RSS Feed

KEMATIAN & PERLAKUAN YANG BENAR TERHADAP ORANG MATI

Posted by Teguh Hindarto

Membicarakan kematian tidak dapat dilepaskan dengan pemahaman terhadap adanya manusia dan kehidupan. Kematian adalah kelanjutan dari sebuah kehidupan. Namun kematian muncul karena suatu sebab.

HAKIKAT MANUSIA

Pertama, ciptaan YHWH yang memiliki status “Gambar” (Ibr: Demut) dan “Keserupaan” (Ibr: Tselem) dengan YHWH (Kej 1:26-27). Kedua, ciptaan yang diambil dari bahan “debu tanah” (Ibr: Afar) yang dibentuk dan mendapatkan “nafas Tuhan” (Ibr: Nishmat) (Kej 2:7). Manusia adalah mahluk yang memiliki kesadaran baik intelektual maupun spiritual dalam tubuhnya dikarenakan ada “nafas Tuhan” dalam dirinya (Ayb 32:8 ; 33:3)


HAKIKAT KEMATIAN

K itab Suci mengatakan, buah dosa adalah maut (Rm 6:3). Manusia pertama melanggar perintah YHWH untuk tidak memakan Buah Pengetahuan Baik dan Buruk (Kej 3), sehingga menyebabkan mereka terkutuk dan berujung pada kefanaan. Kefanaan, kematian secara teologis adalah buah dosa. Manusia yang berdosa berpotensi dan mewarisi maut dalam dirinya. Secara lahiriah, kematian adalah terpisahnya roh atau nafas Tuhan dalam tubuh manusia. Penyebabnya bisa dikarenakan sakit, usia tua, kecelakaan, pembunuhan, dll. Secara spiritual, kematian adalah kembalinya manusia ke hadirat Tuhan yang telah menciptakannya.

TEMPAT TINGGAL ORANG MATI

Tempat tinggal manusia yang telah mengalami kematian di bumi dinamai dengan beraneka ragam istilah al., “kuburan” (haqever), “tempat kebinasaan” (avadon), “kegelapan” (khosyek), “negeri lupa” (erets neshiya), “dunia orang mati” (she’ol) (Mzm 88: 11-13)

KEADAAN MANUSIA YANG SUDAH MATI

Manusia yang mengalami kematian “tidak memiliki kekuatan” (lo yekhelash), “tidak bangkit dari kematian” (lo yaqum), “tidak terjaga” (lo yaqishu), “tidak bangun dari tidurnya” (lo ye’oru) (Ayb 14:10-12, 14)

DUA JENIS ORANG MATI

Ada dua jenis orang mati. Orang Benar (Tsadik) dan Orang Jahat (Reshaim). Kitab TaNaKh tidak banyak memberi informasi apa yang terjadi atas Orang Benar dan Orang Jahat setelah kematian mereka. TaNaKh lebih menekankan kematian sebagai ketidakberdayaan dan keterpisahan. TaNaKh lebih menekankan pada kehidupan dan bagaimana mengisi kehidupan dengan Torah sebagai penuntun dan pengajar. Hanya dalam beberapa Kitab seperti Yesaya memberikan gambaran mengenai “Pengadilan atas bumi” (Yes 24:21-23) dan “Hari Kebangkitan Orang Mati” dimana Orang Benar maupun Orang Jahat akan menerima upah (Dan 12:2-3).


APAKAH ORANG MATI DAPAT BERKOMUNIKASI DENGAN ORANG YANG HIDUP?

Apakah orang yang sudah mati dapat “berkomunikasi dengan orang yang hidup?”, “mengganggu orang yang hidup?” Pembacaan Mazmur 88:11, menyatakan, “im refaim yaqumu yoduka?” (apakah roh orang mati dapat bangkit bersyukur). Ini bermakna bahwa orang yang telah terpisah rohnya dengan tubuhnya tidak dapat berhubungan, berkomunikasi, mengganggu dengan orang-orang yang masih hidup. Menurut Pengkhotbah 12:7, “weyashav he’afar al haarets keshehaya, weharuakh tashuv el ha Elohim asher netanah” (dan debu kembali menjadi tanah seperti semula dan roh kembali kepada Tuhan yang mengaruniakannya)”. Mereka yang telah meninggal, rohnya (arwahnya) telah kembali pada Tuhan. Lalu bagaimana menjelaskan berbagai fenomena tentang hantu, orang-orang mati yang berkomunikasi dan mengganggu orang yang hidup? Mereka adalah shatan yang menyamar. Shatan dapat menyamar menjadi Malaikat terang. Kitab Injil (Besorah) memberikan penegasan mengenai “jurang yang memisahkan” (Yun: “chasma mega “) antara orang mati yang satu dengan yang lain (Luk 16:26). Kitab Injil (Besorah) membedakan antara “Surga” (Ibr: Malkut ha Shamayim/Yun: Basilea Ouranoi) dan “Neraka” (Ibr: Gehinom/Yun: Gehena). Neraka adalah tempat penuh dengan api dan ratapan kesakitan serta kertakan gigi (Luk 16: 24, Why 20:15; 21:8). Surga adalah tempat yang indah dan penuh dengan kemuliaan Tuhan (Why 21-22).

PERLAKUAN TERHADAP ORANG MATI

Perlakuan terhadap orang mati dan orang-orang yang sedang mengalami dukacita meliputi empat hal yaitu:
1.      Perawatan orang mati (halvayat /kavod ha met)
2.      I badah Penguburan orang mati
3.      Ibadah Penghiburan keluarga
4.      Ibadah Peringatan orang yang mati (Yahrzeit)

Perihal perawatan orang mati meliputi:
1.      Memandikan orang mati
2.      Memberikan wewangian pada orang mati
3.      Memberikan rempah-rempah (Kej 50:2, 26; Mrk 16:1, Luk 23:56, 24:1; Yoh 19:40).

Rempah-rempah ini berfungsi sebagai pengawet terhadap orang mati sehingga tidak mengeluarkan bau. Lazarus yang sudah meninggal 4 hari tidak mengalami bau busuk karena diberi rempah-rempah (Yoh 11:17)

Tubuh orang yang sudah meninggal mengeluarkan kotoran dan racun yang harus segera dibersihkan. Sebagaimana orang yang terkena mayat menjadi najis dan kotor sehingga harus mandi (Rakhats, Im 19:11-12) demikianlah kondisi orang yang telah meninggal harus dimandikan dengan air yang mengalir pula. Adab pentahiran dengan air adalah dengan air yang mengalir dan membuang kotoran (Kel 19:14, Im 15:5-6, Ef 5:25 ).

Sebelum membasuh mengucapkan doa sbb:

Baruk Atta YHWH Eloheinu Hu melek ha’olam asyer tsiwanu rakhat ha metim asyer met ba Adon ha Kadosh. Kadesh we taher ha metim mitumot ba gevurateka. Be shem Yahshua Moshienu, Amen we Amen.

Diberkatilah Engkau Yahweh Tuhan kami Raja Semesta Alam yang telah memerintahkan kami untuk membasuh orang yang mati demi Tuhan yang kudus. Sucikan dan tahirkan orang yang mati ini dari kecemaran oleh kuasa-Mu. Dalam Nama Yahshua Mesias kami, Amin dan Amin

P erihal penguburan orang mati meliputi:

1.      Orang mati dikubur bukan dibakar (Kej 23:4; 25:9;47:29;50:13)
2.      Orang mati dibaringkan dalam kubur (Mrk 6:29)
3.      Orang mati dikafani dengan kain putih (Mat 27:59-60)

Perihal perkabungan dan waktu untuk perkabungan, Kitab Suci mencatat sbb:

1.      Yakub berkabung (Kej 37:34)
2.      Bangsa Israel berkabung (Bil 14:39)
3.      Yehuda berkabung karena Yosia (2 Taw 35:24)
4.      Yusuf mengadakan perkabungan (Kej 50:10)

Dalam masa perkabungan menggunakan kain kabung (Mzm 35:13, Kej 37:34, 1 Raj 20:32, Mzm 30:12, Yes 20:2;37:1, Yun 3:5). Dalam masa perkabungan ada nyanyian perkabungan (Mat 11:7).

Mengikuti tradisi Yudaisme, proses kewafatan dan perkabungan meliputi sbb: Shiva (tujuh hari), Shloshim (tiga puluh hari), Avelut (sebelas bulan). Kita dapat mengadaptasi pola tersebut dalam lingkup Kekristenan dan melepaskan beberapa aspek yang tidak sejalan dengan ajaran Yahshua Sang Mesias dan para rasul-Nya.

Apa yang kita kerjakan saat Shiva?

1.      Saat Tefilah kita menambahkan pembacaan Kadish sebelum menutup dengan Doa Bapa kami
2.      Menghindari pekerjaan rutin dan pesta
3.      Ibadah bersama keluarga dan jemaat

A pa yang kita kerjakan saat Shloshim?

1.      Dapat mengunjungi kuburan keluarga kita yang wafat
2.      Saat Tefilah kita menambahkan pembacaan Kadish sebelum menutup dengan Doa Bapa kami. Dilakukan selama 11 bulan sejak kewafatan keluarga

3.      Ibadah bersama keluarga dan jemaat

Apa yang kita kerjakan saat Avelut (akhir periode perkabungan selama 11 bulan) ?

1.      Saat Tefilah kita menambahkan pembacaan Kadish sebelum menutup dengan Doa Bapa kami. Dilakukan selama 11 bulan sejak kewafatan keluarga
2.      Dapat mengunjungi kuburan keluarga yang wafat
3.      Ibadah bersama keluarga dan jemaat

Apa yang kita lakukan saat mengunjungi kuburan keluarga kita?

1.      Menaikkan doa Kadish, Yizkor, Yahrzeit (jika bertepatan dengan tanggal kewafatan anggota keluarga)
2.      Membaca mazmur-mazmur al. Mazmur 91
3.      Membersihkan kuburan anggota keluarga dari kotoran
4.      Menabur bunga/meletakkan batu-batu kecil sebagai lambang penghormatan dan kehadiran

Kita pernah memiliki hubungan baik dengan keluarga maupun sahabat atau para tokoh yang telah memiliki jasa besar baik bagi hidup kita atau hidup orang lain namun mereka tidak seiman. Adalah patut bagi kita mengenang seluruh jasa dan kebaikan mereka. Namun sehubungan keimanan kita mengatakan bahwa orang yang telah wafat tidak memiliki kesematan kedua untuk bertobat dan doa-doa kita tidak memberikan pengaruh apapun bagi roh mereka, maka yang dapat kita lakukan adalah berdoa kepada Yahweh Tuhan Yang Adil agar Dia menjalankan penghakiman yang adil terhadap semua orang sekalipun yang bukan umat yang mengenal dan menyembah-Nya. Doa yang dapat kita ucapkan sbb:

Yahweh khonenu leka qiwwinu, kheyeh zero’am labeqarim af yeshuatenu be’et tsaraa. We hu yishpot tevel betsedeq, yadin leummim bemesarim. Etneka bney Adam asyer shokev ba arets le yadka, be shem Yahshua Moshienu Amen we Amen

Sebab Yahweh ialah Hakim kita, Yahweh ialah yang memberi hukum bagi kita; Yahweh ialah Raja kita, Dia akan menyelamatkan kita (Yes 33:22). Dialah yang menghakimi dunia dengan keadilan dan mengadili bangsa-bangsa dengan kebenaran (Mzm 9:9). Saya menyerahkan anak manusia yang terbaring dalam bumi ke dalam tangan-Mu, dalam nama Yahshua Mesias kami, Amin dan Amin

Apa yang tidak boleh kita kerjakan saat mengunjungi kuburan keluarga kita?

1.      Tidak diperbolehkan meminta syafaat dan pertolongan pada anggota keluarga kita yang wafat
2.      Tidak diperbolehkan memberikan sesaji sebagaimana dilakukan orang-orang yang tidak mengenal YHWH
3.      Tidak diperbolehkan mendoakan keselamatan anggota keluarga kita yang telah wafat

Mengikuti tradisi Yahudi ada pembacaan doa Yiszkor dan Yahrzeit. Yizkor artinya “Dia mengingat”. Dalam Yudaisme, Yizkor merupakan doa bagi orang yang sudah mengalami kewafatan oleh keluarga yang masih hidup agar melanjutkan perbuatan baik orang yang meninggal dengan cara orang yang hidup memberikan tsedaqah. Yizkor sendiri dilaksanakan setahun 4 kali saat akhir Pesakh, Yom Kippur, hari kedua Shavuot dan hari keelapan Sukkot. Perintah melaksanakan Yizkor bersumber dalam Midrash Tankhuma. Semenara Yahrzeit artinya Peringatan hari kewafatan.

Struktur dan susunan asli Yizkor Yudaisme sbb:

Yizkor Elohim nishmat Aba Mori (Immi Moroti/ Baali/Ishti/Bni/Biti/Dodi/Dodoti/Zkaney/Zkenti/Akhi/Akhoti)_______shehalak le’olamo, baavur shebli neder eten tsedaqah ba’ado, bisykar zeh tehe nafsho tserura, bitsror hakhayyim, ‘im nishmat Avraham, Yitskhaq we Ya’aqov, Syarah, Rivqah, Rakhel we Leah, we’im shear tsadiqim wetsidqaniyot shebgan Eden, wenomar: Amen

Biarlah Tuhan mengingat jiwa Ayah saya dan Guru saya (Ibu saya Guru saya/Suami saya/Istri saya/Anak laki-laki saya/Anak perempuan saya/Paman saya/Bibi saya/Kakek saya/Nenek saya/Saudara laki-laki saya/Saudara perempuan saya)_____________ yang telah pergi menuju alam kekal, karena saya bermaksud menyumbangkan derma demi dirinya. Dengan melakukan kebaikan ini, biarlah jiwanya terikat dalam ikatan kehidupan bersama jiwa Abraham, Ishak dan Yakub, Sarah, Ribka, Rahel dan Lea dan orang-orang benar lainnya baik lelaki dan peremuan dalam Taman Eden, marilah kita berkata: Amen.

Sebagai pengikut Yahshua Sang Mesias, kita memiliki keyakinan bahwa perbuatan baik tidak membuat kita memperoleh kehidupan kekal (Ef 2:8) sekalipun perbuatan baik memiliki nilai dalam kekekalan (Rm 2:6-8), oleh karenanya struktur dan susunan Yizkor Qahal Mesias lebih menekankan penegasan keyakinan atas karya Tuhan bagi orang yang telah meninggal dalam kepercayaan kepada-Nya sebagaimana dituliskan di bawah ini:

Yizkor Elohim nishmat Aba Mori (Immi Moroti/ Baali/Ishti/Bni/Biti/Dodi/Dodoti/Zkaney/Zkenti/Akhi/Akhoti)_______shehalak le’olamo, yehi katuv: Yaqar beeyney Yahweh hamawta lakhasidiy, weyashav he’afar alhaarets keshehayah weharuakh ttashuv el ha Elohim asher netanah, kol adam hamaqshiv divrey Yahshua Moshienu umaamin yesh lo khayyey ‘olam, Ani maamin wenomar: Amen

Biarlah Tuhan mengingat jiwa Ayah saya dan Guru saya (Ibu saya Guru saya/Suami saya/Istri saya/Anak laki-laki saya/Anak perempuan saya/Paman saya/Bibi saya/Kakek saya/Nenek saya/Saudara laki-laki saya/Saudara perempuan saya)_____________ yang telah pergi menuju alam kekal, jadilah sebagaimana tertulis: Berharga di mata Yahweh, kematian orang-orang saleh-Nya (Mzm 116:15), dan debu kembali menjadi tanah seperti semula dan roh kembali kepada Tuhan yang mengaruniakannya (Pengkh 12:7), semua orang yang mendengar perkataan Yahshua Sang Mesias dan mempercayainya, sesungguhnya akan mengalami kehidupan kekal (Yoh 5:24). Aku percaya, marilah kita berkata: Amen

Semua ritual di atas dimaksudkan sebagai penghormatan terhadap orang yang telah wafat (kavod ha met). Kita bukan hanya menghormati selama dan saat dia hidup bahkan saat mereka telah tiada pun kita tetap mengingat dan menghormati.



0 komentar:

Poskan Komentar