenisnya dapat dengan mulus diselesaikan. Tidak! Bahkan Rasul Paul pun mengalami sebuah keluhan yang dia namai“duri dalam daging” yang mengganggu dalam karya pelayanannya, sekalipun dia telah mengusir berbagai roh-roh jahat dan orang-orang yang kerasukan. Dalam suratnya dia mengatakan: “Dan supaya aku jangan meninggikan diri karena penyataan-penyataan yang luar biasa itu, maka aku diberi suatu duri di dalam dagingku, yaitu seorang utusan (Shatan) untuk menggocoh aku, supaya aku jangan meninggikan diri. Tentang hal itu aku sudah tiga kali berseru kepada (YHWH), supaya utusan (Shatan) itu mundur dari padaku. Tetapi jawab (YHWH) kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa (Mesias) turun menaungi aku” (2 Korintus 12:7-9). Namun demikian, ketidakberdayaan Rasul Paul bukan suatu kekalahan dan tidak berakhir dengan sebuah kekakalahan sebagaimana yang dialami Anneliese (tanpa bermaksud menghakimi beliau). Rasul Paul justru semakin mengalami kekuatan spiritual atas tekanan tersebut.


Berkaca dari pemahaman teologis di atas, maka sebuah ketaatan yang tidak berbanding lurus dengan otoritas spiritual atas shatan, menimbulkan suatu keraguan atas jenis dan kualitas ketaatan tersebut. Mungkin saja itu hanya suatu ketaatan lahiriah dan ritualistik belaka, tanpa adanya suatu PENGENALAN dan PEMAHAMAN atas Tuhan dan kuasa Tuhan. Sekali lagi, ini praduga saya terhadap kasus Anneliese dan bukan satu-satunya penjelasan yang mutlak benar. Bagi peminat dan yang concern terhadap pelayanan Exorcisme, dapat memberikan wawasan dari perspeketif lain.


Mengenai Jumlah Roh yang Merasuki


Dikatakan, “Tidak hanya satu iblis yang merasuki Anneliese. Masing-masing iblis mengaku sebagai Hitler, Cain, Kaisar Nero, Judas, Legion, Belial dan Lucifer”. Kasus ini telah terekam dalam Besorah (Injil) yang merekam pelayanan Yahshua ha Mashiah (Yasu’a Al Masih (Ibr)/Yeshu ha Meshikha (Arm)/Yesus Kristus(Ind), dalam karya mesianisnya. Dikisahkan dalam Markus 5:1-15 sbb: “Lalu sampailah mereka di seberang danau, di daerah orang Gerasa. Baru saja Yesus turun dari perahu, datanglah seorang yang kerasukan roh jahat dari pekuburan menemui Dia. Orang itu diam di sana dan tidak ada seorang pun lagi yang sanggup mengikatnya, sekalipun dengan rantai, karena sudah sering ia dibelenggu dan dirantai, tetapi rantainya diputuskannya dan belenggunya dimusnahkannya, sehingga tidak ada seorang pun yang cukup kuat untuk menjinakkannya. Siang malam ia berkeliaran di pekuburan dan di bukit-bukit sambil berteriak-teriak dan memukuli dirinya dengan batu. Ketika ia melihat Yesus dari jauh, berlarilah ia mendapatkan-Nya lalu menyembah-Nya, dan dengan keras ia berteriak: "Apa urusan-Mu dengan aku, hai Yesus, Anak (Tuhan) Yang Mahatinggi? Demi (Tuhan), jangan siksa aku!" Karena sebelumnya Yesus mengatakan kepadanya: "Hai engkau roh jahat! Keluar dari orang ini!" Kemudian Ia bertanya kepada orang itu: "Siapa namamu?" Jawabnya: "Namaku Legion, karena kami banyak." Ia memohon dengan sangat supaya Yesus jangan mengusir roh-roh itu keluar dari daerah itu. Adalah di sana di lereng bukit sejumlah besar babi sedang mencari makan, lalu roh-roh itu meminta kepada-Nya, katanya: "Suruhlah kami pindah ke dalam babi-babi itu, biarkanlah kami memasukinya!" Yesus mengabulkan permintaan mereka. Lalu keluarlah roh-roh jahat itu dan memasuki babi-babi itu. Kawanan babi yang kira-kira dua ribu jumlahnya itu terjun dari tepi jurang ke dalam danau dan mati lemas di dalamnya. Maka larilah penjaga-penjaga babi itu dan menceriterakan hal itu di kota dan di kampung-kampung sekitarnya. Lalu keluarlah orang untuk melihat apa yang terjadi. Mereka datang kepada Yesus dan melihat orang yang kerasukan itu duduk, sudah berpakaian dan sudah waras, orang yang tadinya kerasukan legion itu. Maka takutlah mereka”.


Dari penggalan kisah di atas, kita melihat beberapa data sbb: (1) roh yang merasuki orang gila tersebut jumlahnya banyak dan bernama “Legion”. (2) roh-roh jahat takut terhadap Yahshua ha Mashiah (Yasu’a Al Masih (Ibr)/Yeshu ha Meshikha (Arm)/Yesus Kristus(Ind) (3) roh-roh jahat berpindah ke dalam babi-babi (4) orang yang dirasuk legion, sembuh.


Fenomena yang dialami Anneliese, merupakan fenomena “Legionisme” yaitu jumlah roh yang merasuk sangat banyak. Yang dipertanyakan adalah, apakah pelayan exorcisme telah menerapkan pola exorcisme dengan benar? Justru saya mempertanyakan otoritas spiritual Sang Exorcis (dijauhkan saya dari sikap menghakimi orang lain). Mengapa aksi legion ini tidak tertangani dengan baik, sehingga nama Tuhan dipermalukan dan mengesankan Shatan begitu kuat dan hebat? Bukankah seharusnya akhir dari exorcisme sebagaimana prosedur yang dilaporkan dalam Markus 5:1-15?


Demikian komentar dan kajian saya atas kasus Anneliese. Kiranya ini mendorong komentator lain untuk terlibat dan memberikan sedikit pencerahan dan menimbulkan kewaspadaan atas kegiatan Shatan yang membinasakan. Tuhan memberkati!

http://www.facebook.com/?sk=messages&tid=1541143703250#!/note.php?note_id=184474168810

4 komentar:

  1. Teguh Hindarto

    Saya sebagai penulis tanggapan atas kasus Annelise, menuliskan tanggapan tersebut pada tahun 2010 dan tidak melihat kisahnya yang diangkat dalam layar lebar. Setelah saya melihat filmnya secara utuh, ada hal yang harus saya ralat mengenai keimanan alm Annelise. Ternyata sebelum meninggal, Annelise telah mengalami penglihatan dan dijumpai Bunda Maria dan mendengar suara bahwa maksud dan tujuan semua ini adalah untuk membuktikan keberadaan dan kejahatan setan yang nyata - sesuatu yang ditolak oleh masyarakat Barat yang sekular - dan membuat setiap orang harus waspada. Suara itu pun memberikan pilihan pada Annelise, akan tetap berada dalam tubuh jasmaninya dan konsekwensinya mengalami penderitaan badani atau keliuar dari tubuh jasmaninya dan mengalami kekekalan dan pembebasan sejati.

    Isi surat tersebut menyentuh hati dan menyadarkan saya bahwa Tuhan memiliki maksud dan tujuan yang terkadang tidak kita mengerti saat seseorang mengalami hal-hal yang di luar akalnya. Jalam Tuhan bukan jalan kita. Rencana Tuhan bukan rencana kita.

    Surat Annelise memberikan saya sebuah pencerahan baru...

    Berbaringlah dalam damai Annelise..

  1. Nice Info,,manatap always

    komunitas mesianic di jakarta dimana ya pak?

  1. Teguh Hindarto

    Saya pernah menginformasikan kepada mereka yang ada di Jakarta komunitas tersebut. Tapi mereka akhirnya melaporkan pada saya bahwa mereka dilarang secara halus untuk belajar lagi dengan saya. Maka saya putuskan untuk tidak menginformasikan komunitas yang saya referensikan tersebut karena tidak ada timbal balik yang sepantasnya

  1. Leo Vinanda

    oke gan info nya bermanfaat banget
    baru kali ini saya nonton film horor terbaik dengan makna serta pembelajaran dalam film ini
    salut lah. pantas di sebut salah satu film terbaik sepanjang masa...

Posting Komentar